AplikasiTechnology

Pilih Mana: Avira atau Avast?

Virus selalu menjadi momok yang menakutkan bagi pengguna komputer. Virus sanggup merusak sistem, sampai menghilangkan data penting kita. Untuk itu diperlukan antivirus yang baik agar perangkat kamu senantiasa aman, salah satu virus yang terkenal saat ini adalah Avira dan Avast.

Avira dan Avast merupakan antivirus yang sudah berpengalaman sejak puluhan tahun lamanya. Kualitas dan manfaat yang diberikan tentu sudah tidak perlu diragukan lagi jika kamu selalu mengupdatenya.

Pada artikel kali ini akan membahas lebih dalam mengenai Avira dan Avast dengan beberapa kelebihan serta kekurangannya. Untuk itu disini aja ya guys!

Avira

Avira merupakan salah satu antivirus produksi Jerman yang sudah terkenal luas di seluruh dunia, salah satunya di Indonesia. Terdapat 2 versi Avira, yaitu Avira Free dan Avira Premium. Dari namanya saja pasti kamu bisa menebak kalau yang pertama gratis, yang kedua adalah berbayar.

Free Avira 2012 termasuk dalam jajaran antivirus terbaik tahun ini bersanding dengan AVG, Panda, Comodo, Avast serta Ad-Aware menurut situs PCMag.Com. Dikarenakan situs yang mengelompokkan ini merupakan situs yang kredibel, tentu saja hasilnya bisa dipertanggungjawabkan.

Antivirus yang khas dengan logo payungnya ini memang mempunyai standar yang cukup tinggi dalam memeriksa suatu file.

Dulunya antivirus ini bernama Antivir, kemudian berubah menjadi Free Avira dan yang terakhir yaitu Free Avira 2012. Mengenai kemampuan membersihkan virus, memang tidak ada antivirus gratis yang bisa melakukannya dengan sempurna.

Tetapi untuk mendeteksinya virus, worms atau trojan terbaru, Free Avira amat akurat, asalkan kamu juga sering mengupdatenya. Baca juga Pilih Mana: Smadav atau Avira?

Kelebihan Avira

  • Proses instalasi yang mudah
    Proses instalasinya juga cepat dan tidak memakan memori yang besar. Sebagian antivirus memang mempunyai kelemahan dalam manajemen memori sehingga jika diinstall justru menyebabkan komputer sangat lambat, terutama komputer dengan spek yang sedikit tertinggal. Avira merupakan satu dari beberapa antivirus yang tidak memakan banyak memori serta CPU komputer.
  • Ukuran tidak besar
    Ukuran software Avira yang tidak besar juga jadi kelebihan lainnya. Proses download bisa jadi lebih cepat. Perihal ini selaras dengan kualitas koneksi internet di Indonesia yang bisa dikatakan menyedihkan, sehingga bisa menjadi opsi mayoritas masyarakat Indonesia.
  • Memberikan proteksi yang baik
    Kamu yang sering memindahkan data pada flashdisk, harddisk eksternal atau apa saja, antivirus ini akan mengawasi dengan ketat tiap file yang lewat. Antivirus ini akan menolak autorun pada media apapun sehingga mencegah kemungkinan virus yang mengganggu kinerja komputer menyusup.

Kekurangan Avira

  • Kerap salah mendeteksi virus
    Avira juga sering-kali salah mendeteksi aplikasi-aplikasi sebagai suatu virus sehingga menyebabkan aplikasi favorit atau andalan kamu jadi tidak berfungsi dan sebagainya. Tentunya ini merupakan kekurangan yang cukup merugikan ya guys.
  • Proses pertama memakan waktu yang lama
    Kekurangan lainnya dari Avira yaitu akan memakan waktu yang lama pada saat setelah proses instal. Hal ini dikarenakan Anda harus menambahkan list virus kategori ke dalamnya. Yakni sekitar 80 Mb untuk download pertama kali updatenya.
  • Memblokir semua file autorun.inf yang tidak termasuk dalam kategori virus
    Kekurangan terakhir yaitu bisa memblokir semua file autorun.inf yang tidak termasuk dalam kategori virus, tentunya hal ini cukup merugikan karena tidak semua file termasuk virus. Terlebih jika itu file penting kamu.
Spesifikasi Avira Keterangan
PendiriTjark Auerbach
AsalJerman
Tahun berdiriTahun 1986

Avast

Avast merupakan program antivirus yang dikembangkan oleh developer Avast Software. Ketersediaannya cukup lengkap hampir untuk seluruh platform modern, termasuk PC Microsoft Windows 2000, XP, Vista, 7, 8, Linux, Macintosh, Palm OS, atau bahkan platform mobile Android.

Pihak pengembang Avast juga sempat mengumumkan kalau pada bulan Juni 2012, Avast sudah mempunyai 17,4% dari pangsa pasar penjual antivirus di seluruh dunia.

Angka yang cukup besar mengenang cukup banyak program antivirus yang beredar dipasaran. Bila kamu masih meragukan Avast, perlu diketahui kalau antivirus ini sudah menerima beberapa penghargaan dari Virus Bulletin atas kemampuannya mendeteksi 100% virus komputer “in-the-wild”. Ditambah dengan penghargaan atas Secure Computing Readers Trust Award dan reward lainnya.

Kelebihan Avast

  • Mempunyai fitur Auto Sandbox
    Fitur ini berfungsi dengan memproses atau melakukan checking untuk diketahui apakah itu sebuah virus atau bukan. Jika positif terdeteksi sebagai virus, maka dipastikan Avast dengan segera mengirimkan sampel file ke situs untuk dilakukan penelitian dan kemudian dianalisa lebih lanjut. Tetapi kamu juga bisa langsung memerintahkan untuk menghapusnya.
  • Memiliki fitur Virus Chest
    Avast juga mempunyai Virus Chest atau disebut proses karantina folder untuk menyimpan file yang sudah terinfeksi. Fitur ini juga menyimpan file sistem penting untuk melindunginya dari kerusakan dari ancaman malware.
  • Scan boot time
    Scan boot time adalah pemindaian berjalan saat komputer sedang booting. Tentu ini menjadi senjata andalan avast, karena dia sanggup memindai komputer sebelum komputer masuk ke windows mode, itu artinya virus dan program jahat lainnya belum sempat mengaktifkan diri.

Kekurangan Avast

  • Avast sering terlambat mendeteksi virus-virus lokal baru (di Indonesia)
    Sempat terjadi ketika terdapat virus lokal terbaru maka avast baru sanggup mendeteksinya beberapa bulan setelah itu. Perihal ini terjadi kemungkinan diakibatkan konsumen avast yang sangat banyak dari berbagai negara di dunia. Sehingga avast tidak bisa fokus meneliti virus-virus di Indonesia dengan maksimal.
  • Kemampuan dinilai kurang maksimal saat memeriksa file yang masuk dari usb
    Perihal ini bisa saja terjadi pada komputer saat kamu mencolokan flashdisk yang terinfeksi oleh virus. Oleh karena itu, secara umum Kita mesti mencegah masuknya virus ke flashdisk, mengingat penyebaran virus melalui flashdisk merupakan penyebab penyebaran virus yang utama.
  • Tidak bisa men-scan archive yang dipassword
    Avast dinilai tidak mempunyai kemampuan dalam men-scan suatu archive yang sudah diproteksi password. Tentunya ini menjadi salah satu kekurangan yang cukup merugikan dimana bisa saja archive tersebut ada kemungkinan memiliki virus yang membahayakan.
Spesifikasi AvastKeterangan
PendiriPavel Baudiš dan Eduard Kučera
AsalCeko
Tahun berdiriTahun 1995

Tips mencegah masuknya virus ke perangkat

1. Gunakan Antivirus pada komputer kamu
Saat ini berbagai macam antivirus dengan berbagai merek. kamu bisa memilihnya berdasarkan keinginan kamu. Antivirus yang tersedia juga ada yang berbayar dan ada juga yang gratis. Antivirus berbayar biasa banyak dipilih karena dilengkapi dengan layanan sales after service yang baik. Update database juga dilakukan secara rutin.

2. Jangan lakukan double click
Saat ingin mengambil data dari flash disk atau harddisk, upayakan jangan melakukan double click folder yang ada sebab memungkinkan masuknya virus. Bukalah folder melalui Windows Eksplorer yang ada di sebelah kiri.

3. Buatlah folder autorun.inf
Autorun pada windows bisa menjadi jembatan masuk keluarnya virus menuju komputer atau laptop. Bila kamu mencolok flash disk atau perangkat USB lainnya pada pc kamu, umumnya feature autorun akan otomatis berjalan. Perihal ini akan mencegah virus tersebut membuat sarang baru dengan nama yang sama dengan folder kita, sehingga flash disk atau harddisk kita aman dari serangan virus.

4. Nonaktifkan autorun/autoplay pada komputer
Mematikan fungsi autorun merupakan hal yang bisa dilakukan untuk melindungi komputer. Nonaktifkan Autoplay dengan pilih Enabled, kemudian pilih All Drives bila mau mematikan semua fungsi autorun di semua media termasuk hard disk, atau pilih CD-ROM and removable media drive untuk mematikan autorun cuma di CD ROM dan Flashdisk. Kemudian klik OK.

Pilih Mana: Avira atau Avast?

Avira Avast
Kelebihan- Proses instalasi yang mudah - Ukuran tidak besar - Memberikan proteksi yang baik - Mempunyai fitur Auto Sandbox - Memiliki fitur Virus Chest - Scan boot time
Kekurangan- Kerap salah mendeteksi virus - Proses pertama memakan waktu yang lama - Memblokir semua file autorun.inf yang tidak termasuk dalam kategori virus - Avast sering terlambat mendeteksi virus-virus lokal baru (di Indonesia) - Kemampuan dinilai kurang maksimal saat memeriksa file yang masuk dari usb - Tidak bisa men-scan archive yang dipassword

Kesimpulan

Avira dan Avast memiliki sejumlah fitur yang bermanfaat untuk para penggunanya. Untuk itu kamu tidak perlu ragu lagi jika ingin memakai salah satu dari kedua antivirus terkenal ini. Tentukan antivirus andalan kamu sesuai dengan selera dan kebutuhan ya guys. Semoga bermanfaat.

Kamu pilih yang mana? Vote sekarang dan lihat hasil survey yang jadi selera pembaca lainnya:

Avira atau Avast

VS

Leave a Reply