Finance

Pilih Mana: Cardano dan Bitcoin?

Tempat menyimpan kekayaan digital saat ini sudah tersebar luas diseluruh dunia dengan beragam kelebihan yang ada didalamnya. Cardano dan Bitcoin menjadi salah satu contoh wadah penyimpan kekayaan digital yang bisa kamu pakai dirumah asal memiliki pc / smartphone dan internet.

Selain menyimpan kekayaan, Cardano dan Bitcoin juga bisa kamu jadikan wadah untuk berbelanja atau bertransaksi ke seluruh dunia. Inilah yang menjadi salah satu keunggulan yang dimiliki oleh kedua platform terkenal tersebut.

Cara kerja antara Cardano dan Bitcoin tergolong cukup mudah agar bisa banyak orang, tidak terkecuali para pemula sekalipun. Namun dibalik itu semua, Cardano dan Bitcoin tentu memiliki beberapa kelemahan yang cukup beresiko untuk para pemakainya.

Dengan membaca artikel ini kalian bisa mendapatkan info mengenai detail, kelebihan, kekurangan dan cara kerja dari Cardano dan Bitcoin. Scroll down ya guys!

Cardano

Cardano merupakan proyek blockchain publik terdesentralisasi dan salah satu mata uang kripto yang sepenuhnya diciptakan secara Open Source. Cardano mempunyai fitur Smart Contracts yang berupaya memperkenalkan fitur lebih maju dari protokol yang dikembangkan oleh mata uang kripto lain sebelumnya.

Ini merupakan platform blockchain pertama yang berkembang dari filosofi ilmiah dengan pendekatan berbasis penelitian. Tim pengembang serta penelitinya terdiri dari kumpulan ahli teknik serta peneliti global.

Cardano merupakan platform blockchain dengan fitur yang lebih canggih dari protokol lain yang telah dirilis sebelumnya, serta yang pertama kali bertumbuh dari filosofi ilmiah.

Para tim peneliti ahli dari berbagai negara sengaja didatangkan untuk mendekonstruksi konsep kriptografis yang ada, dan setelah itu menciptakan suatu yang baru dalam lingkup algoritma Proof-of-Stake nya. Hasil dari penelitian itu yaitu Ouroboros, algoritma Proof-of-Stake yang inovatif, sebagai wujud penyempurnaan algoritma kriptografis yang telah beredar. Baca juga Pilih Mana: Vertcoin atau Litecoin?

Cara kerja Cardano

  1. Cardano Settlement Layer (CSL)
    CSL bertindak sebagai buku besar neraca dan merupakan lapisan pertama dari platform. Dibuat sebagai penyempurnaan Bitcoin, lapisan ini merupakan cryptocurrency yang dibangun dari whitepaper “Ouroboros: sebuah bukti aman yang bisa diandalkan dari protokol blockchain stake” oleh Aggelos Kiayias.
  2. Cardano Computation Layer (CCL)
    CCL merupakan lapisan kedua platform Cardano dan berisi data mengenai mengapa transaksi terjadi. Sebab lapisan komputasi dilepaskan dari CSL, pemakai CCL yang berbeda bisa membuat aturan yang berbeda kala mengevaluasi transaksi.
  3. KMZ Sidechains
    Cardano akan mendukung sidechains berdasarkan aturan baru oleh Kiayias, Miller, dan Zindros (KMZ) yang melibatkan bukti dari bukti kerja. Protokol sidechain KMZ memungkinkan dana untuk bergerak secara aman dari CSL ke CCL atau blockchain apa pun yang juga memakai protokol.
  4. Ouroboros Proof-of-Stake
    Dalam protokol ini, pemimpin slot menghasilkan blok baru di blockchain dan memverifikasi transaksi. Siapa saja yang memegang koin Cardano ADA bisa menjadi pemimpin slot. Kala algoritma” Ikuti Satoshi” memilih koin yang Kamu pegang, Kamu bisa menjadi pemimpin slot dan menerbitkan blok baru ke jaringan. Biaya transaksi setiap epoch digabungkan dalam sebuah kolam dan didistribusikan di antara para pemimpin slot yang sesuai.

Kelebihan Cardano

  • Cardano diklaim jauh lebih efisien
    Dalam PoS tidak terdapat istilah penambang, tetapi disebut validator untuk membuat sebuah blok baru. Tiap validator wajib mempunyai jumlah koin Cardano( ADA) yang banyak supaya dapat berfungsi sebagai validator.
  • Mempunyai konsep sustainability
    Cardano memiliki daya tarik tersendiri dan bertahan paling tidak di 100 besar kripto di CMC. Loyalis Cardano juga tidak sedikit, yang di antaranya tentu saja terdapat sejumlah spekulator.
  • Peer-to-peer-academic-centris
    Artinya seluruh pengembangan Cardano dikerjakan, diuji dan disiapkan oleh para peneliti, dosen, dan programmer dari perguruan besar dengan tingkatan peran tertentu sebelum hasilnya diaplikasikan pada publik. Semua yang terlibat yaitu yang benar-benar ahli di bidangnya.

Kekurangan Cardano

  • Perkembangan yang lambat
    Walaupun bisa dijamin hasilnya handal, namun secara perkembangan token dan DApp bisa dibilang lambat. Sampai detik ini saja belum terdapat DApp yang menclok di Cardano, meski sudah banyak bursa yang memperdagangkan ADA.
  • Belum bekerja sama dengan bank dan pemerintah
    bank dan pemerintah di banyak negara saat ini masih mewanti-wanti teknologi blockchain dan kripto. Sebagian negara seperti Jepang dan Korea Selatan, termasuk beberapa negara di Eropa sudah mempunyai regulasi khusus, namun secara umum kesannya masih menolak, untuk mengatakan setuju di dalam hati.
  • Kurang terkenal
    Seperti yang kita tahu bahwa Cardano sendiri belum begitu dikenal banyak orang. Berbeda dengan Bitcoin yang banyak orang sudah tahu dan banyak orang juga telah menggunakannya.
Spesifikasi Cardano
DiciptakanCharles Hoskinson
1 Cardano Rp 1.002,20,- per September 2019
Web resmi Cardano.org
Lihat juga:  Pilih Mana: Investasi Perak atau Emas?

Bitcoin

Bitcoin merupakan aset digital yang dikembangkan pada tahun 2009 oleh seseorang dengan nama samaran Satoshi Nakamoto. Aset digital ini seperti halnya emas, tetapi cuma ada di dunia digital. Konsepnya mungkin terdengar seperti eGold, walau sesungguhnya jauh berbeda.

Kamu dapat transfer bitcoin ke mana saja di dunia asalkan terkoneksi dengan internet. Bitcoin akan disimpan ke dalam Bitcoin Wallet. Wallet ini mesti terinstall di kedua belah pihak, bisa dengan PC / laptop, tablet atau smartphone.

Setelah menginstall wallet, kamu akan memperoleh Bitcoin Address. Untuk transfer bitcoin amat mudah, buka aplikasi wallet, masukan Bitcoin Address dari lawan transaksi dan jumlah bitcoin yang hendak ditransfer, setelah itu kirim.

Cara kerja Bitcoin

  1. Dasar untuk pemakai baru
    Sebagai pemakai baru, kamu dapat mulai memakai dengan Bitcoin tanpa mesti memahami detail teknisnya. Sesudah menginstal wallet Bitcoin di komputer atau handphone, secara otomatis akan membuat alamat Bitcoin pertama dan dapat membuat lebih banyak alamat bitcoin lagi kapanpun kamu membutuhkannya.
  2. Saldo-block chain
    Rantai-blok (block chain) merupakan suatu catatan bisnis khalayak di mana jaringan Bitcoin bersandar. Seluruh transaksi yang sudah dikonfirmasi tersimpan di dalam rantai-blok.
  3. Transaksi-private keys
    Suatu transaksi merupakan transfer nilai antar wallet Bitcoin yang dimasukkan ke dalam rantai-blok. Wallet Bitcoin menyimpan beberapa data rahasia yang disebut kunci pribadi atau seed, yang dipakai untuk menandatangani transaksi, memberikan bukti matematis kalau memang benar berasal dari pemilik wallet.
  4. Memroses-pertambangan
    Pertambangan merupakan sistem konsensus terdistribusi yang dipakai untuk mengonfirmasi antrian transaksi dengan memasukkannya ke dalam rantai blok. Proses ini menegaskan urutan kronologis rantai-blok, melindungi netralitas jaringan, dan memungkinkan komputer lain untuk menyetujui keadaan sistem.
  5. Pergi ke lubang kelinci
    Berikut merupakan rangkuman singkat Bitcoin. Bila kamu ingin belajar lebih detail, kamu bisa membaca makalah asli yang memaparkan konsep itu, dokumentasi pengembang, atau menjelajahi Wiki Bitcoin.

Kelebihan Bitcoin

  • Dapat berperan sebagai mata uang global
    Walaupun setiap negara sudah mempunyai mata uang masing- masing, bitcoin senantiasa hadir dan masuk ke dalamnya. Bitcoin tidak mengenal batas negara, tidak goyah sebab kondisi politik di pemerintahan, dan tidak terpengaruh apapun.
  • Sebagai pelindung dari inflasi
    Layaknya emas, bitcoin dianggap bisa berperan sebagai nilai lindung dari inflasi. Bitcoin bisa menekan laju inflasi yang berlebihan.
  • Sebagai tabungan
    Bitcoin ialah bentuk baru tabungan masyarakat yang digunakan dengan sistem yang tidak menyulitkan. Tidak hanya itu dengan menabung bitcoin, seluruh perantara keuangan yang biasa dilakukan di bank-bank bisa dihilangkan. Para pemegangnya pula tidak perlu membayar biaya layanan serta registrasi.

Kekurangan Bitcoin

  • Tidak stabil
    Bitcoin merupakan mata uang yang bersifat spekulatif. Sedangkan saat ini belum cukup banyak perusahaan yang menawarkan pembelian serta penjualan produk- produk dengan bitcoin sebagai alat pembayarannya.
  • Beresiko hilang ataupun dicuri
    Dompet digital itu juga bisa diretas dan dicuri melalui malware. Belum lagi resiko isi hard disk pemilik bitcoin terhapus tanpa sengaja. Lebih menyakitkan dari uang tunai, kamu kehilangan seluruh isi dompet tanpa bisa ditelusuri kemana hilangnya.
  • Alat pencucian uang
    Pemakaian mata uang bitcoin tidak dikontrol pemerintah ataupun lembaga keuangan yang berwenang. Akibatnya situasi tersebut membuka kesempatan besar untuk melakukan tindakan kriminal seperti pencucian uang serta penghindaran pajak.
Spesifikasi Bitcoin
DiciptakanSatoshi Nakamoto
1 BitcoinRp 138.726.800,- per September 2019
Web resmi Bitcoin.org

Pilih Mana: Cardano dan Bitcoin?

Cardano Bitcoin
Kelebihan- Cardano diklaim jauh lebih efisien - Mempunyai konsep sustainability - Peer-to-peer-academic-centris- Dapat berperan sebagai mata uang global - Sebagai pelindung dari inflasi - Sebagai tabungan
Kekurangan- Perkembangan yang lambat - Belum bekerja sama dengan bank dan pemerintah - Kurang terkenal - Tidak stabil - Beresiko hilang ataupun dicuri - Alat pencucian uang

Kesimpulan

Setelah kita bahas mengenai Cardano dan Bitcoin diatas tadi, dapat disimpulkan bahwa Cardano dan Bitcoin memiliki sejumlah kelebihan dan kekurangan yang ada di dalamnya. Kamu bisa memilih sendiri antara Cardano atau Bitcoin sebagai wadah untuk kamu berbelanja kebutuhan ke seluruh dunia atau sekedar menyimpan kekayaan semata. Semoga bermanfaat.

Kamu pilih yang mana? Vote sekarang dan lihat hasil survey yang jadi selera pembaca lainnya:

Cardano vs Bitcoin

VS

Leave a Reply