Pilih Mana: Deposito atau Reksadana?

Loading...

Berinvestasi adalah sesuatu yang harus dilakukan untuk membuat kondisi keuangan Anda lebih baik untuk di masa yang akan datang. Bagus mana deposito atau reksadana? Pertanyaan ini senantiasa menjadi pertanyaan sebagian orang yang sudah mulai berencana untuk berinvestasi. Deposito dan reksadana menjadi pilihan terbaik untuk berinvestasi dengan aman. Dan sebelum memutuskannya, ketahui dahulu kekurangan dan kelebihan keduanya berikut ini.

Pada artikel ini Anda dapat mengetahui:
– Definisi singkat deposito dan reksadana
– Kelebihan & kekurangan deposito dan reksadana
– Perbandingan antara deposito dan reksadana pasar uang

Deposito
Deposito adalah produk perbankan dalam bentuk simpanan berjangka dengan suku bunga tertentu. Menyimpan uang dalam bentuk deposito memiliki risiko rendah dan tingkat keamanan yang tinggi. Pasalnya, dalam hal ini ada Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) yang menjamin uang Anda hingga maksimal Rp 2 miliar.

Kelebihan deposito yang bisa Anda ketahui:

1. Tingkat keuntungan yang pasti
Pada deposito, walaupun memiliki kisaran nominal pembukaan yang besar namun para investor telah dijanjikan dengan tingkat pengembalian yang pasti, misalnya 5 persen per tahun untuk penempatan satu tahun. Hasil dari keuntungannya akan dibayarkan secara terpisah dari pokok dana awal.

2. Terjamin LPS
Risiko utama deposito adalah jika bank dalam kebangkrutan. Dikutip di Kompas.com, untuk penempatan dengan bunga dan jumlah nominal sebagaimana dijamin oleh Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) sebesar Rp 2 miliar dengan bunga maksimal 6,25 persen, jika bank bangkrut, maka dana publik akan digantikan oleh LPS.

Kekurangan deposito yang bisa Anda ketahui:

1. Ada penalti
Ketika investor deposito ingin melakukan pencairan dana lebih cepat, yang tidak sesuai dengaan penjanjian maka akan ada potensi penalti atau penurunan suku bunga. Itulah yang menjadi kekurangan dari deposito, karena deposito mengunci periode penempatan uang mulai dari satu minggu, satu bulan, tiga bulan hingga satu tahun.

Loading...

2. Pembukaan nominal rekening yang besar
Ketika memilih deposito, Anda diharuskan untuk menyimpan dana investasi ke bank berkisar antara Rp 5 juta sampai 8 juta. Pembukaan nominal rekening yang besar ini menjadi alasan orang menhindari memilih investasi perbankan dalam bentuk deposito.

Reksadana
Reksadana pasar uang merupakan salah satu jenis reksadana yang saat ini menjadi pilihan orang dalam berinvestasi karena dalam reksadana memiliki risiko yang relatif rendah, dan penempatan dana dalam instrumen pasar uang yang jatuh tempo di bawah satu tahun. Dana dari investor akan dikumpulkan dan dikelola oleh Manajer Investasi.

Kelebihan reksadana yang bisa Anda ketahui:

1. Dapat dicairkan kapan saja
Reksadana pasar uang tidak memiliki periode penguncian. Reksadana pasar uang dapat dicairkan kapan saja selama dilakukan pada hari kerja dan sesuai dengan prosedur penjualan. Penyaluran reksadana pasar uang juga bebas biaya atau penalti.

2. Pembukaan nominal rekening kecil
Deposito menetapkan kisaran pembukaan nominal rekening (investasi) yang cukup besar mulai dari Rp 5 juta sampai Rp 8 juta. Sehingga nominal ini tergolong besar dibandingkan pembukaan nominal yang ditetapkan untuk reksadana pasar uang. Pembukaan nominal rekening di reksadana pasar uang sangat kecil yakni mulai dari Rp 100 ribu.

Kekurangan reksadana yang bisa Anda ketahui:

1. Cara kerja yang lebih rumit
Cara kerja reksadana pasar uang menggunakan harga atau Nilai Aktiva per Unit Penyertaan (NAB/Up). Investor reksadana tidak mendapat keuntungan berupa pembayaran yang terpisah dari investasi yang mendasarinya. Hanya dengan menjual reksadana, investor baru dapat menarik keuntungan investasi mereka.

2. Pajak lebih besar
Besaran pajak 5 hingga 6 persen menjadi beban yang harus diterima oleh investor reksadana pasar uang. Besaran pajak itu ditetapkan ketika investor ingin melakukan pencairan antara satu hingga tujuh hari kerja ke depan. Sementara deposito hanya dikenakan paajak di antara 1 sampai 3 persen saja.

Pilih Mana: Deposito atau Reksadana?

DepositoReksadana
Pembukaan nominal rekening (investasi)- Kisaran pembukaan nominal mulai dari Rp 5 juta hingga Rp 8 juta- Pembukaan rekening di reksadana pasar uang mulai dari Rp 100 ribu
Tingkat risiko- Risiko utama deposito yaitu jika bank bangkrut atau pailit. Jika bank bangkrut maka dana investor akan digantikan oleh LPS - Risiko utama reksadana pasar uang adalah fluktuasi harga. Naik turunnya harga reksadana pasar uang bergantung pada naik turunnya harga obligasi
Potensi keuntungan- Pada deposito, jumlah bunga yang diberikan sangat bervariasi tergantung pada bank yang Anda pilih, jangka waktu dan nominalnya- Reksadana pasar uang bergantung pada dana publik, manajer investasi dapat menegosiasikan suku bunga deposito yang lebih kompetitif

Kesimpulan
Jika Anda memiliki dana besar, maka Anda dapat bernegosiasi dengan bank untuk memberi Anda suku bunga deposito yang lebih besar. Dan pilihan untuk reksadana pasar uang lebih ditujukan pada calon investor yang memiliki dana terbatas di setiap bulannya namun tetap ingin berinvetasi. Semoga bermanfaat.

Kamu pilih yang mana? Vote sekarang dan lihat hasil survey yang jadi selera pembaca lainnya:

Deposito vs Reksadana

VS
Loading...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *