Finance

Pilih Mana: Deposito atau Saham?

Kedua pembahasan ini merupakan instrumen investasi yang dapat Anda gunakan untuk mencapai rencana keuangan Anda, namun pilih mana: deposito atau saham? Sebelum kita membahas perbandingan antara deposito dan saham, mari kita simak pemahaman masing-masing instrumen ini. Pada prinsipnya, investasi adalah mengharapkan keuntungan dari penempatan dana. Jika harganya turun, maka itu bukanlah investasi. Karena itu pembelian barang elektronik atau mobil bukanlah investasi. Karena harga barang elektronik dan mobil bekas cenderung turun.

Apa itu Deposito?

Deposito merupakan simpanan di bank dimana penyetoran dan penarikan hanya dapat dilakukan pada waktu-waktu tertentu. Bunga yang ditawarkan di deposito relatif lebih tinggi, namun bila deposito diambil sebelum jangka waktu akan dikenakan sanksi. Berbeda dengan tabungan yang dapat ditarik setiap saat. Biasanya deposito disimpan sampai jangka waktu tertentu bisa diambil atau ditarik. Tentunya deposito memberikan bunga lebih besar daripada rekening tabungan. Semakin besar jumlahnya dan semakin lama Anda menyimpannya, semakin besar bunga. Kelebihan deposito sangat likuid, bisa diambil sewaktu-waktu.

Saat Anda mendeposito dana, ini seumpama dengan Anda meminjamkan dana kepihak bank untuk memutar uang tersebut yang nantinya bank akan membayar Anda dalam bentuk bunga yang jumlahnya telah ditetapkan oleh bank yang dipilih.

Jenis-Jenis Deposito

1. Sertifikat Deposito
Deposito ini bisa diterbitkan atas unjuk dalam bentuk sertifikat. Keunggulannya sertifikat deposito yang diterima bisa dipindahtangankan sehingga dimungkinkan melakukan penjualan dan pembelian sertifikat deposito. Jual beli ini bahkan tidak dilarang oleh hukum karena masih legal dan sah. Selain itu, ada juga persyaratan sertifikat deposito yang dinegosiasikan dan tidak dinegosiasikan. Keduanya memiliki perbedaan mendasar. Sertifikat deposito yang dinegosiasikan dapat dijual sebelum jatuh tempo oleh pembeli deposito asli, sementara deposito yang tidak dinegosiasikan hanya pembeli asli yang dapat mencairkannya. Intinya, sertifikat deposito dapat dipindahtangankan atau diperjualbelikan dan hal ini tidak dilarang.

2. Deposito Berjangka
Jenis deposito ini memiliki periode waktu yang bervariasi mulai dari satu bulan, tiga bulan, enam bulan, dan seterusnya. Jangka waktu paling lama dari deposito ini umumnya mencapai dua puluh empat bulan, tergantung pada bank yang menawarkan deposito. Deposito berjangka ini memiliki dua sistem yang sering digunakan, yaitu Automatic Roll Over dan Deposito Non Automatic Roll Over.

Automatic Roll Over adalah deposito yang akan otomatis diperpanjang oleh bank jika masa berlaku telah habis tetapi belum dicairkan oleh nasabah. Perpanjangannya sama dengan jangka waktu deposito sebelumnya, tetapi dengan suku bunga saat ini atau floating rate. Sementara Deposito Non Automatic Roll Over adalah tidak akan otomatis diperpanjang jika jangka waktu sudah habis. Namun, dana tidak akan terpotong melainkan mengendap direkening itu sebagai tabungan biasa.

3. Deposito On Call
Deposito on call biasanya dikhususkan untuk jumlah simpanan yang cukup besar dan masing-masing bank biasanya berbeda-beda. Jumlah setoran minimum bisa sampai 50 juta keatas. Berbeda dengan deposito pada umumnya, jenis deposit on call sebenarnya memiliki jangka waktu yang relatif singkat, minimal tujuh hari dan maksimal kurang dari satu bulan. Meski jumlahnya sudah ditentukan, Anda tetap bisa bernegosiasi dengan bank untuk mencapai kesepakatan bersama. Baca juga Pilih Mana: Deposito Syariah atau Konvensional?

Apa itu Saham?

Saham adalah surat berharga (sekuritas) yang menunjukkan bagian kepemilikan atas suatu perusahaan. Jika Anda membeli saham ini berarti Anda membeli sebagian dari kepemilikan perusahaan tersebut. Anda berhak atas keuntungan perusahaan dalam bentuk dividen, jika perusahaan menghasilkan keuntungan, beberapa akan didistribusikan kepada pemegang saham dalam bentuk dividen. Selain dividen, Anda juga bisa mendapatkan keuntungan dari kenaikan harga saham. Sementara jika perusahaan Anda merugi, dividen tidak dibagikan dan harga saham juga cenderung turun.

Jenis-Jenis Saham

1. Jenis Saham dari Segi Cara Peralihannya

– Saham Atas Nama (Registered Stocks)
Saham atas nama pemegang saham jelas tertulis di atas kertas saham dan cara peralihannya juga harus melalui prosedur tertentu.

– Saham Atas Unjuk (Bearer Stocks)
Saham tersebut tidak tertulis nama pemiliknya. Ini bertujuan agar mudah dipindahtangankan dari satu investor ke investor lainnya. Banyak investor yang memiliki saham ini dengan tujuan memang untuk bisa diperjualbelikan.

2. Jenis Saham dari Segi Kemampuan dalam Hak Tagih atau Klaim

– Saham biasa (Common Stocks)
Jenis saham ini memiliki karakteristik untuk dapat mengklaim kepemilikan atas semua pendapatan dan aset yang dimiliki oleh perusahaan. Namun, pemilik atau pemegang saham jenis ini hanya memiliki kewajiban yang terbatas.

– Saham Preferen (Preferred Stocks)
Jenis saham ini dirancang sebagai kombinasi antara obligasi dan saham biasa. Beberapa investor menyukai jenis saham ini karena bisa menghasilkan pendapatan tetap. Secara umum, ini mewakili kepemilikan saham dan diterbitkan tanpa tanggal jatuh tempo tertulis di lembaran saham tersebut, dan membayar dividen.

3. Jenis Saham dari Segi Kinerja Perdagangan

– Lesser-Known
Jenis saham ini masih memiliki karakteristik pertumbuhan saham (growth stock). Biasanya saham perusahaan lokal dan kurang diminati kalangan emiten.

– Blue Chip Stocks
Saham Ini merupakan jenis yang banyak dipilih oleh investor jenis saham tersebut berasal dari perusahaan yang memiliki reputasi tinggi di industrinya yang memiliki pendapatan tetap dan konsisten dalam membayar dividen.

– Growth Stocks
Jenis saham ini memiliki pertumbuhan pendapatan yang tinggi, sebagai pemimpin di industri sejenis dan dikenal sebagai perusahaan yang memiliki reputasi tinggi.

– Income Stocks
Saham ini menjadi daya tarik bagi investor karena mempunyai keuntungan dalam hal kemampuan membayar dividen lebih tinggi dari rata-rata dividen yang dibayarkan di tahun sebelumnya.

– Speculative Stocks
Saham ini memiliki potensi untuk menghasilkan keuntungan yang tinggi di masa depan, namun tidak dapat secara konsisten memperoleh pendapatan dari tahun ke tahun.

– Counter Cyclical Stocks
Jenis saham ini paling stabil bila kondisi ekonomi bergolak karena tidak terpengaruh oleh kondisi ekonomi makro dan situasi bisnis pada umumnya.

Perbedaan Deposito dan Saham

Produk bank yang ketentuannya diatur oleh masing-masing bank yang bersangkutan ini merupakan produk deposito. Sedangkan saham adalah produk investasi yang diatur oleh masing-masing anggota bursa atau broker tempat bertransaksi saham.

Jika investasi memberikan pertumbuhan nilai, deposito hanya memberikan pertumbuhan nominal. Deposito cenderung memiliki risiko sangat rendah serta nasabah tidak perlu khawatir kehilangan uang namun sayangnya dalam deposito tidak dapat dipindahtangankan melalui sebuah transaksi. Sementara saham, selain memiliki risiko kegagalan tinggi, juga berpotensi kehilangan asetnya sama sekali. Saham tidak menjamin pendapatan tetap. Namun, kelebihan saham berpotensi mendapatkan pendapatan yang tinggi dan bisa diperdagangkan kepada pihak lain.

DepositoSaham
- Simpanan uang yang mengikuti ketentuan bank- Investasi yang diatur oleh anggota bursa atau broker
- Keuntungan berupa bunga yang relatif lebih tinggi- Keuntungan perusahaan dalam bentuk dividen yang besarnya sesuai dengan keuntungan perusahaan
- Produk terbagi menjadi sertifikat deposito, deposito berjangka, deposito on call- Terdapat lebih banyak jenis saham
- Tingkat resiko lebih rendah- Tingkat resiko lebih tinggi

Kesimpulan

Dengan demikian, investasi menjadi salah satu strategi menyimpan dana uang dengan imbal hasil dikemudian hari. Banyak yang memilih deposito karena cenderung lebih aman meskipun tingkat imbal hasil atau bunganya terbilang minim (tidak terlalu besar). Namun, jika Anda adalah orang yang sangat ingin berinvestasi dengan imbal hasil yang besar, pemilihan saham bisa jadi solusi untuk Anda.

Kamu pilih yang mana? Vote sekarang dan lihat hasil survey yang jadi selera pembaca lainnya:

Deposito vs Saham

VS

Leave a Reply