Pilih Mana: Deposito Syariah atau Konvensional?

Loading...

Deposito telah menjadi pilihan banyak masyarakat untuk berinvestasi dalam mengembangkan dana milik sendiri. Selain mudah, keuntungan yang akan didapatkan juga lebih tinggi dan cukup menjanjikan dibanding tabungan biasa. Namun, jika dihadapkan dalam dua pilihan tersebut, pilih mana: deposito syariah atau konvensional yang akan Anda pilih dalam berinvestasi.

Umumnya deposito memiliki jangka waktu tertentu yang mana uang di dalamnya tidak boleh ditarik atau dicairkan oleh nasabah. Deposito dapat dicairkan sesuai dengan tanggal jatuh temponya, biasanya deposito memiliki jatuh tempo satu bulan, tiga bulan, enam bulan, satu tahun dan seterusnya sesuai kesepakatan antara pihak bank dan nasabah. Baca juga Pilih Mana: Deposito atau Emas?

Di Indonesia, deposito yang paling dominan ialah deposito syariah dan deposito konvensional. Jika dilihat dari jumlah nasabah, jumlah nasabah perbankan syariah masih belum maksimal. Menurut data Otoritas Jasa Keuangan (OJK), di tahun 2015, jumlah nasabah bank syariah mencapai 15 juta. Jumlah ini lebih rendah dibandingkan nasabah bank konvensional yang telah mencapai 80 juta.

Pengetahuan yang kurang tentang berbagai produk perbankan syariah merupakan salah satu alasan mengapa minat masyarakat masih rendah. Secara umum produk yang ditawarkan oleh bank syariah sama atau dengan produk bank konvensional lainnya yang sudah dikenal masyarakat. Penerapan akad syariah dalam perbankan syariah inilah yang membuatnya berbeda dari konvensional. Karena jika dilihat lebih jauh, jelas bahwa sistem yang akan dijalankan dengan mengadopsi undang-undang syariah akan jauh berbeda dengan sistem perbankan konvensional. Selain tabungan, deposito syariah merupakan produk yang populer di layanan perbankan syariah.

Mengingat ini adalah produk bank syariah, deposito syariah juga pasti memiliki beberapa perbedaan dengan deposito konvensional. Jika nasabah jeli, mereka tentu bisa mengerti bahwa deposito syariah juga memiliki sejumlah kelebihan yang tidak dimiliki deposito konvensional. Namun keduanya memiliki kesamaan dimana dana di dalamnya hanya dapat ditarik saat jatuh tempo. Dengan kata lain, tidak dapat ditarik setiap saat layaknya sebuah tabungan. Meski begitu, kedua produk deposito ini memiliki kelebihan dan kekurangan masing-masing. Inilah yang perlu diperhatikan bagi calon nasabah yang mencari layanan deposit.

Di bawah ini perbedaan antara deposito syariah atau deposito konvensional

1. Sistem Manajemen Dana
Kedua deposito ini, baik deposito syariah maupun konvensional, akan dikelola dalam bentuk investasi oleh bank sebagai pengelola dana. Ada beberapa hal yang membedakannya, yaitu dalam pemilihan instrumen dan jenis investasi yang akan dilakukan. Karena deposito syariah harus diinvestasikan di berbagai perusahaan investasi atau instrumen yang sesuai dengan hukum syariah.

Hal ini telah diatur secara jelas dalam ketentuan berlaku yang melarang adanya pembiayaan kepada perusahaan yang tidak mengikuti ketentuan syariah terkait beberapa kegiatan, seperti gharar, maisir, dan riba. Ini berarti bahwa deposito syariah memberikan jaminan halal untuk berbagai kegiatan investasi yang dilakukan dengan menggunakan sejumlah dana nasabah.

Sementara di deposito konvensional, hal seperti itu tidak berlaku. Bank memiliki kebebasan untuk memilih jenis investasi sesuai dengan peraturan Pemerintah dan dianggap dapat memberi manfaat bagi kegiatan investasi tersebut.

2. Sistem yang Digunakan
Sesuai dengan namanya, deposito syariah dijalankan dengan menggunakan sistem syariah yang dikenal dengan istilah akad mudharabah. Akad yang digunakan di dalamnya tentu saja disesuaikan dengan fatwa yang ditetapkan oleh dewan syariah. Ini menjadi nilai lebih, terutama bagi mereka yang mengharapkan instrumen investasi yang sesuai dengan ketentuan syariah.

Loading...

Berbeda dengan deposito konvensional yang menerapkan sistem perbankan modern. Semua peraturan dan ketentuan dalam deposito konvensional diatur sedemikian rupa oleh bank dengan mengikuti peraturan dan undang-undang yang berlaku.

Perbedaan manajemen ini jelas akan menyebabkan sejumlah perbedaan dari berbagai prosedur dan perhitungan berbeda antara deposito konvensional dan deposito syariah. Karena keduanya dijalankan dengan aturan tersendiri.

3. Imbal Hasil dan Resiko
Dalam deposito syariah, nasabah akan mengembalikan investasi mereka dalam bentuk sistem bagi hasil. Jika investasi berjalan dengan baik, imbal hasil juga akan maksimal. Namun, jika kinerja investasi memburuk, imbal hasil deposito syariah juga akan berkurang. Dari satu sisi, ini bisa bermanfaat bagi nasabah. Di sisi lain, nasabah juga memiliki beberapa resiko fluktuasi.

Hal seperti ini tidak berlaku pada deposito konvensional. Karena imbal hasil ke nasabah akan ditentukan sebelumnya dan sudah pasti. Pada dasarnya, deposito konvensional telah menetapkan bunga deposito (interest) sejak awal. Hal ini biasanya diatur dalam bentuk persentase. Jadi, apapun investasi yang dilakukan pihak bank terhadap sejumlah dana deposito nasabah tertentu, tidak akan mempengaruhi jumlah pendapatan yang akan diperoleh nasabah atas investasi yang dilakukan dalam deposito konvensional.

4. Biaya Penalti
Biaya penalti adalah sejumlah biaya yang dibebankan oleh pihak bank kepada nasabahnya jika sewaktu-waktu nasabah melakukan pencairan deposito sebelum tanggal jatuh tempo. Beberapa biaya ini tidak diketahui dalam deposito syariah. Karena bagi bank syariah tidak menerapkannya kepada nasabahnya. Nasabah deposito syariah yang menarik dana lebih awal sebelum jatuh tempo hanya akan dikenai biaya administrasi tertentu sesuai dengan pernjanjian yang disepakati sejak awal.

Ini berbeda dengan deposito konvensional. Karena hampir semua bank menerapkan persentase tertentu dari biaya penalti kepada nasabahnya. Jumlahnya bervariasi mulai dari 0,5% sampai 2%. Tidak hanya itu, penarikan awal ini juga bisa disertai dengan pengurangan jumlah bunga (imbal hasil investasi) atau bahkan penghapusan bunga sekaligus (tergantung kebijakan bank). Jika Anda melihat kenyataan ini, jelas deposito konvensional akan berpotensi merugi.

5. Perhitungan Bunga
Saat membahas investasi, tidak lengkap jika tidak membahas bunga yang akan didapat nasabah. Deposito syariah tidak mengenal sistem bunga (riba). Deposito syariah menerapkan sistem bagi hasil, jumlah pendapatan yang akan didapat nasabah pada deposito syariah pasti akan berubah, sesuai dengan hasil investasi yang dikelola oleh bank atas dana tersebut.

Dalam investasi konvensional, tingkat suku bunga ini telah ditentukan sejak awal dalam jumlah persentase tertentu. Kinerja pasar dan berbagai resiko yang harus dihadapi oleh bank tidak akan mempengaruhi besarnya pendapatan bunga yang akan diperoleh nasabah yang memiliki deposito konvensional.

6. Hubungan Nasabah dengan bank
Salah satu perbedaan yang paling mencolok, tidak seperti bank konvensional, adalah bahwa hubungan antara bank dan nasabah hanya sebatas hubungan antara kreditur dan debitur. Sementara bank syariah, hubungan antara bank dengan nasabah sebagai pengelola dana dan penyandang dana atau shabibul mal dan mudharib.

Pilih Mana: Deposito Syariah atau Konvensional?

Deposito Syariah Deposito Konvensional
- Jaminan halal untuk berbagai kegiatan investasi- Bebas memilih jenis investasi sesuai dengan peraturan pemerintah
- Menggunakan sistem akad mudharabah- Menggunakan sistem perbankan modern
- Imbal hasil ke nasabah disesuaikan dengan naik turunnya kinerja investasi- Imbal hasil ke nasabah akan ditentukan sebelumnya dan sudah pasti besarannya
- Hubungan antara bank dan nasabah disebut pengelola dana dan penyandang dana (shabibul mal dan mudharib)- Hubungan antara bank dan nasabah disebut kreditur dan debitur

Kesimpulan
Intinya, baik deposito syariah maupun deposito konvensional, keduanya memiliki kelebihan masing-masing. Jika Anda memilih di antara keduanya, langkah pertama yang harus Anda lakukan adalah menentukan tujuan dari deposito. Jika Anda telah terbiasa mengelola keuangan dan tidak merasa ada masalah dengan resiko yang tinggi, deposito konvensional dengan investasi dan pendapatan bunganya lebih cocok untuk Anda. Namun, jika Anda ingin pengelolaan keuangan yang halal sesuai dengan prinsip syariah, baiknya Anda memilih deposito syariah.

Kamu pilih yang mana? Vote sekarang dan lihat hasil survey yang jadi selera pembaca lainnya:

Deposito Syariah vs Konvensional

VS
Loading...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *