Finance

Pilih Mana: Ethereum atau IOTA?

Bisa bertransaksi dengan mudah antar dunia tentu saja menjadi manfaat tersendiri untuk beberapa orang. Ya, itu adalah cryptocurrency yang merupakan koin digital sebagai mata uangnya. Dengan begitu kita tidak perlu repot-repot lagi untuk menukarkan uang terlebih dahulu ke bank. Salah satu contoh cryptocurrency yang cukup terkenal yaitu Ethereum dan IOTA.

Ethereum dan IOTA sendiri memiliki selisih 1 tahun berdiri, yang mana Ethereum di dirikan pada tahun 2014 dan IOTA satu tahun setelahnya, yaitu pada tahun 2015. Keduanya sama-sama platform digital yang memiliki kelebihan yang menguntungkan untuk para pemakainya.

Jika ada kelebihan, tentu saja ada kekurangan. Ya, kedua platform terkenal ini tentu memiliki beberapa kekurangan yang cukup beresiko. Pembahasan mengenai Ethereum dan IOTA akan dibahas lebih lanjut dalam artikel ini. Scroll down guys!

Ethereum

Ethereum diciptakan pada tahun 2014 oleh Vitalik Buterin, salah satu pengembang Bitcoin dari tahun 2011 hingga 2013. Pada saat Buterin mengembangkan Bitcoin, ia menemukan inovasi kalau mata uang kripto itu mesti dibuat lebih mudah “disesuaikan”, sehingga Bitcoin bisa memiliki peran lebih besar dari cuma dipakai sebagai tempat penyimpanan kekayaan saja.

Ethereum mengadopsi sistem Blockchain yang dipakai mata uang kripto pada umumnya seperti Bitcoin. Blockchain diciptakan pada tahun 2009 bersamaan dengan penciptaan Bitcoin oleh Satoshi Nakamoto, dimana revolusi internet dimulai dengan kode unik yang tidak dapat diubah (kekal).

Blockchain merupakan Buku Besar digital yang terdesentralisasi yang terus mencatat semua transaksi (block) yang dilakukan dari awal teknologi itu dibuat.

Ethereum diciptakan dengan tujuan menciptakan platform di mana Smart Contracts bisa dijalankan. Smart Contracts merupakan kontrak self-executing yang ditulis dalam baris kode dimana kesepakatan yang ada dalam kontrak dapat dilaksanakan secara otomatis.

Smart Contracts memungkinkan pembayaran secara instan tanpa delay, tanpa gangguan, dan tanpa pihak ketiga (perantara) yang dilakukan pada jaringan terdesentralisasi.

Vitalik Buterin menciptakan teknologi Ethereum berbeda dari mata uang kripto seniornya, Bitcoin. Teknologi Ethereum merupakan teknologi Open Source, maksudnya dapat dikembangkan oleh pihak manapun di dunia ini.

Tidak hanya itu, Ethereum memiliki EVM (Ethereum Virtual Machine) yang memungkinkan pengembang dalam mengembangkan serta meluncurkan berbagai aplikasi yang terintegrasi pada jaringan Ethereum sebagai fasilitator transaksinya. Baca juga Pilih Mana: Zcoin atau Dash?

Sejarah Ethereum

Ethereum pertama kali disingkap ke mata publik pada tahun 2014 dalam sebuah whitepaper oleh Vitalik Buterin, pengembang Bitcoin saat itu. Sebab kepercayaan kalau Bitcoin masih sempit penggunaanya, maka Buterin berniat membuat sebuah cryptocurrency yang lebih gampang “disesuaikan”.

Tujuannya yaitu untuk membuat mata uang digital yang tidak hanya berfungsi layaknya Bitcoin, tetapi juga mempunyai fitur smart contract yang bisa dipakai untuk menentukan secara otomatis bila pembayaran dilakukan.

Sebab proyek ini tidak bisa diaplikasikan dalam Bitcoin, maka Buterin menciptakan Ethereum pada tahun 2014 untuk merealisasikan mimpinya.

Kelebihan Ethereum

  • Ethereum Virtual Machine (EVM)
    Merupakan software yang bisa dipakai pengembang untuk menciptakan berbagai aplikasi semudah menciptakan aplikasi berbasis transaksi kripto. Dengan konsep yang ditawarkan, pengembang tidak perlu menciptakan dan mengurus blockchain mereka sendiri.
  • Smart contract
    Transaksi yang dilakukan di blockchain bisa mengeksekusi suatu smart contract lewat berbagai cara, misalnya dengan mengirimkan mata uang digital atau data ke alamat kontrak. Bila berhasil dieksekusi, smart contract itu bisa memproses lebih banyak transaksi atau mengeksekusi smart contracts lainnya
  • Mempunyai reputasi sebagai tim yang solid dan kompeten
    Tim pengembang ethereum juga sudah mempunyai reputasi sebagai tim yang solid dan kompeten dalam meningkatkan stabilitas, keamanan, fungsionalitas, dan skalabilitas blockchain ethereum. Fakta ini memberikan ketenangan untuk para pengembang aplikasi yang akan membuat aplikasi pada ethereum.

Kekurangan Ethereum

  • Kecepatan akses kerap terganggu
    Pengembangan aplikasi diatas platform Ethereum dapat dianalogikan dengan penyewaan jasa web-hosting, kala server down, maka sistem yang bekerja di bawahnya juga tidak beroperasi.
  • Pengembang tidak bisa meningkatkan fungsionalitas
    Pengembang juga tidak bisa meningkatkan fungsionalitas blockchain secara mandiri, sebab mesti berkontribusi secara keseluruhan. Bila mengalami hard- fork( penambang menjalankan protokol yang berbeda secara masif), akan berpengaruh langsung terhadap aplikasi yang dikembangkan.
  • Tiap komputasi membutuhkan ether
    Tiap komputasi membutuhkan ether yang tentu akan semakin boros saat aplikasi pengembang bertambah kompleks dan mengakuisisi basis pemakai yang lebih besar.
SpesifikasiEthereum
DiciptakanVitalik Buterin
Tahun berdiriTahun 2014
Web resmiethereum.org
Pasokan koin90.000.000 koin
Lihat juga:  Pilih Mana: Kartu Debit Visa atau MasterCard?

IOTA

IOTA merupakan salah satu cryptocurrency baru yang menarik atensi. Hal itu disebabkan IOTA tidak memakai teknologi blockchain seperti crypto-crypto yang lain, akan tetapi mereka memakai teknologi yang disebut DAG (Directed Acyclic Graph). Arsitektur rancangan mereka benar-benar revolusioner yang dinamakan Tangle. Tangle tidak mempunyai block, rantai atau penambang.

IOTA Foundation sudah menjalin kerjasama dengan sebagian perusahaan yang sudah mempunyai nama besar seperti Volkswagen, Innogy, Deutsche Telekom, Microsoft dan Fujitsu.

Salah satu hasilnya merupakan CarPass yang memungkinkan jalur audit yang aman, identitas digital dan jaringan pengisian BBM untuk mobil.

Lahirnya teknologi radikal di dunia cryptocurrency yang dipelopori oleh IOTA ini yaitu mencoba mengurai permasalahan mendasar pada blockchain. Misalnya yaitu keterbatasan skala, sulitnya menjaga biaya tetap rendah dan berusaha untuk mempertahankan desentralisasi.

Sejarah IOTA

IOTA didirikan pada tahun 2015 oleh David Sonstebo, Sergey Ivancheglo, Dominik Schiener, serta Dr. Serguei Popov. IOTA diawasi oleh IOTA Foundation, suatu organisasi nirlaba yang berdedikasi buat mengembangkan teknologinya dan mempertahankannya sebagai teknologi bebas lisensi untuk semua pengembang yang ingin ikut serta.

IOTA Foundation sudah menjalin kerjasama dengan Volkswagen serta Innogy untuk mengembangkan CarPass, sebuah teknologi berbasis IOTA yang memungkinkan jalur audit yang aman, identitas digital, dan jaringan pengisian BBM untuk mobil.

Beberapa perusahaan teknologi raksasa juga ikut bergabung dengan IOTA seperti Deutsche Telekom, Microsoft, dan Fujitsu, mereka bergabung dengan IOTA untuk membuka sebuah pasar data baru dengan memakai teknologi IOTA.

Kelebihan IOTA

  • Sangat desentralisasi
    Karena IOTA tidak mempunyai penambang. Tiap peserta dalam jaringan yang melakukan transaksi, berpartisipasi aktif dalam konsensus. Lebih desentralisasi dibandingkan blockchain manapun.
  • Transaksi mikro
    Untuk pertama kalinya, transaksi dengan ukuran mikro dan nano bisa dimungkinkan terjadi sebab arsitektur IOTA Tangle yang unik. Perihal ini memberikan para pengembang seperangkat alat anyar untuk implementasi IOT pada aplikasi bisnis mereka. Sehingga, para pelaku bisnis atau perusahaan yang enggan memakai Bitcoin karena biaya transaksinya yang semakin mahal, bisa beralih memakai IOTA, sebab biaya transaksi nol (0).
  • Transfer data
    Data Transfer merupakan fitur inti pada IOTA, yakni kemampuan untuk mentransfer data melalui Tangle. IOTA memberikan pilihan kepada para developer serta pemakai untuk membuat saluran komunikasi yang aman dan ter- autentikasi antar perangkat. Semua data yang ditransfer lewat IOTA Tangle sepenuhnya ter-autentikasi dan bisa dilakukan dengan mudah.

Kekurangan IOTA

  • Belum ada smart contract
    Ini belum ada untuk IOTA, dan ini merupakan kelemahan besar untuk pengembang. Bahkan, kurangnya smart contract akan jadi penghambat jika kamu mau membuat segala jenis Aplikasi Terdesentralisasi atau “DApp” dengan IOTA.
  • Kurang populer
    IOTA sendiri kurang populer dikalangan cryptocurrency, berbeda dengan pesaingnya seperti Ethereum, Bitcoin dan lain sebagainya. Tentu itu akan berpengaruh juga dengan calon pemakainya yang akan bergabung.
  • Transaksi tidak bisa dibatalkan
    Apabila terjadi kesalahan transaksi, maka dana yang dibayarkan sudah tidak dapat kembali kepada pengirim. Tidak ada cara untuk membatalkan transaksi yang telah dikonfirmasi ke dalam blockchain.
SpesifikasiIOTA
DiciptakanDavid Sonstebo, Sergey Ivancheglo, Dominik Schiener, dan Dr. Serguei Popov
Tahun berdiriTahun 2015
Web resmiiota.org
Pasokan koin2,779,530,283 koin

Pilih Mana: Ethereum atau IOTA?

Ethereum IOTA
Kelebihan- Ethereum Virtual Machine (EVM) - Smart contract - Mempunyai reputasi sebagai tim yang solid dan kompeten - Sangat desentralisasi - Transaksi mikro - Transfer data
Kekurangan- Kecepatan akses kerap terganggu - Pengembang tidak bisa meningkatkan fungsionalitas - Tiap komputasi membutuhkan ether - Belum ada smart contract - Kurang populer - Transaksi tidak bisa dibatalkan

Kesimpulan

Setelah kita mengetahui detail dan beberapa kelebihan kekurangan dari Ethereum dan IOTA, maka dapat disimpulkan bahwa kedua platform terkenal ini cukup memiliki profit yang menjajikan untuk para pemakai dan calon pemakainya. Tentukan platform andalan kamu sesuai dengan selera kamu ya guys. Semoga bermanfaat.

Kamu pilih yang mana? Vote sekarang dan lihat hasil survey yang jadi selera pembaca lainnya:

Ethereum vs IOTA

VS

Leave a Reply