Elektronik

Pilih Mana: Fujifilm X-T30 atau Sony a6500?

Fujifilm X-T30 atau Sony a6500 termasuk kamera mirrorless kelas menengah yang ditujukan kepada fotographer ataupun content creator. Kedua kamera ini mempunyai performa dan dari segi body juga terlihat perbedaannya yang akan kita ulas lebih lanjut pada artikel di bawah ini.

Fujifilm X-T30

Saat ini, mirrorless dengan sensor full frame menjadi pusat perhatian di dunia kamera. Di tengah persaingan kamera full-frame, Fujifilm tidak ikut-ikutan mengeluarkan kamera full-frame dan tetap fokus pada sistem APS-C mereka sambil terus mengembangkan mirrorless medium format. Baca juga Pilih Mana: Fujifilm X-T30 atau Fujifilm XT3?

Setelah tahun lalu mirrorless flagship Fujifilm X-T3 sukses, seperti biasanya mereka juga menurunkan sebagian besar teknologinya ke mirrorless kelas menengah Fujifilm X-T30. Terutama kemampuan merekam videonya, yang sangat menunjang para pembuat video content creator atau videografer profesional menjatuhkan pilihannya pada kamera satu ini.
Harga Fujifilm X-T30 sendiri dibanderol dengan harga Rp14.000.000 untuk body only, Rp.16.000.000 dengan lensa XC 15-45mm, dan Rp19.000.000 dengan lensa XF 18-55mm.

Desain Fujifilm X-T30

Fujifilm X-T30 juga mewarisi desain yang khas dan ikonik. Unit yang saya review berwarna charcoal silver yang kental dengan nuansa retro.Dimensi body kameranya tergolong compact, terasa klop dalam genggaman tangan meskipun ukuran grip-nya agak kecil.

Build quality-nya sendiri finishing-nya sangat baik, hampir semua bagian sasisnya terbuat dari material logam – termasuk tiga roda kontrol di pelat atas. Pada beberapa bagian seperti samping dan depannya memang ada juga yang dari bahan plastik. Sementara, bagian belakang dan grip-nya telah berlapis karet untuk memperkuat cengkraman.

Performa Fujifilm X-T30

FUJIFILM X-T30 dapat memotret secara berkesinambungan hingga 8 jepretan per detik dalam resolusi penuh ketika menggunakan pilihan rana mekanis, dan mendukung pemotretan berkesinambungan hingga 30 jepretan per detik, Saat pilihan rana elektronik.
Kinerja teknologi pendeteksi mata dan wajah yang disematkan pun juga lebih ditingkatkan dari model sebelumnya. FUJIFILM X-T30 dapat mempertahankan fokus yang akurat pada orang-orang dari depan atau samping saat pengambilan foto .

Fokus otomatis dapat mendeteksi mata membuat pengambilan gambar wajah lebih mudah di fokuskan walaupun objek wajah tersebut sedang bergerak, sangat bermanfaat sekali bila kita akan memotret anak kecil yang aktif bergerak.

Ketika ada beberapa wajah saat pengambilan gambar , anda dapat memilih orang tertentu pada panel monitor layar sentuh sehingga pengaturan fokus otomatis dan eksposur dioptimalkan untuk subjek wajah itu. fungsi ini membuat alat ini sempurna ketika memotret foto dalam ramai kerumunan atau memotret orang tertentu dalam kerumunan yang ramai.

Fujifilm X-T30 memiliki fitur perekaman video dengan kualitas 4K yang sangat baik. Sebenarnya kamera ini merekam dalam mode 6K (6240×3510) untuk kemudian di proses secara digital yang menghasilkan kualitas yang menakjubkan dalam standar 4K (3810×2160). Kamera juga mendukung format DCI (17:9), yang memberikan tampilan sinematis yang pada video yang Anda ambil.

Fujifilm X-T30 mengadopsi perekaman suara resolusi tinggi tanpa memerlukan aksesori tambahan. Yang paling penting teknologi pendeteksi mata dan wajah pun tersedia saat pengambilan video , sehingga lebih mudah bagi kita memfokuskan video ke orang-orang yang akan kita ambil sebagai objek video.

Sony a6500

Sony menawarkan peningkatan kemampuan di A6500 untuk mengoreksi pitch, yaw, horizontal, vertical dan roll movement (namanya juga 5-axis). Sony juga mengklaim shutter speed 5 stop yang ada di seri ini akan memberikan keuntungan pada fotografer.

Tambahan yang menonjol kedua adalah adanya layar sentuh yang absen dari A6300. Sekarang anda hanya perlu melakukan satu tap untuk melihat lebih fokus di Live View saat mereview hasil pemotretan di layar sentuh. Adjusment poin fokus juga lebih cepat.

Lihat juga:  8 Mesin Jahit Terbaik 2020

Layar sentuh itu pun bisa diturunkan hingga 45 derajat dan diputar 90 derajat. Dilengkapi juga Touch Pad yang memungkinkan anda swipe jari untuk mengubah titik fokus. Layar ini juga membantu saat anda memotret melalui viewfinder elektronik.

Desain Sony a6500

Sony Alpha A6500 sendiri memiliki bodi seberat 453 gram yang terbuat dari campuran magnesium. Bodi kokoh ini menyokong tombol shutter yang lebih besar sehingga tidak terlalu goyang untuk menjepret. Selain itu Sony memperbesar pegangan di A6500 serta lubang intip yang lebih lembut untuk di mata.

Grip yang lebih besar itu otomatis membuat fotografer yang memiliki telapak tangan besar jadi lebih mantab saat memegang bodi kamera. Desain menu di A6500 juga lebih efisien tapi tampilan antarmuka (interface) tidak jauh beda dengan A6300.

Ditambah lagi, kemampuan baru A6500 yaitu shutter yang lebih tinggi daya tahannya hingga 200 ribu actuations. Sony masih memberikan system tahan debu dan kelembaban di A6500 sehingga bandel di berbagai medan. Untuk pemasangan lensa juga dipastikan lebih kuat dan secure.

Performa Sony a6500

Kamera Sony a6500 mampu menghasilkan 307 foto JPEG hanya dalam 35 detik menggunakan mode Hi Continuous drive dan juga Kemampuan coverage ISO yang ditawarkan pun lebih luas mulai dari 100 hingga 51.200 tanpa proses penjepretan yang cepat.

Kamera baru Sony Alpha ini tidak hanya mahir dalam memotret tapi juga bagus untuk merekam video. Sama seperti A6300, seri terbaru ini bisa merekam video dengan kualitas 4K (3840 x 2160) disertai full sensor area untuk menghindari cropping. Jika kalian memilih format 35mm maka kamera ini bisa juga lho menangkap video 6K dengan hasil akhir 4K.

Tentunya kualitas 4K lebih memuaskan dengan tingkat detail dan kedalaman sangat tinggi.
Untuk fitur yang baru di perekaman video tidak banyak berbeda sebenarnya, namun A6500 senang memiliki mode baru bernama “Slow and Quick”. Gunanya untuk merekam video kecepatan 1fps hingga 120fps. Selain itu ada juga lebih dari 8 pilihan kecepatan dan hasil perekamannya lebih halus..

Sistem Hybrid AF juga bisa diaktifkan selama perekaman video dan A6500 tetap memiliki kemampuan A6300 untuk menangkap high-bit-rate 100Mbps 4K movies dan konten high-speed 120fps Full HD.

Pilih Mana: Fujifilm X-T30 atau Sony a6500?

Fujifilm X-T30 Sony a6500
Kelebihan - Cakupan AF menjangkau seluruh area foto - Video log - Mendukung video 10 bit 4:2:2- Desain, compact dan pas di tangan - Kualitas video, mampu merekam video 4K - Fitur 5-axis IBIS, untuk menstabilkan gambar
Kekurangan- Video 4K 30 fps, belum 60 fps seperti X-T3 - Layar sentuh masih tilting ke atas-bawah, belum ke samping - Daya battery yang kecil hanya dapat mengambil gambar 350 shots - Fitur LCD masih terbatas

Kesimpulan

Fujifilm X-T30 atau Sony a6500 mempunyai keunggulan dan kekurangannya masing-masing oleh sebab itu dapat anda pilih sesuai dengan kebutuhan dan keperluan yang ingin didapatkan dari sebuah kamera yang akan beli. Karena kedua kamera di atas performa dan desainnya sangat ciamik.

Kamu pilih yang mana? Vote sekarang dan lihat hasil survey yang jadi selera pembaca lainnya:

Fujifilm X-T30 VS Sony a6500

VS

Leave a Reply