Kesehatan

Pilih Mana: Ibuprofen atau Naproxen?

Ibuprofen dan naproxen keduanya adalah obat antiinflamasi nonsteroid (NSAID) . Anda mungkin mengenal mereka dengan nama merek paling populer: ibuprofen dan naproxen. Obat-obatan ini hampir sama dalam berbagai manfaatnya karena dapat meredakan nyeri, demam, flu, peradangan.

Jadi Anda bahkan mungkin bertanya-tanya diantara keduanya mana yang lebih tepat untuk Anda. Lihatlah perbandingan pada artikel di bawah ini untuk mendapatkan informasi yang lebih baik mana yang mungkin lebih baik untuk Anda.

Ibuprofen

Ibuprofen termasuk jenis obat antiinflamasi nonsteroid. Obat ini dapat meredakan rasa sakit ringan hingga menengah, serta mengurangi peradangan. buprofen tersedia dipasaran baik dalam bentuk generik maupun merek serta dikombinasikan dengan bahan obat lainnya. Berikut berberapa merek obat dengan kandungan Ibuprofen: Anafen, Axofen, Brufen, Bufect, Etafen, Farsifen, Lexaprofen, Ostarin, Pamol, Profen, Prosic, Zantarin.

Ibuprofen bekerja dengan cara menghambat enzim yang berperan dalam produksi prostaglandin. Prostaglandin merupakan senyawa yang dilepaskan tubuh yang menyebabkan peradangan dan rasa sakit. Baca juga Pilih Mana: Ibuprofen atau Paracetamol?

Perlu diperhatikan bahwa obat ini hanya dapat mengurangi gejala, tetapi tidak menyembuhkan penyakit penyebabnya.

Fungsi ibuprofen adalah untuk mengobati berbagai kondisi seperti:

  • Demam
  • Peradangan pada tubuh
  • Sakit kepala
  • Sakit gigi
  • Sakit punggung
  • Artritis
  • Artritis
  • Influenza dll

Fungsi ibuprofen secara umum adalah untuk mengatasi tiga kondisi berikut:

1. Nyeri
yang disebabkan oleh penyakit atau kondisi tertentu seperti sakit kepala, peregangan otot, sakit gigi, dan nyeri haid (dismenore) serta trauma akibat luka atau operasi.

2. Demam
 Ibuprofen juga dapat mengurangi suhu tubuh yang tinggi.

3. Peradangan
Beberapa kondisi atau penyakit yang gajalnya berupa peradangan seperti pada arthritis rheumatoid dan osteoarthritis dapat diringankan oleh obat ini.

Cara mengonsumsi Ibuprofen dengan Benar

Ibuprofen dalam bentuk oral sebaiknya dikonsumsi sesudah makan atau dengan segelas susu untuk mengurangi efek sampingnya.

Pastikan untuk mengurangi rokok serta konsumsi minuman keras karena dapat meningkatkan risiko efek samping perdarahan pada lambung.

Jika Anda lupa menggunakan ibuprofen, disarankan untuk segera melakukannya jika jadwal penggunaan berikutnya tidak terlalu dekat. Jika sudah dekat, abaikan dan jangan menggandakan dosis.

Kelebihan Ibuprofen

  • Banyak tersedia di beberapa obat
    Ibuprofen tersedia dipasaran baik dalam bentuk generik maupun merek serta dikombinasikan dengan bahan obat lainnya. Berikut berberapa merek obat dengan kandungan Ibuprofen: Anafen, Axofen, Brufen, Bufect, Etafen, Farsifen, Lexaprofen, Ostarin, Pamol, Profen, Prosic, Zantarin.
  • Mampu mengatasi demam tinggi dan flu
    Kelebihan yang banyak orang tau dari ibuprofen yaitu. dapatmengatasi masalah atau penyakit seperti demam dan flu berat. Dimana jika Anda mengkonsumsi Ibuprofen ini paling tidak 3 kali dalam sehari dan digunakan dalam beberapa hari kemungkinan besar demam akan cepat turun dan flu mulai berkurang.
  • Dapat untuk meredakan berbagai penyakit
    Mungkin sebagian banyak orang mengetahui bahwa Ibuprofen hanya bekerja sebagai obat untuk demam dan flu saja. Kali ini Anda akan mengetahui bahwa Ibuprofen juga bekerja sebagai obat antiinflamasi nonsteroid, maksudnya adalah bahwa obat ini juga berfungsi untuk nyeri otot dan sendi, migrain, nyeri menstruasi, sakit gigi, serta nyeri setelah operasi.

Kekurangan Ibuprofen

  • Tidak dianjurkan untuk ibu hamil dan menyusui
    Mengonsumsi ibuprofen selama 3 bulan usia kehamilan diketahui dapat membahayakan janin. Karena itu jika sedang hamil, Anda tidak boleh mengonsumsi obat ini tanpa terlebih dulu konsultasi dengan dokter. Dan sebaiknya konsultasikan juga apabila Anda sedang menyusui bayi.
  • Dapat terjadinya alergi
    Di setiap kelebihan suatu obat maka akan ada kekurangan di sampingnya, tidak terkecuali dengan obat Ibuprofen ini.  Reaksi dermatologis diantaranya kulit lebih sensitif terhadap paparan cahaya yang dapat berakibat fatal, dapat terjadi selama pemakaian ibuprofen meskipun kejadian ini sangat jarang. Pengobatan harus dihentikan jika tanda – tanda seperti ruam atau hipersensitivitas muncul.
  • Tidak cocok bagi penderita maag
    Dikarenakan efek samping terhadap lambung, berhati hati dalam memberikan Ibuprofen pada penderita maag, gastritis, tukak lambung karena bisa memperburuk kondisi bahkan bisa sampai menyebabkan perdarahan saluran cerna pada pemakaian jangka panjang.

Naproxen

Naproxen merupakan obat dengan fungsi untuk mengurangi rasa sakit misalnya sakit kepala, nyeri otot, tendonitis, sakit gigi, dan kram menstruasi. Obat ini juga membantu mengurangi rsa nyeri, bengkak, dan sendi kaku yang disebabkan oleh arthritis, bursitis, dan serangan asam urat. Ini obat ini dikenal sebagai obat anti-inflamasi nonsteroid (NSAID). Ia bekerja dengan menghambat produksi zat tertentu yang menyebabkan peradangan dalam tubuh.

Lihat juga:  Pilih Mana: Muesli atau Oatmeal ?
Jika Anda sedang menyembuhkan penyakit kronis seperti arthritis, tanyakan kepada dokter Anda mengenai perawatan non-obat dan/atau menggunakan obat lain untuk mengobati rasa sakit Anda. Lihat bagian Peringatan.

Naproxen diperuntukan untuk obat yang mengurangi gejala nyeri, bengkak, dan kemerahan akibat peradangan yang dapat disebabkan oleh sejumlah kondisi seperti:

  • Penyakit asam urat.
  • Rheumatoid arthritis dan juvenile arthritis.
  • Ankylosing spondylitis.

Cara mengonsumsi Naproxen dengan benar

Minumlah obat ini sesuai dengan yang diarahkan oleh dokter Anda, biasanya 2 atau 3 kali sehari dengan segelas air (8 ons/240 mililiter). Jangan berbaring setidaknya selama 10 menit setelah minum obat. Untuk mencegah sakit perut, minum obat ini beserta makanan, susu, atau antasida.

Obat ini disarankan untuk dikonsumsi saat makan atau segera setelah makan.

Bagi lansia, disarankan untuk rutin memeriksakan diri ke dokter selama mengonsumsi naproxen, agar kondisi kesehatan dapat terus terpantau.

Usahakan untuk mengonsumsi naproxen pada jam yang sama setiap harinya agar hasil pengobatan maksimal. Pastikan ada jarak waktu yang cukup antara satu dosis dengan dosis berikutnya.

Simpan naproxen di tempat yang sejuk, kering, dan terhindar dari paparan sinar matahari langsung, serta jauhkan dari jangkauan anak-anak.

Kelebihan Naproxen

  • Dapat digunakan untuk meredakan arthritis 
    untuk meredakan gejala arthritis (baik osteoarthritis, rheumatoid arthritis, ataupun arthritis pada anak-anak) seperti peradangan, bengkak kaku, dan nyeri sendi.
  • Dapat mengobati nyeri ringan sampai sedang
    Obat ini juga dapat digunakan untuk mengobati nyeri ringan sampai sedang, termasuk encok akut dan kondisi menyakitkan lainnya seperti bursitis, tendonitis, atau kram menstruasi. Obat ini hanya tersedia dengan resep dokter dalam sediaan tablet dan larutan.
  • Dapat dikonsumsi anak sampai lansia
    Kelebihan yang terakhir Naproxen ini yaitu dapat digunakan segala usia tetapi batasan anak yang boleh mengonsumsi obat ini yaitu ketika berumur 5  tahun, Namun sebelumnya perlu berkonsultasi ke dokter terlebih dahulu.

Kekurangan Naproxen

  • Dapat menimbulkan alergi 
    Efek samping dari obat Naproxen misalnya demam, sakit tenggorokan, pembengkakan pada wajah atau lidah, rasa terbakar di mata, nyeri kulit, diikuti dengan ruam kulit merah atau ungu yang menyebar (terutama di wajah atau tubuh bagian atas) dan mengakibatkan kulit lecet serta mengelupas.
  • Tidak dapat dikonsumi oleh ibu hamil
    Kekurangan yang lainnya dari Naproxen yaitu, obat ini tidak sembarangan dapat di konsumsi untuk ibu hamil, Jika memang dianjurkan oleh dokter dengan kondisi tertentu mungkin menjadi pengecualian terhadap ibu hamil, Namun, tidak disarankan mengonsumsi sebelum berkonsultasi ke dokter atau anda juga dapat berkondultas secara online di Halodoc.
  • Menyebabkan kantuk
    Setelah mengonsumsi obat ini akan terjadi reaksi kantuk, Oleh karenanya, tidak dianjurkan mengonsumsi obat ini jika ingin mengendara ataupun sedang bekerja.
SpesifikasiIbuprofenNaproxen
Golongan Obat antiinflamasi nonsteroid (NSAID) Antiinflamasi nonsteroid (OAINS)
Kategori Bebas dan resep Obat resep
Dikonsumsi oleh Dewasa dan anak-anak usia di atas 6 bulan Dewasa dan anak-anak di atas 5 tahun
Bentuk Oral, topikal, suntik (intravena) Tablet

Pilih Mana: Ibuprofen atau Naproxen?

IbuprofenNaproxen
Kelebihan- Banyak tersedia di beberapa obat - Mampu mengatasi demam tinggi dan flu - Dapat untuk meredakan berbagai penyakit - Dapat digunakan untuk meredakan arthritis  - Dapat mengobati nyeri ringan sampai sedang - Dapat dikonsumsi anak sampai lansia
Kekurangan- Tidak dianjurkan untuk ibu hamil dan menyusui - Dapat terjadinya alergi - Tidak cocok bagi penderita maag - Dapat menimbulkan alergi  - Tidak dapat dikonsumi oleh ibu hamil - Menyebabkan kantuk

Kesimpulan

Dapat disimpulkan bahwa ibuprofen dan naproxen hampir mirip untuk mengatasi masalah nyeri, Tetapi keduanya tidaklah sama. Misalnya, penghilang rasa sakit dari ibuprofen tidak bertahan selama penghilang rasa sakit dari naproxen. Itu berarti Anda tidak perlu mengonsumsi naproxen sesering yang Anda mau ibuprofen. Perbedaan ini dapat membuat naproxen pilihan yang lebih baik untuk mengobati rasa sakit dari kondisi nyeri yang cukup sakit. Namun, sebelum mengkonsumsi keduanya juga sangat dianjurkan untuk berkonsultasi ke dokter.

Kamu pilih yang mana? Vote sekarang dan lihat hasil survey yang jadi selera pembaca lainnya:

Ibuprofen vs Naproxen

VS