Pilih Mana: Kloset Jongkok vs Duduk?

Loading...

Toilet menjadi salah satu tempat wajib yang paling dibutuhkan manusia. Ketika memasuki toilet, Anda pasti akan melihat kloset yang menjadi area paling krusial dan menjadi pertimbangan sebelum menggunakan toilet tersebut. Saat ini, banyak orang lebih memilih menggunakan kloset duduk dibandingkan model jongkok. Namun banyak juga yang lebih suka menggunakan kloset jongkok daripada model duduk. Kalau Anda, pilih mana: kloset jongkok vs duduk?

Kloset Jongkok vs Duduk

Seperti yang sudah Anda ketahui bahwa dewasa ini banyak sekali kantoran, mall, rumah sakit, dan lainnya yang memasang toilet jongkok untuk memenuhi kebutuhan alamiah banyak orang. Oleh karena itu, tidak salah jika banyak orang yang mendorong perdebatan tentang cara terbaik untuk pergi ke toilet yang memiliki kloset duduk atau berjongkok. Baca juga Pilih Mana: Rak Gantung atau Rak Tempel?

Sementara tidak ada yang mengklaim Anda untuk memanjat dan menaikkan kaki di tempat duduk toilet biasa, ada beberapa bukti yang menyarankan jika berjongkok membuat Anda lebih mudah untuk mengosongkan perut.

Sebenarnya, kloset flush atau duduk pertama kali ditemukan pada abad ke 16 oleh Sir John Harington. Tapi baru pada abad ke-19, kloset duduk tersedia untuk penggunaan massa. Bahkan, sebagian besar dunia barat sudah menggunakan kloset duduk untuk rumah dan fasilitas umum, sementara kloset jongkok lebih disukai di negara berkembang.

Faktor Kesehatan

Jika berbicara soal kloset duduk atau jongkok, pastinya tidak lepas dari perdebatan mengenai kesehatan buang air besar (BAB). Oleh karena itu, kita perlu tahu apa saja dampak penggunaan dua jenis kloset tersebut dari faktor kesehatan dalam BAB. Sebenarnya, proses buang air besar atau defaecation jauh lebih rumit dari yang Anda bayangkan. Pertama, rektum berkontraksi saat mengisi dengan kotoran. Hal ini menyebabkan otot saluran anus menjadi rileks.

Otot puborectalis, yang mengelilingi rektum seperti selempang, biasanya menarik rektum ke depan untuk menciptakan sudut yang rapat (dikenal sebagai sudut anorektal). Selama defekasi, otot puborektalis akan rileks dan sudut anorektal akan melebar.

Dengan posisi jongkok, maka akan memperlebar sudut anorektal lebih jauh lagi sehingga memungkinkan bagian yang lebih jelas dan lurus untuk melewati saluran anus. Mendapatkan closet duduk atau jongkok ini bisa kamu cari di Ace Hardware.

Eksperimen telah dilakukan pada perbedaan antara berjongkok dan duduk. Peneliti dari Israel bernama Dov Sikirov mempelajari 28 sukarelawan yang diminta mencatat berapa lama gerakan usus mereka dan betapa sulitnya usaha mereka untuk BAB.

Relawan duduk di toilet dengan ketinggian yang berbeda (tinggi 42cm dan 32cm) dan juga berjongkok di atas wadah plastik. Mereka merekam data untuk enam gerakan usus berturut-turut di setiap postur.

Waktu rata-rata untuk melewatkan gerakan usus saat berjongkok adalah 51 detik, dibandingkan dengan waktu rata-rata untuk kloset duduk yang lebih rendah dan lebih tinggi yaitu 114 dan 130 detik masing-masing. Peserta itu mengklaim proses BAB lebih mudah saat berjongkok daripada saat duduk.

Sebuah studi di Jepang melakukan tes uji kepada enam sukarelawan yang diminta melepaskan cairan dengan posisi duduk dan jongkok. Mereka difilmkan dengan radiografi langsung dari balik layar.Para peneliti pun menemukan bahwa sudut anorektal memiliki pelebaran lebih besar pada posisi jongkok. Peserta juga mengalami sedikit ketegangan perut saat berjongkok.

Loading...

Namun perlu diketahui, meski jongkok bisa membantu meringankan sembelit kronis, bukan berarti juga dapat menjadi obat mujarab. Faktor lain, seperti diet, olahraga, obat-obatan dan asupan cairan, dapat mempengaruhi frekuensi dan konsistensi gerakan usus.

Manfaat kloset jongkok dan bahaya kloset duduk pun terkadang dilebih-lebihkan. Tidak ada bukti yang cukup kuat untuk menyarankan, misalnya, berjongkok dapat mencegah atau menyembuhkan wasir. Meskipun itu adalah konsep yang menarik, tidak ada data tegas bahwa posisi duduk menyebabkan divertikulosis kolon (kantung di dinding usus besar). Juga tidak ada bukti yang menunjukkan bahwa posisi duduk menyebabkan risiko kanker kolon yang lebih besar.

Beberapa Alasan Kloset Jongkok Lebih Baik dari Kloset Duduk

Dari penjelasan di atas, kami akan bertanya jenis kloset apa yang sering Anda gunakan? Jika Anda sering menggunakan kloset duduk, maka Anda harus mempertimbangkannya lagi. Berdasarkan beberapa penelitian yang sudah dilakukan, penggunaan kloset jongkok lebih disarankan daripada kloset duduk. Kenapa? Berikut ini adalah beberapa kelebihan dari kloset jongkok:

1. Buang Air Besar Lebih Mudah
Dengan menggunakan kloset jongkok akan membuat perut mendapat tekanan secara alami dari otot diafragma, alhasil proses buang air besar menjadi lebih mudah dan tidak perlu mengeluarkan energi ekstra. Namun, hal ini tidak terjadi jika Anda menggunakan kloset duduk karena posisi tubuh 90 derajat, sehingga proses buang air besar harus dilakukan dengan cara mendorong atau mengejan lebih kuat.

2. Membantu Penderita Wasir
Penderita wasir lebih dianjurkan menggunakan kloset jongkok karena dilarang terlalu keras mengejan saat buang air besar. Selain itu, saat menggunakan kloset duduk, tubuh pun akan menekan paha yang menyebabkan aliran darah dari atas ke bawah tubuh dan sebaliknya menjadi terhambat. Jika dilakukan terus menerus, maka wasir bisa memburuk.

3. Mencegah penyakit usus
Dengan kloset jongkok, proses BAB dilakukan secara menyeluruh agar tidak meninggalkan sisa kotoran di usus. Namun, dalam penggunaan kloset duduk ini tidak terjadi karena tekanan yang didapat oleh perut tidak sebesar penggunaan kloset jongkok. Perlu diingat, sisa limbah metabolisme tubuh yang tidak dikeluarkan seiring waktu akan terakumulasi sehingga bisa menyebabkan berbagai penyakit di usus, seperti radang atau kanker usus besar.

4. Latih otot dasar panggul dan lindungi saraf prostat dari kerusakan
Beberapa penelitian menunjukkan bahwa kloset jongkok memiliki keunggulan untuk mempertahankan kekuatan otot panggul yang penting dalam aktivitas seksual. Kemudian, kloset jongkok juga dapat membantu untuk menguatkan otot kandung kemih dan menjaga saraf prostat agar tidak rusak.

5. Lebih aman untuk wanita hamil
Wanita hamil sering mengalami sembelit atau konstipasi dimana kotoran mengeras sehingga lebih sulit dikeluarkan. Maka dari itu, wanita hamil sangat disarankan untuk menggunakan kloset jongkok ketika ingin buang air besar agar tidak terlalu keras mengejan, agar tidak mempengaruhi kondisi janin di rahim.

6. Mencegah penularan penyakit kelamin
Terakhir, bibir kloset duduk adalah tempat favorit untuk pengembangan berbagai jenis bibit penyakit, apalagi jika kloset dipakai oleh banyak orang (seperti di mall). Oleh sebab itu, menggunakan kloset duduk tidak dianjurkan kalau Anda ingin menghindari penularan penyakit kulit dan kelamin. Penyakit biasa yang disebabkan oleh penggunaan kloset duduk antara lain keputihan, infeksi saluran kemih, diare, dan sebagainya.

Pilih Mana: Kloset Jongkok vs Duduk?

Kloset JongkokKloset Duduk
- Sering ditemui di tempat umum dalam keadaan yang basah- Sering ditemui di tempat umum dalam keadaan yang kering
- Lebih bersih dan higienis karena tidak tersentuh langsung dengan kulit bagian belakang- Permukaan dudukan toilet yang sering bersentuhan dengan banyak kulit orang membuatnya menjadi tidak higienis
- Membuat pegal di bagian kaki jika dilakukan dalam durasi yang lama- Membuat nyaman untuk berlama-lama melakukan aktivitas di toilet

Kesimpulan

Meskipun sulit untuk menarik kesimpulan mengingat kurangnya studi jangka panjang antara kedua tipe kloset tersebut, namun kloset jongkok memiliki manfaat yang jelas. Jika Anda memiliki kloset duduk dan ingin mendapatkan beberapa keuntungan dari berjongkok, Anda bisa menggunakan kloset duduk dan bangku kaki yang dimodifikasi, sehingga memungkinkan untuk melenturkan pinggul dan mengangkat kaki Anda.

Kamu pilih yang mana? Vote sekarang dan lihat hasil survey yang jadi selera pembaca lainnya:

Kloset Jongkok vs Duduk

VS
Loading...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *