Masak

Pilih Mana: Mentega atau Minyak?

Minyak digunakan untuk memasak, menggoreng dan menumis. Kegunaan minyak dalam memasak bisa digantikan dengan mentega sebagai pilihan lainnya. Hal ini merupakan hal yang wajar karena memiliki fungsi yang sama, yakni memperlezat masakan. Namun yang kerap jadi perdebatan adalah apa perbedaan dua jenis bahan baku untuk memasak ini dan mana yang lebih sehat untuk digunakan. Dan jenis dan juga manfaat dari keduanya akan kita jelaskan lebih lanjut pada artikel kali ini.. Stay tune ya..

Mentega

Mentega adalah salah satu produk olahan berbahan dasar susu. Untuk mendapatkan mentega, gunakan susu, air, dan minyak. Minyak yang digunakan untuk membuat mentega berasal dari pohon sawit khususnya bagian biji. Tekstur mentega adalah halus. Mentega ini akan mengeras jika didinginkan dan akan mencair jika dipanaskan.

Umumnya mentega yang banyak ditemukan di pasaran berwarna putih pucat. Untuk mendapatkan mentega Anda dapat mencari di pusat perbelanjaan. Berbagai jenis mentega juga banyak beredar di pasaran dari yang merupakan produk lokal hingga produk luar negeri yang memiliki aroma khas ketika digunakan. Baca juga Pilih Mana: Mentega atau Margarin?

Jenis – Jenis Mentega

Salted Butter
Salt jika di translate kedalam bahasa Indonesia berarti asin atau garam, mentega asin ini memang memiliki kandungan garam. Mentega ini merupakan jenis yang paling dikenal luas oleh masyarakat. Mentega ini sering digunakan untuk mengoles roti atau martabak, sebagai salah satu bahan utama pembuat kue, atau biasa juga digunakan untuk menumis dan menggoreng.

Unsalted Butter
Mentega tawar ini tidak memiliki kandungan garam sehingga tidak asin. Akan tetapi, mentega ini tetap bisa digunakan untuk membuat macam-macam sajian kuliner. Jenis mentega unsalted butter ini terbuat dari susu atau krim atau bahkan campuran keduanya. Mentega ini setidaknya mengandung 80% lemak susu, yakni elemen lemak yang terkandung dalam susu dan dipisahkan untuk membuat krim.

Organic Butter
Mentega organik memiliki cara yang berbeda dalam pembuatannya. Para sapi ternak ini tidak diberi antibiotik atau hormon pertumbuhan, makanannya pun rumput organik yang dirawat tanpa pemakaian pestisida atau pupuk sintesis. Mentega organik ini juga tersedia dalam pilihan salted dan unsalted dan dapat digunakan seperti mentega pada umumnya.

Whipped Butter
Dalam mentega ini terdapat kandungan gas atau udara lain seperti nitrogen. Hal ini dapat membuat mentega tersebut kurang memiliki tingkat kepadatan dari jenis mentega biasanya. Tingkat kalorinya pun juga rendah dan teksturnya juga sangat ringan. Mentega ini sangat cocok untuk dioles pada roti bakar, namun kurang cocok untuk jadi olahan kue atau untuk memasak.

European-Style Butter
Jenis mentega ini mengandung banyak lemak susu, yakni sekitar 82% sampai 85%. Teksturnya yang kurang halus, menjadikan kue lebih fluffy ketika diolah. Mentega ini dibuat dari krim fermentasi, European-Style Butter juga dapat digunakan untuk berbagai jenis masakan.

Light Butter
Kalori mentega ini sangat rendah sekitar 50% dibanding mentega biasa. Kandungan lemak susunya sangatlah rendah, yaitu 40%. Lalu, terdapat komposisi lain yang terkandung pada mentega ini seperti air, asam laktis, dan lainnya. Mentega ini tak direkomendasikan untuk membuat kue yang dipanggang atau juga memasak.

Minyak

Menurut Wikipedia Minyak goreng umumnya berasal dari minyak kelapa sawit. Minyak kelapa dapat digunakan untuk menggoreng karena struktur minyaknya yang memiliki ikatan rangkap sehingga minyaknya termasuk lemak tak jenuh yang sifatnya stabil. Selain itu pada minyak kelapa terdapat asam lemak esensial yang tidak dapat disintesis oleh tubuh.Asam lemak tersebut adalah asam palmitat, stearat, oleat, dan linoleat.

Beberapa minyak yang dipakai untuk menggoreng selain minyak kelapa sawit adalah minyak palm kernel, palm olein, palm stearin, dan Tallow Selain itu terdapat juga minyak lain seperti minyak biji anggur, bunga matahari, kedelai, dan zaitun. Minyak-minyak ini kurang cocok apabila digunakan untuk menggoreng namun minyak-minyak ini memiliki kandungan asam lemak yang tinggi dan biasa digunakan sebagai bahan tambahan pada salad dan makanan lainnya.

Jenis – Jenis Minyak

Minyak Avokad
Kaya akan lemak tak jenuh tunggal yang mencapai 70 persen alias yang tertinggi dibanding minyak masak lain. Minyak avokad baik digunakan untuk memasak tapi harganya cukup mahal dan sulit didapat.

Minyak Kanola
Kanola juga mengandung lemak tak jenuh tunggal yang tinggi, yakni sekitar 62 persen, dan lemak tak jenuh ganda 32 persen. Minyak kanola hanya mengandung 7 persen lemak jenuh serta diperkaya lemak omega-3. Dalam sebuah penelitian pada 2013 disebutkan bahwa penggunaan minyak kanola bisa menurunkan kolesterol total dan kolesterol jahat (LDL) sehingga menurunkan risiko penyakit jantung. Minyak kanola bisa digunakan untuk memasak apa saja dan praktis. Harganya pun tak terlalu mahal.

Minyak Kelapa
Minyak kelapa diklaim sebagai alternatif yang lebih baik dari mentega. Warnanya putih dan membeku dalam suhu dingin sehingga lebih mirip mentega dibanding minyak. Banyak konsumen yang tergoda menggunakannya karena pernyataan sehatnya minyak kelapa. Namun melalui berbagai penelitian ditemukan fakta bahwa kandungan lemak jenuh minyak kelapa sangat tinggi, yakni 92 persen, sehingga bisa menaikkan kadar kolesterol dan risiko penyakit jantung.

Minyak Zaitun
Banyak orang yang meniru pola hidup sehat masyarakat di kawasan Mediterania dengan menggunakan minyak zaitun untuk memasak. Jenis yang banyak digunakan adalah extra virgin dan minyak zaitun murni. Minyak extra virgin didapat dari perasan pertama buah zaitun sehingga rasa dan aromanya lebih kuat, serta proses yang lebih sedikit, tapi lebih mahal dibanding jenis minyak zaitun lain.

Minyak Sayur
Dulu, minyak sayur adalah minyak kedelai. Tapi kini campuran dari berbagai jenis minyak. Kandungan lemak tak jenuh ganda minyak kedelai adalah 61 persen, lemak tak jenuh tunggal 24 persen, dan lemak jenuh 15 persen. Minyak kedelai juga mengandung lemak omega-3 sahabat jantung, sama seperti yang ditemukan pada ikan sardin dan salmon. Minyak kedelai tak memiliki rasa dan aroma tertentu.

Minyak Wijen
Minyak wijen biasa digunakan di Asia, terutama India dan Timur Tengah. Kandungan lemak tak jenuh gandanya 46 persen dan lemak tak jenuh tunggal 40 persen sehingga dianggap sebagai kombinasi yang baik. Kandungan lemak jenuhnya hanya 14 persen.

Pilih Mana: Mentega atau Minyak?

MentegaMinyak
Kelebihan - Sumber antioksidan - Kaya akan vitamin K - Menjaga kesehatan jantung dan pembuluh darah, serta melawan kanker- Mengatasi kekurangan vitamin A - Melancarkan aliran darah - Mencegah dan mengurangi risiko penyakit jantung
Kekurangan - Harga yang lebih mahal dibandingkan minyak - Cepat kering- Meningkatkan resiko kanker - Mengandung lemak jahat

Kesimpulan

Dari artikel di atas dapat kita lihat beberapa jenis Mentega dan Minyak dan manfaatnya. Jika kalian memilih Mentega sebagai bahan baku memasak sebaiknya di pantau jumlah penggunaanya karena karena kalau kebanyakan akan menimbulkan efek buruk pada kesehatan tubuh. Dan jika kalian memilih Minyak sebagai bahan baku memasak pilihla jenis minyak yang dari bahan yang lebih sehat seperti minyak zaitun. Semoga bermanfaat!

Kamu pilih yang mana? Vote sekarang dan lihat hasil survey yang jadi selera pembaca lainnya:

Mentega VS Minyak

VS

Leave a Reply