Pilih Mana: Minyak Sayur atau Olive Oil?

Loading...

Minyak Sayur dan Olive Oil atau lebih dikenal dengan Minyak Zaitun adalah bahan yang selalu digunakan di dapur dan banyak digunakan untuk makanan bahkan untuk kesehatan. Dari kedua minyak tersebut terdapat berbagai jenis minyaknya. Disini saya akan menjelaskan mengenai Minyak Sayur serta Olive Oil dan jenis minyak dari keduanya. Yuk, dibaca ya…

Minyak Sayur

Minyak sayur atau dikenal dengan minyak goreng adalah bahan makanan yang banyak digunakan untuk kehidupan sehari- hari. Penggunaan minyak goreng ini sebagai media penggorengan yang bertujuan untuk menjadikan makanan enak dan renyah, meningkatkan cita rasa, perbaikan tekstur dan pembawa rasa. Minyak goreng berasal dari bahan dasar seperti kelapa, kelapa sawit, jagung, kedelai, biji bunga matahari dan lain- lain.

Kandungan utama dari minyak goreng secara umum adalah asam lemak yang terdiri dari asam lemak jenuh(saturated fatty acids) misalnya asam plamitat, asam stearat dan asam lemak tidak jenuh(unsaturated fatty acids) misalnya asam oleat( Omega 9) dan asam linoleat(Omega 6). Baca juga Pilih Mana: Minyak Sayur atau Minyak Kelapa?

Asam lemak tidak jenuh ini yang mempunyai ikatan karbon rangkap, yang mudah terurai dan bereaksi dengan senyawa lain, sampai mendapatkan komposisi yang normal berupa asam lemak jenuh. Komposisi dan kandungan bermacam- macam asam lemak ini yang sangat menentukan kualitas dari minyak goreng.

Banyak merek dan jenis yang beredar dan tidak seluruh jenis bisa digunakan untuk menggoreng. Banyak orang mulai menghindari minyak goreng karena takut efek kurang baik untuk jantung dan kandungan kolesterol darah. Dan minyak sayur memiliki beberapa jenisnya.

Berikut ini adalah beberapa jenis minyak sayur atau minyak goreng yang baik digunakan dan tetap memiliki manfaat untuk kesehatan. Diantaranya adalah:

Canola Oil

Minyak canola saat ini mulai banyak ditemui di beberapa supermarket besar. Minyak canola termasuk minyak nabati yang cukup aman untuk kesehatan. Mengandung omega- 3 yang lumayan tinggi, selain itu asam lemak tidak jenuh tunggalnya juga bisa membantu kamu menjaga kolesterol tetap dalam keadaan normal. Minyak canola dapat dipanaskan hingga suhu 200°C. Lebih dari itu, maka kondisi minyak akan rusak. Minyak canola tidak hanya dapat digunakan untuk memasak, tetapi juga digunakan sebagai dressing salad.

Minyak Wijen

Karakteristik minyak wijen adalah, minyak ini tidak hanya memiliki asam lemak tidak jenuh tunggal tetapi juga polyunsaturated atau yang lebih dikenal dengan asam lemak omega- 6. Titik didih minyak ini lebih tinggi yaitu sekitar 210- 220°C. Minyak wijen biasa digunakan pada campuran makanan untuk menambah rasa menjadi lebih lezat.


Rice Bran Oil

Rice bran Oil adalah salah satu minyak nabati yang mengandung asam lemak tidak jenuh dan memiliki kandungan kolesterol yang rendah. Rasanya ringan, sehingga tidak mempengaruhi masakan, dan titik didih nya cukup tinggi.

Minyak Kacang

Terbuat dari kacang yang disangrai hingga mengeluarkan minyak, dalam satu spatula minyak kacang terdapat sekitar 16 gram lemak tidak jenuh yang sangat baik untuk kesehatan jantung. Ditambah dengan kandungan vitamin E dan mineral lainnya seperti zinc, selenium, magnesium, dan kalium, minyak kacang kaya akan antioksidan yang mampu melawan radikal bebas penyebab kanker.

Loading...

Tetapi, minyak kacang akan mengeluarkan rasa pahit saat dipanaskan sehingga kurang sesuai digunakan untuk menumis dan menggoreng. Minyak kacang sebagai dressing salad merupakan sistem sangat tepat untuk menggunakan minyak kacang

Minyak Sayur tentunya mudah untuk kamu dapatkan. Di toko-toko atau warung terdekat kamu, juga di supermarket seperti Lotte Mart dan di drugstore juga ada seperti Guardian. Dan juga dengan zaman yang semakin maju di online shop jg dijual loh.

Olive Oil

Olive Oil atau Minyak Zaitun adalah minyak alami yang diekstraksi dari buah zaitun. Sekitar 24% minyak zaitun terdiri dari lemak jenuh, omega 6, dan asam lemak omega 3. Tetapi asam lemak paling banyak di dalam minyak zaitun merupakan asam oleat yang sangat sehat. Asam oleat dipercayai dapat membantu mengurangi peradangan.

Olive oil mempunyai lebih banyak lemak baik, dibandingkan dengan minyak kelapa asli. Satu spatula makan minyak zaitun mengandung sekitar 11 gram lemak tidak jenuh tunggal dan 1 gram lemak tidak jenuh ganda. Sementara satu spatula makan minyak kelapa asli memiliki 0, 1 gram lemak tidak jenuh tunggal dan 0,25 gram lemak tidak jenuh ganda.

Bahkan, olive oil dikatakan memiliki 5 sampai 10 kali jumlah lemak baik yang dibutuhkan oleh tubuh. Banyak jenis dari Olive Oil ini, berikut diantaranya adalah:

Minyak Zaitun Asli(Pure Olive Oil)

Jenis minyak zaitun pertama yang akan dibahas adalah pure olive oil atau minyak zaitun asli/ murni. Minyak zaitun berwarna kuning keemasan ini dihasilkan dari proses penyulingan dan secara harga, lebih murah dibanding jenis minyak zaitun lainnya.


Akan tetapi, kandungan nutrisi pada minyak zaitun asli ini tergolong rendah jika dibandingkan dengan jenis- jenis minyak zaitun lainnya. Kegunaan atau khasiat pure olive oil adalah sebagai bahan masak atau penguat rasa pada makanan.

Virgin Olive Oil

Sementara itu, virgin olive oil adalah minyak zaitun yang diolah dengan menggunakan teknik cold press. Virgin olive oil ini mempunyai kandungan keasaman yang tergolong tinggi serta dapat dikonsumsi secara langsung, atau menjadikannya dressing pada salad maupun steak.

Classico Olive Oil

Classico olive oil memiliki warna kekuningan cenderung pekat. Minyak zaitun ini memiliki rasa yang lembut, serta netral sehingga akan cocok dikonsumsi oleh mereka yang tengah berdiet menurunkan berat badan.

Minyak zaitun classico dapat digunakan untuk kegiatan memasak, seperti menggoreng, memanggang, dan menumis dalam suhu maksimal 200°C.

Pomace Olive Oil

Nah, jika minyak zaitun jenis Pomace ini dibuat atau tercipta dari ampas(residu) minyak zaitun yang sudah mengalami ekstraksi. Jadi, saat buah zaitun di- ekstraksi kemudian menghasilkan minyak zaitun, ampas sisanya juga dapat menghasilkan varian minyak zaitun yang lainnya.

Minyak zaitun pomace ini kemudian diproses dengan mencampurkan beberapa bahan kimia, kemudian ditambahkan virgin olive oil untuk memperkuat aromanya. Pomace sering digunakan sebagai bahan kosmetik seperti sabun, shampo, dan lain- lain.

Sama seperti Minyak Sayur, Olive Oil juga mudah untuk kamu dapatkan. Di toko-toko atau warung terdekat kamu, juga di supermarket seperti Lotte Mart dan di drugstore juga ada seperti Guardian. Dan juga dengan zaman yang semakin maju di online shop jg dijual loh.

Pilih Mana: Minyak Sayur atau Olive Oil?

Minyak SayurOlive Oil
Kelebihan - Tidak menimbulkan iritasi - Harga yang murah - Mudah ditemukan di toko- toko seperti minimarket- Mudah ditemukan di toko- toko seperti minimarket - Olive Oil tidak menaikkan berat badan dan dapat mencegah obesitas - Dalam kandungan minyak zaitun terdapat kandungan yang bisa mencegah penyakit jantung
Kekurangan- Dapat berubah menjadi racun jika digunakan lebih dokter 3 kali - Meningkatkan resiko terkena penyakit jika terlalu sering menggunakannya - Membuat tekanan darah tinggi- Menimbulkan alergi berupa gatal kemerahan - Lemak tinggi pada minyak zaitun dapat menimbulkan gangguan pencernaan - Apabila minyak zaitun sudah berubah warna akan berubah bau seperti beraroma tengik

Kesimpulan:

Minyak Sayur dan Olive Oil memiliki berbagai jenis minyaknya yang memang sangat dibutuhkan. Terlebih lagi untuk kebutuhan rumah tangga khususnya untuk memenuhi kebutuhan di dapur untuk makanan juga untuk kecantikan. Minyak Sayur dan Olive Oil memiliki manfaat yang berbeda- beda tetapi fungsinya yang sama adalah untuk menggoreng makanan. Jadi untuk kamu bisa memilih kedua minyak tersebut. Tetapi jangan menggunakannya terlalu berlebihan ya.

Kamu pilih yang mana? Vote sekarang dan lihat hasil survey yang jadi selera pembaca lainnya:

Minyak Sayur vs Olive Oil

VS
Loading...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *