Pilih Mana: Obligasi atau Saham?

Loading...

Terdapat dua jenis instrumen investasi yang biasa digunakan investor yaitu obligasi dan saham. Obligasi adalah bukti hutang atau obligasi yang bisa dikeluarkan oleh perusahaan swasta atau swasta atau BUMN sedangkan saham adalah surat yang menunjukkan keikutsertaan seorang investor di perusahaan sebagai pemberi pinjaman modal. Kedua instrumen investasi ini menarik perhatian banyak orang yang mencintai dunia bisnis karena keduanya bisa memberikan manfaat yang besar. Lantas pilih mana: obligasi atau saham? Apa perbedaan dari kedua jenis instrument tersebut, mari simak penjelasan yang telah kami rangkumkan untuk Anda.

Pengusaha besar dan pelaku bisnis pastinya sudah familiar dengan banyak instrumen investasi semisalnya obligasi dan saham. Mereka menggunakan keduanya untuk mendapatkan dana segar sebagai tambahan modal dalam menjalankan perusahaan. Selain itu, kedua surat ini juga banyak diperdagangkan oleh pemilik modal yang bermain spekulasi melalui pasar obligasi atau pasar saham untuk menuai keuntungan melalui investasi.

Pengertian Obligasi

Obligasi ialah istilah yang digunakan dalam dunia keuangan yang merupakan pernyataan hutang dari penerbit obligasi kepada pemegang obligasi beserta janji untuk membayar kembali pokok hutang beserta bunganya kelak pada tanggal jatuh tempo pembayaran. Perusahaan dan pemerintah dapat menerbitkan obligasi untuk meningkatkan modal dalam jumlah banyak. Sebagian besar perusahaan lebih tertarik menerbitkan saham dibanding obligasi. Di sisi lain, pemerintah merupakan lembaga yang lebih aktif dalam menerbitkan berbagai macam obligasi.

Dari obligasi keuntungan yang diberikan kepada pemegang obligasi yakni memiliki pendapatan tetap dalam bentuk kupon, bisa memberikan keuntungan pada penjualan capital gain atau obligasi dan bunganya lebih besar bila dibandingkan dengan deposito. Sementara kerugian obligasi adalah jika perusahaan yang berhutang bangkrut, perusahaan tidak bisa secara otomatis melunasi hutangnya. Tidak hanya itu, dalam obligasi memiliki jangka waktu yang panjang sehingga obligasi tidak dapat dilikuidasi kapanpun investor membutuhkannya. Kelemahan lainnya adalah memiliki risiko suku bunga dan ada kemungkinan perusahaan tidak dapat mengembalikan pokok dari obligasi.

Pengertian Saham

Unit pembukuan atau nilai dalam berbagai instrumen keuangan yang mengacu pada bagian kepemilikan perusahaan disebut saham. Menerbitkan saham, memungkinkan perusahaan-perusahaan yang membutuhkan pembiayaan jangka panjang untuk ‘menjual’ kepentingan dalam bisnis saham sebagai imbalan uang tunai. Inilah metode utama untuk meningkatkan modal bisnis selain menerbitkan obligasi.

Perusahaan yang menerbitkan saham disebut Perusahaan Terbuka, dan biasanya mencantumkan “Tbk.” atas nama perusahaan. Perusahaan berkewajiban untuk membagikan dividen kepada seluruh pemegang sahamnya pada setiap durasi waktu yang ditentukan (misalnya setiap bulannya). Perusahaan menerbitkan saham dengan maksud untuk meningkatkan modal guna mendukung kelangsungan perusahaan. Perusahaan besar yang memiliki keuntungan tinggi pasti memiliki saham yang harganya cukup tinggi. Baca juga¬†Pilih Mana: Saham atau Forex?

Keuntungan dari saham ini adalah bisa menghasilkan keuntungan besar saat harga saham naik. Selain itu, investor hanya perlu mengeluarkan sedikit modal tapi hasilnya bisa berkali-kali lipat. Sifat kepemilikan saham juga tidak dibatasi oleh waktu tertentu dan investor memiliki hak untuk berbicara. Sedangkan kerugian pemegang saham adalah selalu ada risiko kehilangan modal saat perusahaan dinyatakan bangkrut dan ada juga resiko kalah jika harga saham mengalami penurunan.

Loading...

Perbedaan antara Obligasi dan Saham:

1. Keuntungan investasi
Pemegang obligasi bisa dipastikan keuntungannya karena faktanya tidak memiliki hubungan dengan perusahaan. Sedangkan keuntungan yang didapat oleh pemegang saham tergantung pada keuntungan perusahaan, sehingga tidak dapat ditentukan secara permanen. Bahkan dalam beberapa kasus jika perusahaan merugi maka Anda sebagai pemegang saham juga merasakan dampaknya.

2. Penghasilan
Pada pemegang obligasi, penghasilan yang diterima telah disebutkan dalam surat obligasi dengan tingkat suku bunga yang telah disesuaikan untuk jangka waktu tertentu. Lain halnya dengan penghasilan pemegang saham disebut sebagai dividen, dimana jumlah pendapatan yang diterima tidak ditentukan.

3. Bentuk Kepemilikan
Bentuk kepemilikan obligasi hanya dalam bentuk pengakuan hutang, maka pemegang obligasi bukan pemilik perusahaan tapi perusahaan hanya berhutang. Sedangkan bentuk kepemilikan saham memiliki hak kepemilikan kepada perusahaan tertentu. Dengan demikian, pemegang saham sudah menjadi pemilik perusahaan atau memiliki hak atas perusahaan tersebut.

4. Tingkat Risiko
Secara umum, risiko obligasi lebih rendah dari pada saham. Pada obligasi yang diterbitkan oleh pemerintah mempunyai zero risk, walaupun tingkat imbal hasilnya lebih rendah. Resiko masih dimiliki oleh obligasi yang diterbitkan oleh perusahaan. Seperti terjadinya gagal bayar ataupun selisih kurs mata uang asing bila obligasi yang dimiliki adalah jenis obligasi yang dikeluarkan oleh perusahaan dari luar negeri. Seperti obligasi yang berisiko, pemegang saham juga memiliki risiko tidak mendapatkan dividen secara teratur dan terancam kehilangan investasi yang dilakukan pada perusahaan saat bangkrut.

5. Harga investasi
Harga obligasi biasanya relatif stabil dan sensitif terhadap suku bunga dan tingkat inflasi. Sedangkan harga investasi saham tidak pasti dan cukup sulit diprediksi. Terkadang harga saham bisa naik dan juga turun, tergantung perkembangan perusahaan tersebut.

6. Sisi Perpajakan
Pemilik obligasi, keuntungan yang akan diperoleh mengalami pemotongan. Karena biasanya perhitungan potongan pajak sudah dilakukan terlebih dahulu sebelum pembayaran utang oleh perusahaan. Lain halnya dengan pemegang saham keuntungannya telah dikurangkan terlebih dahulu sehingga keuntungan yang diperoleh bersifat bersih

7. Hak Suara
Para pemegang obligasi tidak dapat berpartisipasi mengeluarkan hak suaranya dalam menentukan kebijakan perusahaan karena statusnya adalah sebagai pemberi pinjaman. Sedangkan pada pemegang saham, hak suaranya memiliki andil dalam menentukannya karena merupakan pemilik perusahaan juga.

8. Waktu Investasi
Pemegang obligasi telah memiliki waktu yang telah ditentukan. Sementara pemegang saham bersifat jangka waktu yang tidak menentu.

9. Jika Terjadi Likuidasi (pembubaran)
Apabila pada perusahaan terjadi likuidasi, maka pemegang obligasi memiliki klaim inferior untuk mengakuisisi aset-aset yang dimiliki perusahaan demi pembayaran hutang. Oleh karena itu, pemegang obligasi diprioritaskan saat perusahaan tersebut dilikuidasi. Sementara pemegang saham tidak memiliki hak prioritas untuk pembagian. Pembagian bukan prioritas perusahaan.

ObligasiSaham
- Keuntungan sudah bisa dipastikan- Untung rugi masih bergantung pada keuntungan perusahaan
- Income berupa suku bunga yang telah ditentukan- Income berupa dividen yang diberikan setiap waktu yang telah ditentukan
- Harga pbligasi relatif stabil - Terdapat fluktuasi harga yang naik turun
- Tidak ada hak kepemilikan dan tidak bisa berpartisipasi dalam pengambilan keputusan perusahaan- Adanya hak kepemilikan membuat pemegang saham dapat ikut serta dalam mengambil keputusan

Kesimpulan

Secara singkat, obligasi adalah surat hutang yang dibuat oleh pemerintah atau perusahaan, sebagai janji untuk melunasi hutang beserta bunganya juga. Sedangkan saham adalah bentuk kepemilikan dari suatu perusahaan. Namun, bentuk kepemilikannya tidak sepenuhnya berkuasa. Jadi, semakin tinggi kepemilikan saham yang Anda miliki di perusahaan semakin tinggi keuntungan yang Anda dapatkan. Anda dapat mempertimbangkan tentang jangka waktu, keuntungan dan kemungkinan yang terjadi.

Dengan demikian Anda bisa menentukan jenis investasi yang terbaik untuk keuntungan yang didapat serta risiko yang mungkin ada. Saham memang menawarkan keuntungan jangka panjang lebih tinggi dari obligasi. Namun, saham juga memiliki risiko lebih tinggi bila dibandingkan dengan obligasi. Sementara, meski keuntungannya tidak setinggi saham, obligasi menawarkan aliran pendapatan bagi investor. Bila perlu sebelum memulai investasi sebaiknya konsultasikan terlebih dahulu pada pakar investasi.

Kamu pilih yang mana? Vote sekarang dan lihat hasil survey yang jadi selera pembaca lainnya:

Obligasi vs Saham

VS
Loading...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *