Pilih Mana: Reksadana atau Deposito?

Loading...

Istilah “high risk, high return”, merupakan istilah dalam dunia investasi yang memiliki arti semakin besar risikonya semakin tinggi keuntungannya. Lalu apakah Anda harus mengambil investasi berisiko tinggi untuk mendapatkan keuntungan yang tinggi pula. Terdapat berbagai jenis pilihan investasi yang ada saat ini yang mungkin membuat Anda bingung dalam menentukan dimana Anda akan menginvestasikan uang. Umumnya banyak orang memilih untuk berinvestasi dengan aman dan menghindari kerugian dalam berinvestasi, oleh karena itu pilih mana: reksadana atau deposito?

Dalam mewujudkan tujuan perencanaan keuangan di masa depan, tentunya Anda harus menyiapkannya dengan cara menyisihkan uang mulai dari sekarang dan kemudian menyimpannya. Kebanyakan orang masih memilih untuk menabung uang di bank, tapi itu bukan satu-satunya cara dan belum tentu yang terbaik. Berinvestasi merupakan sesuatu yang harus dilakukan untuk membuat situasi keuangan Anda menjadi lebih baik.

Reksadana

Reksadana pasar uang salah satu jenis reksadana yang saat ini menjadi pilihan masyarakat dalam berinvestasi karena dalam reksadana memiliki risiko relatif rendah, dan penempatan dana pada instrumen pasar uang yang jatuh tempo di bawah satu tahun. Dana dari investor akan dikumpulkan dan dikelola oleh Manajer Investasi.

Keunggulan utama investasi rutin minimal bisa dimulai dari 100 ribu rupiah, dana bisa ditarik kapan saja tanpa denda atau penalti. Tidak hanya itu dalam reksadana keuntungan akan secara otomatis dimasukkan kembali ke dalam nominal yang diinvestasikan, sehingga menghasilkan suku bunga (compound interest) setiap harinya.

Deposito

Kebanyakan orang sudah cukup mengenalnya dengan yang deposito perbankan sebagai tempat menyimpan uang. Deposito itu sendiri merupakan produk perbankan dalam bentuk simpanan berjangka dengan tingkat bunga tertentu. Menyimpan uang dalam bentuk deposito memiliki risiko rendah dan tingkat keamanan yang tinggi. Pasalnya, dalam hal ini ada Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) yang menjamin uang Anda sampai jumlah maksimal Rp 2 miliar.

Dengan risiko rendah, tingkat keuntungan yang dihasilkan oleh deposito juga rendah, dan bahkan tidak lebih tinggi dari tingkat inflasi setiap tahunnya. Hal ini sesuai dengan prinsip low risk low return. Anda bisa menggunakan deposito ini untuk keperluan finansial dalam jangka pendek seperti 1 sampai 2 tahun.

Ada tiga jenis deposito, yang pertama Non-ARO berarti saat jatuh tempo, dana deposito akan otomatis ditransfer kembali ke rekening semula. Kedua, ARO yang merupakan pokok deposito akan disimpan secara otomatis lagi pada saat jatuh tempo, tetapi bunga akan ditransfer ke rekening semula. Terakhir ARO + yang berarti bunga deposito akan ditambahkan ke pokok deposito yang akan disimpan lagi pada periode berikutnya dan dalam memilih jenis yang ketiga ini akan menghasilkan bunga berbunga atau compound interest bulanan atau dalam jangka waktu yang dipilih. Baca juga Pilih Mana: Deposito atau Emas?

Di bawah ini beberapa perbedaan antara reksadana dengan deposito yang bisa Anda ketahui:

Periode Investasi

Reksadana pasar uang tidak memiliki periode penguncian. Reksadana pasar uang bisa dicairkan setiap saat asalkan dilakukan pada hari kerja dan sesuai dengan prosedur penjualan. Pencairan reksadana pasar uang juga bebas biaya atau penalti.

Loading...

Deposito mengunci masa penempatan uang. Mulai dari satu minggu, satu bulan, tiga bulan sampai satu tahun. Semakin lama masa penguncian, biasanya semakin besar tingkat suku bunga yang diberikan. Jika ada pencairan yang lebih cepat, ada potensi penalti atau penurunan suku bunga.

Pembukaan Nominal Rekening dan Investasi

Pembukaan rekening di reksadana pasar uang sebesar Rp 100 ribu dan terdapat pula reksadana dengan pembukaan nominal Rp 10 ribu, meskipun reksadana dengan nominal ini masih bisa dihitung dengan jari keberadaannya. Sebaliknya saat memilih produk deposito di perbankan, pembukaan nominalnya berkisar antara Rp 5 juta sampai Rp 8 juta.

Cara Kerja

Cara kerja reksadana pasar uang berbeda karena menggunakan harga atau Nilai Aktiva per Unit Penyertaan (NAB/Up). Saat investor membeli reksadana, misalnya dengan harga Rp 1.000, apabila setelah satu tahun ada kenaikan 5 persen, maka harganya akan menjadi Rp 1.050. Investor reksadana tidak menerima keuntungan berupa pembayaran yang terpisah dari pokok investasi. Hanya dengan menjual reksadana, investor baru bisa menarik keuntungan investasinya.

Berbeda dengan cara kerja deposito, investor telah dijanjikan dengan tingkat keuntungan yang pasti, misalnya 5 persen per tahun untuk penempatan satu tahun. Hasil keuntungan dibayar terpisah dari pokok dana awal.

Tingkat Risiko

Risiko utama reksadana pasar uang adalah fluktuasi harga. Reksadana pasar uang melakukan penempatan pada obligasi jangka pendek di bawah 1 tahun. Harga obligasi bisa naik turun dan berdampak pada naik turunnya harga reksadana pasar uang. Dalam jangka pendek,reksadana pasar uang dapat mengalami penurunan.

Berbeda dengan risiko utama deposito yakni jika bank tersebut mengalami kebangkrutan atau kepailitan. Untuk penempatan dengan bunga dan jumlah nominal yang dijamin oleh Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) sebesar Rp 2 miliar dengan bunga maksimum 6,25 persen, jika bank tersebut bangkrut maka dana masyarakat akan diganti oleh LPS.

Potensi Keuntungan

Reksandana pasar uang mengandalkan kumpulan dana masyarakat untuk meningkatkan daya tawar ke bank. Dengan kumpulan dana yang besar, manajer investasi dapat menegosiasikan suku bunga deposito yang lebih kompetitif. Meski investor hanya menginvestasikan Rp 100.000, reksadana pasar uang yang menjadi tujuan investasi mendapat bunga dengan standar nasabah prioritas. Selain itu, manajer investasi juga bisa berinvestasi pada obligasi jangka pendek yang memiliki tingkat keuntungan di atas deposito.

Pada deposito jumlah bunga yang diberikan sangat bervariasi tergantung pada bank yang Anda melakukan penempatan, jangka waktu dan nominalnya. Terkadang bank yang sama, bunga yang diberikan antar cabang bisa juga berbeda.

Pajak

Bagi investor perorangan, reksadana pasar uang dapat digunakan untuk menyimpan dana darurat, merencanakan tujuan investasi jangka pendek yang nilainya kurang dari satu tahun, ataupun untuk penampungan sementara sambil mencari waktu yang tepat untuk masuk ke produk yang lebih agresif seperti reksadana saham. Bagi investor institusi, selain tujuan di atas, reksadana pasar uang juga bisa dijadikan alternatif deposit on call. Umumnya deposit call perusahaan memberi bunga antara 1 sampai 3 persen. Secara historis, reksadana pasar uang dapat memberikan rata-rata 5 sampai 6 persen hanya untuk saat pencairan antara satu sampai tujuh hari kerja ke depan dan memiliki risiko fluktuasi harga dalam jangka pendek.

Atas keutungan deposito dikenakan pajak penghasilan final sebesar 20 persen. Yang biasanya sudah dipotong langsung oleh bank sebelum diterima oleh investor.

Pilih Mana: Reksadana atau Deposito?

ReksadanaDeposito
- Dana bisa ditarik kapan saja tanpa denda atau penalti- Dana dapat ditarik sesuai dengan jangka waktu yang ditentukan
- Pembukaan rekening reksadana mulai dari 100 ribu bahkan ada yang 10 ribu- Pembukaan rekening deposito bank berkisar antara Rp 5 juta sampai Rp 8 juta
- Hasil keuntungan langsung ditambahkan ke saldo tabungan- Hasil keuntungan dibayar terpisah dari pokok dana awal
- Pajak rata-rata 5 sampai 6 persen- Pajak antara 1 sampai 3 persen

Kesimpulan

Berdasarkan penjelasan di atas, manakah yang akan Anda pilih dalam berinvestasi? Jika Anda memiliki dana besar, maka Anda bisa bernegosiasi dengan bank untuk memberi Anda tingkat suku bunga deposito yang lebih besar. Selain itu, biasanya Anda juga akan ditawarkan untuk menjadi nasabah prioritas. Jika Anda memiliki dana terbatas per bulan, adabaiknya jika memilih reksadana pasar uang yang nominal investasinya bisa dimulai dari seratus ribu rupiah dan fleksibel dalam investasi waktu dan pengambilannya. Semoga info ini bermanfaat.

Kamu pilih yang mana? Vote sekarang dan lihat hasil survey yang jadi selera pembaca lainnya:

Reksadana vs Deposito

VS
Loading...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *