Finance

Pilih Mana: Saham atau Properti?

Dalam mewujudkan impian menjadi orang sukses di masa depan. Tidak hanya soal bekerja di perusahaan, kesuksesan juga akan semakin terbuka saat bisa melihat peluang emas yang ada di sekitar Anda. Misalnya dengan menanam modal atau berinvestasi, mengapa? Karena melalui investasi, pendapatan yang Anda sisihkan hari ini masih memiliki kesempatan untuk tumbuh dengan cepat untuk mengalahkan inflasi dalam jangka panjang. Namun jika Anda dihadapkan dua pilihan investasi pilih mana: saham atau properti? Apapun pilihannya nanti ada baiknya cari tahu apa saja keunggulan dari kedua investasi tersebut.

Dalam dunia keuangan, investor adalah orang perorangan atau lembaga baik domestik maupun non-domestik, yang melakukan investasi (suatu bentuk investasi sesuai dengan jenis investasi yang dipilihnya) baik dalam jangka pendek maupun jangka panjang. Sebagai investor, ketelitian dan kecerdikan dalam melihat peluang merupakan tuntutan utama. Investor juga perlu melakukan perencanaan hati-hati saat mereka ingin memilih jenis investasi terbaik. Saham dan properti merupakan dua instrumen investasi paling populer di dunia. Keduanya menjanjikan keuntungan besar bagi investor yang berani berinvestasi pada investasi ini. Padahal, saham dan properti berada dalam persaingan ketat dalam hal ini.

Saham

Saham juga bisa menjadi pilihan tepat bagi kaum muda yang ingin mulai berinvestasi. Namun, berinvestasi di saham membutuhkan modal sedikit lebih banyak dari pada reksadana dan kebanyakan orang takut melakukan investasi saham karena terdapat kemungkinan mengalami kehilangan semua dana yang diinvestasikan. Tentu saja, dengan strategi dan kesabaran yang telah terbukti, berinvestasi di saham bisa sangat menguntungkan. Baca juga Pilih Mana: Reksadana atau Deposito?

Untuk berinvestasi di saham, Anda perlu menyediakan dana yang cukup untuk membeli minimal setidaknya 1 lot saham atau 100 lembar. Jadi, jika saham yang Anda targetkan sekarang Rp 1.500, maka Anda harus mengeluarkan modal minimal 150 ribu rupiah untuk bisa membeli 1 lot saham.

Beberapa poin tentang investasi saham:

1. Anda perlu mempertimbangkan total komisi, biaya, beban dan saldo minimum yang harus dibayarkan ke broker saat memilih berinvestasi saham, Meskipun jumlahnya kecil, jika tidak terpenuhi akan menyebabkan akun Anda dibekukan sehingga menghambat strategi investasi yang sedang berjalan.

2. Prinsip investasi saham adalah membeli dengan harga rendah dan menjualnya dengan harga tinggi. Oleh karena itu, jangan membeli saham yang terlalu mahal meski banyak orang yang melakukannya.

3. Selain mengharapkan kenaikan harga saham, Anda juga bisa membeli saham yang stabil dan mengharapkan pembagian dividen.

4. Trik terbaik untuk mencapai tujuan ini adalah meneliti saham dari aspek teknikal dan fundamental serta hindari mengikuti emosi yang digerakkan oleh pasar.

Properti

Sifat pembelian properti mungkin terdengar terlalu mahal bagi kaum muda yang notabene masih belum berpenghasilan tinggi. Namun, bukan berarti tidak mungkin orang muda mulai berinvestasi di properti. Anda bisa memulai investasi properti dengan memanfaatkan KPR dari bank. Yang harus Anda lakukan adalah menyiapkan uang muka untuk mendapatkan KPR. Lalu, angsuran yang Anda bayar nanti untuk aset berupa properti bisa dianggap sebagai bentuk investasi. Umumnya sering ditemui, harga properti dalam jangka panjang memiliki kemungkinan akan terus melonjak sehingga jika dijual nanti, Anda bisa menikmati keuntungan modal yang menguntungkan.

Sebelum berinvestasi, Anda harus terlebih dahulu menentukan rentang waktu yang akan Anda gunakan untuk berinvestasi. Investasi dalam properti biasanya dilakukan dalam rentang waktu 7-30 tahun untuk memastikan kenaikan nilai aset yang signifikan. Untuk mendapatkan hasil investasi yang tinggi, Anda harus mencari properti yang memiliki nilai semakin tinggi.

Beberapa poin penting dalam berinvestasi di properti:

1. Anda harus menentukan jenis properti apa yang akan dibeli. Jenis properti ini bisa merentang dari lahan kosong sampai apartemen di tengah kota.

2. Saat menganalisis properti terbaik, ada beberapa faktor penting yang harus Anda pertimbangkan. Seperti tentang amankah lingkungannya, lokasi aman dari segi kriminalitas maupun potensi bencana.

3. Perlu diingat bahwa pertumbuhan nilai aset pada properti cukup sulit diprediksi. Pada satu titik pertumbuhannya mungkin sangat pesat, namun pada saat lain nilainya selalu stagnan dalam jangka lama.

4. Menghasilkan uang melalui properti bisa dilakukan dengan tiga cara. Pilihan pertama adalah menyewakannya. Kedua, menjadikannya jaminan untuk mendapatkan dana pinjaman dan ketiga, jual properti jika harganya dianggap mumpuni.

Di bawah ini merupakan perbedaan dari saham dan properti, sebagai berikut:

Pendapatan

Potensi pendapatan investasi saham akan menghasilkan dividen setiap tahunnya. Dan pada potensi pendapatan properti diperoleh dari hasil penjualan properti ke pihak lain. Nilai sewa tergantung pada harga pasar dan kemampuan penghuni untuk membayar uang sewa pada waktu tertentu.

Namun, di bidang properti, tidak ada istilah bonus, berbeda dengan investasi saham. Saham bonus ini merupakan saham yang didistribusikan oleh perusahaan kepada investor yang diambil dari agio saham. Saham Agio merupakan selisih antara harga jual dan harga normal saham, saat perusahaan melakukan penawaran umum di pasar perdana. Saham bonus bisa menjadi salah satu daya tarik tersendiri bagi setiap investor.

Increase

Pada investasi saham, harga saham akan naik jika kinerja perusahaan bagus, sebaliknya harga akan turun jika kinerja perusahaan menurun atau memburuk. Sementara itu, pemegang saham tidak bisa mengubah kenaikan harga saham sesuka hati. Berbeda dengan properti karena memiliki sifat langka, harga tanah dan bangunan tentu akan naik relatif terhadap harga barang lainnya. Karena faktor kelangkaan menciptakan nilai ekonominya sendiri.

Manajemen dan Maintenance

Investor di sektor keuangan, seperti saham, tidak memerlukan perawatan, karena mereka hanya akan menerima surat pertanggungjawaban untuk penyimpanan. Sementara itu, investor properti harus mengeluarkan uang dan disiplin dalam mengatur dan merawat propertinya. Selain itu, investor juga harus memiliki asuransi untuk melindungi properti mereka dari kerugian yang bisa diakibatkan oleh kebakaran atau bencana alam lainnya.

Legislation

Di pasar saham peraturan seluruhnya diatur oleh diri sendiri, oleh karena itu kontrol pemerintah sangat terbatas. Sebaliknya, padai sektor properti, ada banyak peraturan yang mengikat, baik untuk pengembang maupun bagi pembeli. Di sektor riil, campur tangan dan kontrol pemerintah sangat signifikan sehingga terkadang terasa begitu rumit.

SahamProperti
- Cocok untuk para pemula dengan usia muda dengan kondisi finance yang sedang- Cocok untuk yang memiliki kondisi finance yang sangat baik
- Hasil investasi saham akan didapat setiap tahunnya- Investasi properti akan menghasilkan jika terjadi penjualan ataupun penyewaan
- Harga cenderung tidak stabil karena adanya fluktuasi yang turun naik- Harga cenderung semakin tinggi setiap tahunnya
- Ada pihak yang bertanggung jawab sebagai penyimpan- Perlindungan properti dapat dilakukan dengan menggunakan asuransi
- Pemerintah tidak terlalu campur tangan- Pemerintah membuat aturan khusus untuk pihak pengembang maupun pembeli properti

Kesimpulan

Dari setiap investasi semuanya memiliki keuntungan dan risikonya masing-masing. Jika memilih investasi properti ini sangat cocok untuk Anda yang memiliki pekerjaan yang terjamin, membayar hipotek bukanlah masalah yang besar dan dengan investasi properti kemungkinan kehilangan semua aset sangat kecil. Lain halnya jika Anda memilih investasi saham, Anda dapat berinvestasi dengan volume yang relatif kecil di pasar saham, tidak memiliki kewajiban hutang berkepanjangan pada neraca Anda. Selain itu, ika Anda berada di usia dua puluhan, maka investasi saham adalah pilihan terbaik karena masih lama waktu yang dimiliki untuk mengembalikan modal sekiranya terjadi kerugian.

Kamu pilih yang mana? Vote sekarang dan lihat hasil survey yang jadi selera pembaca lainnya:

Saham vs Properti

VS

Leave a Reply