Pilih Mana: Steak atau Sushi ?

Loading...

Siapa yang nggak kenal dengan makanan dari jepang yaitu sushi dan makanan berasal dari skandinavia yaitu Steak yang saat ini sudah tidak asing lagi bagi kita warga Indonesia karena dimana dua makanan khas dari negara luar tersebut sudah menjadi makanan favorite sebagian warga Indonesia dan belahan dunia lainnya. Saya akan membahas tentang kedua makanan tersebut ya agar bisa menambah sedikit pengetahuan kita mengenai makanan kedua negara tersebut, silahkan di simak ya..

Steak

Daging steak yang disajikan oleh resto-resto steak memiliki nama-nama yang menyiratkan jenis daging yang digunakan serta kekhasannya masing-masing, Jenis daging steak disini maksudnya adalah bagian otot sapi darimana daging steak tersebut berasal. Jenis daging akan menentukan rasa, teknik memasak dan yang terutama harga dari menu daging steak yang ingin kita pesan. Anda dapat mencoba Steak dengan harga yang ramah di kantong di Waroeng Steak and Shake yang sudah mempunyai cabang di beberapa daerah Indonesia.

Rasa bisa dipengaruhi oleh banyaknya marbling atau sebaran lemak pada daging sapi, keempukan dan serat daging. Keempukkan sepotong daging steak ditentukan dengan potongan daging yang digunakan, yaitu dari bagian otot sapi mana ia berasal. Jika berasal dari bagian otot sapi yang jarang digerakkan maka daging steak akan terasa lebih empuk dari jenis daging steak lainnya. Jika mau daging steak empuk, maka pilihlah potongan daging yang letaknya jauh dari leher, kaki dan paha. Begitu pula sebaliknya. Dan yang tak kalah penting adalah masalah harga karena menu steak merupakan salah satu jenis makanan yang harga satu porsinya cukup mahal. Oleh sebab itu, untuk menambah wawasan steak-lovers, berikut 8 jenis daging steak dan mempunyai khasnya masing-masing. Baca juga  Pilih mana: Sushi atau Kimbab ?

Daging Steak Tenderloin

Tenderloin dikenal sebagai Eye Fillet di Australia dan New Zealand, serta Bahasa Perancis menyebutnya Fillet Mignon. Kalau di Indonesia, kita menyebutnya daging has atau lulur yang gampang dikenali karena daging tidak memiliki serat atau otot. Tenderloin adalah daging sapi bagian pinggang (loin) yang paling lembut (tender). Potongan dagingnya paling kecil dibanding lainnya sehingga harganya cenderung lebih mahal. Teksturnya lembut, tetapi tidak terlalu kaya rasa karena kandungan lemak yang sangat rendah. Menu steak tenderloin cocok untuk steak lovers yang sedang diet namun ingin menikmati daging steak. Bagian ini sering menjadi pilihan untuk digunakan sebagai bahan baku steak, sate, rendang atau semur. Teknik memasak yang paling cocok adalah dry heat seperti barbeque.

Sirloin: Jenis Daging Steak Porsi Besar Harga Terjangkau

Sirloin adalah daging bagian belakang sapi yang bekerja lebih berat daripada bagian lain yang umum dipakai untuk steak. Oleh sebab itu daging steak sirloin lebih keras atau lebih alot setelah dimasak dengan serat yang lebih kasar jika dibandingkan jenis daging steak dari bagian lain. Untuk urusan harga, harga sirloin umumnya lebih murah dibandingkan daging steak lainnya. Namun demikian, sirloin memiliki kelebihan dalam ukuran, yaitu bisa dipotong lebih besar daripada bagian sapi lain yang lebih lembut. Cita rasa daging steak jenis sirloin pun lebih juicy dibandingkan tenderloin karena adanya sedikit bagian lemak di pinggiran daging. Lemak ini membuat rasa steak sirloin menjadi lebih gurih meskipun tekstur daging sedikit kenyal daripada tenderloin.

Top Loin/Striploin/New York Cut/Kansas City Steak/Shell Steak

Top loin/striploin punya banyak nama seperti New York Cuts, Kansas City Strip, Shell Steak dan Delmonico. Striploin adalah daging sapi yang membungkus bagian tenderloin. Jenis ini adalah salah satu daging primadona karena dagingnya yang lembut dan rasa juicy dari lemak yang cukup terasa. Bermula di Tahun 1873, sebuah restoran bernama Delmonico di Manhattan menjual jenis daging steak ini dan diberi nama Delmonico Steak. Delmonico Steak kemudian merambah New York hingga akhirnya terkenal menjadi New York Cuts.

Daging jenis striploin lebih lembut daripada sirloin, tetapi lebih keras daripada tenderloin. Meskipun rasanya tidak se-juicy daging steak rib-eye, namun rasa juicy tersebut tersebar sempurna di setiap bagian daging striploin. Spesifikasi daging berbentuk memanjang dari bagian depan hingga sampai di perbatasan pinggul sapi dan membentuk sedikit lempengan daging (strip) sehingga dinamakan striploin. Cara memasak jenis daging ini umumnya dengan cara grilling, broiling dan pan-frying. Setelah memasak, diamkan daging steak selama lima menit dalam keadaan dibungkus agar rasa juicy tersebar sempurna ke seluruh bagian daging.

T- Bone: Daging Steak Nan Cantik dan Juicy

T- Bone sesuai dengan namanya adalah daging sapi yang memiliki tulang berbentuk T yang dikelilingi oleh daging pada kedua sisinya. Jadi T-Bone steak adalah gabungan antara tenderloin pada satu sisi dan striploin/short loin yang disatukan oleh tulang yang berbentuk T. Teknik memasak yang paling cocok untuk jenis steak ini adalah grilling dan broiling.
Porterhouse: Daging Steak Jumbo

Loading...

Porterhouse hampir sama dengan T-Bone. Perbedaannya, porterhouse memiliki kandungan daging tenderloin lebih banyak daripada striploin/short loin. Kasarnya, Porterhouse = T-Bone yang di flip horizontal. Porterhouse merupakan salah satu jenis daging steak termahal dan terbaik yang tersedia. Teknik memasak yang paling sesuai untuk jenis daging ini adalah teknik memasak cepat (fast cooking technique) seperti frying, grilling atau broiling. Untuk tahu lebih banyak tentang sejarah Porterhouse, yuk

Ribs/Tulang Rusuk

Ribs/tulang rusuk adalah daging sapi yang berasal dari bagian sekitar tulang rusuk. Di Indonesia, kita menyebutnya iga sapi yang memiliki tekstur kenyal dan nikmat. Banyak digunakan untuk jenis makanan steak dan sup konro khas Makassar. Prime rib ini asalnya dari potongan rib/tulang rusuk yang disajikan bersama tulang. Yang spesial adalah penyajiannya biasanya disiram dengan “au jus” semacam sari yang keluar dari daging selama proses pemanggangan. Kandungan lemaknya yang tinggi membuat rasanya gurih, juicy, empuk dan banyak marbling menyelimuti potongan daging ini.

Tomahawk Steak/Tomahawk Chop/Bone-in Rib Eye, Cote du Boeuf

Daging Steak Rib jika tidak disajikan bersama tulang rusuk, maka namanya menjadi rib eye steak. Di Australia, mereka menyebutnya ” Scotch Fillet”. Rib eye memiliki tekstur daging yang lembut dan juicy karena kandungan lemak yang sangat tinggi. Lemak tersebut meleleh saat dipanggang sehingga jenis daging steak ini cocok dimasak dengan metode dry heat (grilling, barbeque). Biasanya potongan steak rib eye sangat besar, kalau dijual beratnya bisa sampai 500 gram, sangat cocok untuk dimakan dengan pasangan atau bertiga teman. Bentuknya yang cantik dan rasanya yang sangat juicy menjadikannya salah satu yang populer di kalangan steak lovers.

Flat Iron/Book Steak/Butler Steak/Liffer Steak/Petite Steak

Flat iron bisa dibilang pendatang baru di ranah menu steak. Daging steak ini diambil dari bagian bahu sapi merupakan kombinasi fantastis dari cita rasa daging sapi yang juicy karena marblingnya yang lumayan banyak dan tekstur daging yang lembut. Keempukan daging jenis ini di bawah tenderloin, tetapi harganya bisa setengah harga tenderloin. Flat iron bisa digunakan untuk beragam macam menu dengan teknik memasak yang simple seperti grilling.

Sushi

Jepang memang terkenal akan ragam kulinernya. Salah satu kuliner yang paling terkenal dari Jepang di seluruh penjuru dunia adalah sushi. Para penggemar makanan Jepang pasti sudah mengenal apa itu Sushi. Sushi terbuat dari nasi yang dibentuk bersama lauk berupa makanan laut, daging, atau sayuran maupun rumput laut.

Nasi sushi mempunyai rasa yang asam dan lembut karena dibumbui campuran cuka beras, garam, dan gula. Di Jepang, ada lebih dari 50 sebutan untuk sushi. Beberapa di antaranya ada beberapa yang populer di Indonesia dan sering ada di daftar menu restoran di Indonesia.

Norimaki

Pertama dimulai dari norimaki, jenis sushi yang paling sering dijumpai di Indonesia. Norimaki dibalut kertas nori (rumput laut) dengan isian nasi dan aneka lauk, seperti telur, daging sapi, salmon, tuna, belut, gurita, atau irisan mentimun.

Oshizushi

Oshizushi hampir serupa dengan norimaki, tapi bentuknya berbeda. Kalau norimaki biasanya berbentuk bulat atau lingkaran, oshizushi biasanya berbentuk kotak atau persegi panjang.

Inarizushi

Inarizushi merupakan jenis sushi yang lapisan luarnya terbuat dari tofu yang digoreng. Sedangkan, di dalamnya berisi nasi yang di haluskan.

Nigiri

Nigiri merupakan salah satu jenis sushi yang paling favorit. Nigiri disajikan dengan nasi yang di atasnya diberi potongan ikan mentah atau seafood. Jenis ikan dan seafoodnya bisa beraneka macam, mulai dari ikan salmon, tuna, cumi-cumi, belut, atau gurita.

Sashimi

Sashimi terdiri dari potongan daging ikan yang disajikan mentah. Berbeda dengan sushi lainnya yang biasanya berisi nasi, sashimi biasanya disajikan tanpa nasi dan cukup dicelupkan di saus khas Jepang.

Chirashi

Chirashi merupakan jenis sushi yang disajikan dalam bentuk rice bowl yang di atasnya diberi aneka topping. Biasanya berupa makanan laut seperti udang, salmon, dan telur ikan.

Uramaki

Jenis sushi ini biasanya menukar letak pembungkus nori dengan nasi. Kertas norinya berada di dalam dan nasinya justru berada di luar sebagai pembungkus. Isiannya bisa berupa buah, sayur, atau aneka makanan laut.

Gunkan

Dalam bahasa Jepang, gunkan berarti kapal perang. ya sushi yang satu ini bentuknya mirip kapal. Gunkan merupakan sushi yang dibungkus kertas nori atau irisan tipis mentimun. Biasanya terdiri dari beraneka ragam makanan sebagai isinya.

Temaki

Temaki dalam bahasa Jepang memiliki arti ‘digulung menggunakan tangan’. Sushi jenis ini dihidangkan dengan cara membuat sendiri bentuk sushi rollnya. Jadi tanpa alat dan bisa mengambil nasi dan isian sesuai selera.

Futomak

Futomaki merupakan varian sushi yang memiliki ketebalan lebih besar daripada sushi pada umumnya. Biasanya berisi aneka isian berjumlah tujuh macam. Isiannya sudah dimasak terlebih dahulu, isinya terdapat seperti ayam dan selada.

Pilih Mana: Steak atau Sushi ?

SteakSushi
Kelebihan - Dapat menjaga kesehatan gigi dan tulang - Mengandung banyak protein - Menjadi antioksidan yang baik bagi tubuh - Lebih sehat karena isian sushi biasanya terdapat sayuran segar - Lebih banyak varian dan harga relatif murah - Mudah di buat di rumah dan bahan bahannya gampang di jumapai
Kekurangan- Harga yang lumayan Mahal - Daging yang baik untuk steak sulit ditemukan - Hanya di jumpai di restoran tertentu - Kandungan merkuri tinggi pada ikan mentah - Tidak di anjurkan untuk ibu hamil - Karena terbuat dari bahan mentah rasa nya tidak semua bisa terima di lidah orang Indonesia

Kesimpulan

Dengan perbandingan dua makanan di atas, kedua makanan cukup mempunyai perbedaan yang signifikan tergantung dari selera kalian ya, jika kalian lebih senang dengan makanan Jepang yang sehat dan menyukai makanan mentah Sushi dapat menjadi pilihan kalian, tetapi jika lidah lebih memilih varian daging steak yang biasanya di barengi dengan saus barbeque yang tidak asing di lidah steak adalah pilihan terbaik.

Kamu pilih yang mana? Vote sekarang dan lihat hasil survey yang jadi selera pembaca lainnya:

Steak VS Sushi

VS
Loading...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *