Finance

Pilih Mana: Stellar atau Bitcoin?

Teknologi pada zaman sekarang akan semakain canggih dan semakin berkembang. Salah satu teknologi yang semakin modern adalah adanya sistem transaksi yang sangat canggih antar dunia, yang memiliki kelebihan yang sangat baik kedua dari banyaknya adalah Stellar dan Bitcoin.

Stellar dan Bitcoin banyak dipergunakan oleh orang untuk melakukan transaksi seperti pembayaran atau transaksi, juga banyak digunakan untuk orang berinvesatasi. Bagaimana penjelasan mengenai kelebihan dan kekurangan keduanya? Tetap di artikel ini ya guys.

Stellar

Stellar adalah platform blockchain dengan berbagai fitur seperti smart contract dan dapps. Stellar dikembangkan oleh Jed McCaleb pada tahun 2014 yang juga salah satu pendiri Ripple. Sejak diluncurkan Stellar sudah beberapa kali melakukan perubahan dan upgrade terhadap protokol mereka. Baca juga Pilih Mana: Monero atau Litecoin?

Dimana saat ini sudah ditambahkan fitur smart contract, artinya para developer bisa membangun dapps seperti pada Ethereum dan EOS, sehingga dalam stellar juga mendukung token seperti ERC20 yang ada di Ethereum. Koin ini juga sudah pernah berganti nama, sebelumnya namanya adalah STR.

Saat pertama kali diluncurkan koin pada Stellar dibagi-bagi secara gratis kepada orang-orang dengan menghubungkan akun facebook mereka, tetapi sekarang konsensus-nya sudah di ubah dimana saat ini XLM menggunakan Stellar Consensus Protocol atau SCP. Stellar tidak bisa di tambang, Stellar yang beredar dari awal sudah diatur yaitu 100 Miliar koin dengan aturan inflasi 1% per tahun.

Fokus Stellar adalah pada transaksi yang ideal untuk mengirim uang atau pembayaran dalam jumlah kecil. Dengan demikian, Lumens ditunjukkan kepada pengguna ritel yang memiliki kebutuhan akan transaksi-transaksi mikro berskala internasional.

Kelebihan Steller

  • Dapat Melakukan Transaksi Multi Mata Uang
    Keunggulan terakhir yang dimiliki Stellar adalah mampu melakukan transaksi mata uang. Baik itu mata uang digital seperti bitcoin, LTC, XRP atau ETH hingga mata uang konvensional seperti dolar, euro hingga rupiah. Hal ini pastinya akan memudahkan kamu dan tidak membutuhkan pihak ketiga hanya untuk menukar mata uang yang dimiliki.
  • Memastikan Pemilik Akun Asli
    Dengan adanya internet, seringkali membuat banyak orang memanfaatkannya untuk hal yang tidak benar. Salah satunya dengan memalsukan akun. Namun hal tersebut tidak akan terjadi dengan pemakaian Stellar.  Soalnya, dalam Stellar memiliki aturan setiap akun setidaknya memiliki nominal minimal 20 lumens. Hal ini tentunya berfungsi untuk mencegah akun-akun yang hanya ingin iseng dan tidak memiliki niatan yang serius dalam bidang ini. Dengan adanya fitur ini pastinya akan membuat kamu merasa lebih aman dan juga nyaman menggunakan Stellar.
  • Lumens Memiliki Peran Anti Spam
    Sebenarnya fungsi ini juga dimiliki oleh Ethereum untuk mencegah terjadinya serangan atau sederhananya ribuan bahkan jutaan request dalam satu waktu, yang biasanya menyebabkan kelambatan proses transaksi. Setiap transaksi akan dikenakan biaya yang kecil, sehingga niat jahat untuk membanjiri jaringan pun tidak akan dapat dilakukan. Bahkan jika ada yang berniat melakukannya, secara otomatis dana yang dimiliki penyerang tersebut akan terkuras sebelum serangan tersebut dapat merusak jaringan.
KeteranganStellar
DiciptakanJed McCaleb
Tahun BerdiriTahun 2014
KoinStellar (XLM)
1 StellarRp. 815.04 (per September 2019)
Spesifikasi Memiliki database terbuka dan terdesentralisasi, waktu konfirmasi 3-5 detik, menggunakan protokol konsensus stellar, memungkinkan multisignatures dan kontrak pintar, token Stellar dinamakan “Lumen” dan dilambangkan dengan huruf “XLM”, inflasi tahunan tetap yaitu 1%

Kekurangan Steller

  • Sering Membagikan Koin
    Stellar sering membagi-bagikan koin gratis kepada orang-orang, hal ini memiliki risiko dimana setiap koin yang dibagikan akan membuat nilai Stellar semakin turun. Menurut kami koin yang dibagikan seharusnya untuk developer sehingga mereka berlomba-lomba berkontribusi bagi Stellar seperti membuat dapps, penelitian, peningkatan kapasitas, desentralisasi dan lainnya.
  • Resiko Tinggi
    Harga Stellar Lumens bermanfaat bagi pedagang yang membeli token selama bertahun-tahun. Apakah yang membeli Stellar Lumens setahun yang lalu belum bisa mencapai keuntungan yang maksimal. Sebagai investasi jangka panjang, Stellar Lumens adalah opsi berisiko. Ada banyak prediksi harga Stellar Lumens di luar sana daripada yang lain dimasa depan.
  • Platform Stellar Tidak Benar Terdesentralisasi
    Meskipun mempromosikan skema desentralisasi, nyatanya Stellar Foundation memiliki lebih dari 80% XLM. Artinya, platform Stellar tidak-tidak benar terdesentralisasi.

Bitcoin

Bitcoin adalah aset digital yang dikembangkan pada tahun 2009 oleh seseorang dengan nama Satoshi Nakamoto. Bitcoin sendiri baru dikenal masyarakat pada tahun 2014. Aset digital ini seperti halnya emas, tetapi hanya ada di dunia digital. Konsepnya mungkin terdengar seperti e-gold, walaupun sesungguhnya jauh berbeda.

Bitcoin adalah mata uang yang jauh lebih terdesentralisasidan partisipasi dalam tugas-tugas jaringannya terjadi di antara ribuan orang. 

Bitcoin dikembangkan dengan idealisme bahwa aset digital yang baik tidak dikontrol oleh pemerintah atau bank sentral. Krisis finansial beberapa waktu yang lalu menegaskan kalau pemerintah selalu lalai dalam menjaga kestabilan ekonomi. Pemerintah dipercaya selalu dikuasai oleh banyak orang yang korup dan cuma bertugas untuk keuntungan pribadi.

Bitcoin bertujuan untuk menjadi medium penyimpan kekayaan, emas digital,dan akhirnya menjadi mata uang yang diadopsi secara global yang dapat memperbaiki atau mengganti uang konvensional hingga batas tertentu. Bitcoin dikembangkan dengan idealisme bahwa aset digital yang baik tidak dikontrol oleh pemerintah atau bank sentral.

Pemerintah dipercaya selalu dikuasai oleh orang-orang yang korup dan hanya bekerja demi keuntungan pribadi, sehingga keputusan-keputusan finansial selalu berpihak kepada konglomerat belaka. Sistem bitcoin aman, yang tidak aman adalah pengguna dan money exchanger, sama seperti password internet banking, hacker bisa dengan mudah mencuri sejumlah uang dari kamu jika komputer terjangkit virus.

Lihat juga:  Pilih Mana: Investasi Perak atau Emas?

Kelebihan Bitcoin

  • Pelindung Inflasi
    Salah satu kelebihan yang ditawarkan oleh Bitcoin adalah, Bitcoin tidak terkena pengaruh politik atau pemerintahan. Dengan demikian, bisa dikatakan bahwa Bitcoin merupakan mata uang virtual yang terlindung dari inflasi. Bitcoin memiliki karakteristik yang sama dengan emas, emas dapat dijadikan sebagai pelindung inflasi sehingga dapat digunakan sebagai alat untuk menekan laju inflasi yang berlebihan.
  • Tidak Dikontrol Lembaga
    Bitcoin yang menggunakan database blockchain tidak dikontrol oleh suatu pihak, melainkan sangat terbuka untuk umum sehingga mustahil untuk seorang untuk memalsukan transaksi di blockchain. Seluruh transaksi tercatat secara live, transparan, dan tersebar ke jutaan server. Mereka yang ingin mengubah atau memalsukan data transaksi Bitcoin, harus meretas jutaan server tersebut di saat yang bersamaan.
  • Kemananan yang Baik
    Bitcoin juga aman terhadap pemalsuan, sebab uang virtual tidak memiliki wujud. Bitcoin juga telah memiliki kriptografi yang akan membuat Bitcoin terhindar dari risiko. Meskipun demikian, jika Bitcoin disimpan di dalam hard disk atau elektronik lainnya jika terkena virus atau rusak maka uang virtual tersebut bisa hilang begitu saja.
KeteranganBitcoin
DiciptakanSatoshi Nakamoto
Tahun BerdiriTahun 2009
KoinBitcoin (BTC atau ฿)
1 Bitcoin Rp. 149.949.075 (per September 2019)
Spesifikasi Bitcoin bisa dikirimkan kemana saja dalam hitungan detik, transfer instant secara peer to peer, biaya transfer sangat kecil, transaksi bersifat irreversible, bitcoin tidak dikontrol oleh lembaga atau pemerintah apapun, suplai Bitcoin hanya akan ada 21 juta Bitcoin di seluruh dunia

Kekurangan

  • Jumlah Terbatas
    Suplai Bitcoin hanya akan ada 21 juta Bitcoin di seluruh dunia. Sistem penciptaan Bitcoin yang terus berkurang setiap 4 tahun sekali ini menyerupai sistem ekonomi berdasarkan deflasi dan dengan semakin terbatasnya supply Bitcoin, harga Bitcoin cenderung naik.
  • Tidak Stabil
    Bitcoin merupakan mata uang yang bersifat spekulatif. Sedangkan saat ini belum cukup banyak perusahaan yang menawarkan pembelian dan penjualan produk-produk dengan Bitcoin sebagai alat pembayarannya. Maka Bitcoin memang tidak stabil atau memang bersifat spekulatif.
  • Dapat Digunakan Tindakan Kriminal
    Penggunaan mata uang Bitcoin tidak dikontrol pemerintah atau lembaga keuangan yang berwenang. Akibatnya kondisi tersebut membuka peluang besar untuk melakukan tindakan kriminal seperti pencucian uang dan penghindaran pajak. Kurangnya kendali pemerintah juga membuat Bitcoin tampak tidak bernilai. Selain itu, sebagian pengamat keuangan menganggap Bitcoin sebagai mata uang ilegal karena tidak didorong perundangan yang sah di mata hukum.

Pilih Mana: Stellar atau Bitcoin?

StellarBitcoin
Kelebihan - Dapat melakukan transaksi multi mata uang - Memastikan pemilik akun asli - Lumens memiliki peran anti spam - Pelindung inflasi - Tidak dikontrol lembaga - Kemananan yang baik
Kekurangan- Sering membagikan koin - Resiko tinggi untuk investasi jangka panjang - Platform stellar tidak benar terdesentralisasi - Jumlah koin terbatas - Bitcoin bersifat tidak stabil - Dapat digunakan tindakan kriminal

Kesimpulan

Stellar dan Bitcoin mempunyai kelebihan dan kekurangan masing-masing. Walaupun banyak orang yang berpendapat bahwa keduanya baik untuk berinvestasi, terdapat perbedaan dari keduanya. Jika melakukan transaksi yang ideal untuk mengirim uang atau pembayaran maka Steller adalah pilihan yang tepat atau juga seperti transaksi mikro berskala internasional.Tetapi jika ingin yang berinvestasi terdesentralisasidan partisipasi dalam tugas-tugas jaringannya terjadi di antara ribuan orang atau peserta, maka Bitcoin bisa menjadi pilihan yang tepat.

Kamu pilih yang mana? Vote sekarang dan lihat hasil survey yang jadi selera pembaca lainnya:

Stellar vs Bitcoin

VS

Leave a Reply