Finance

Pilih Mana: Stellar Lumens atau Ripple?

Kemajuan teknologi saat ini terus berkembang mengikuti perkembangan zaman. Begitu juga platform-platform berbasis transaksi antar dunia yang sangat bermanfaat untuk sebagian orang yang membutuhkannya seperti Stellar Lumens dan Ripple.

Stellar Lumens dan Ripple sendiri tentu memiliki beberapa kelebihan yang sangat bermanfaat, seperti transaksi antar dunia atau sekedar menyimpan emas digital alias berinvestasi. Untuk itu banyak orang yang sudah memakai kedua platform terkenal ini.

Sesungguhnya Stellar Lumens dan Ripple sendiri memiliki pendiri yang sama yaitu Jed McCaleb yang mana adalah co founder dari Ripple sebelum dia menciptakan Stellar Lumens. Untuk itu kedua platform ini secara garis besar memiliki fungsi yang sama.

Dalam pembahasan kali ini akan menjelaskan bagaimana detail, kelebihan dan kekurangan dari kedua platform terkenal ini. Stay tune guys!

Stellar Lumens

Stellar Lumens merupakan platform yang menghubungkan bank, sistem pembayaran, dan para konsumennya dari seluruh dunia. XLM menawarkan kecepatan transaksi yang lebih baik dari Bitcoin, dan bisa dikonfigurasi dengan gampang oleh pengembang.

Stellar merupakan salah satu dari banyak proyek yang mencoba meniru Bitcoin dan menambahkan sebagian perbaikan yang cukup besar. Strategi pemasarannya didasarkan pada komisi rendah, alhasil mereka bisa menjadi sistem pengiriman uang internasional andalan. Dengan metode ini, Stellar jadi proyek yang amat mirip dengan Ripple (XRP).

Perihal itu sesungguhnya tidak mengherankan, karena pendiri Stellar yaitu Jed McCaleb, salah satu pendiri Ripple. Bedanya, Stellar tidak begitu menargetkan adopsi institusional seperti halnya Ripple.

Jaringan Stellar diawali dengan 100 miliar Lumens (100 BXLM). Tidak seperti mata uang kripto lainnya, jumlah maksimum yang beredar tidak ditetapkan, walaupun angkanya terus tumbuh 1% setiap tahun.

Porsi peredarannya diatur dengan persentase sebagai berikut: 20% di pasar dan 80% dipegang oleh perusahaan pengembangnya. Dengan kata lain, Lumens tidak bisa ditambang. Baca juga Pilih Mana: Zcash atau Zcoin?

Cara kerja Stellar Lumens

Sebagai platform terdesentralisasi yang memungkinkan transaksi P2P dengan komisi yang amat rendah, Stellar terintegrasi dengan sistem keuangan lain untuk sediakan alat pembayaran internasional, memakai mata uang kripto (XLM) untuk membantu transaksi pembayaran dari satu titik ke titik lainnya dengan gampang, cepat, aman, serta murah.

Stellar mempunyai ciri teknologi “buku besar terdistribusi”, yang mencatat seluruh transaksi yang dilakukan di jaringan. Mekanisme konsensusnya memungkinkan verifikasi transaksi berjalan dengan amat cepat yang pada umumnya sinkronisasi transaksi berlangsung antara 2 sampai 5 detik. “Buku besar” Stellar mencatat uang kamu sebagai kredit yang dikeluarkan melalui Anchor.

Anchor sendiri merupakan semacam jembatan antara mata uang serta jaringan Stellar. Contoh Anchor merupakan bank atau pemroses pembayaran lain. Bila kamu melakukan transaksi di platform Stellar, maka jaringan akan mencari nilai tukar terendah yang tersedia. Setelah itu, penerima dana kamu akan mendapat kredit di dompet kripto nya, yang bisa ditarik kapan saja dan dari mana saja.

Kelebihan Stellar Lumens

  • Mempunyai peran anti-spam sampai tingkat terkecil
    Sesungguhnya fungsi ini juga dipunyai oleh Ethereum (ETH) untuk mencegah terjadinya serangan DdoS atau sederhananya ribuan bahkan jutaan Request dalam satu waktu, yang umumnya menimbulkan kelambatan proses transaksi.
  • Minimum saldo 20 Lumens
    Fitur seperti ini cuma diaplikasikan di Lumens saja, dimana pemakai wajib menyisakan minimal 20 Lumens pada wallet mereka. Persyaratan seperti ini akan memastikan kalau akun yang dipegang merupakan akun asli, sehingga pihak-pihak yang hanya “iseng” tidak bisa ikut andil di dalam jaringan.
  • Bisa memfasilitasi transaksi multi mata uang
    Fungsi ini juga ikut diadopsi dari Ripple (XRP) yang bertujuan untuk meruntuhkan semua batas transaksi yang ada. Tidak terdapat batasan pertukaran Lumens ke berbagai mata uang kripto lainnya (BTC, ETH, LTC, XRP dan lain-lain), maupun pada mata uang konvensional lain (EUR, USD, GBP, bahkan Rupiah).

Kekurangan Stellar Lumens

  • Kerap membagikan koin gratis
    Stellar Foundation kerap membagi-bagikan koin gratis pada orang- orang, perihal ini mempunyai resiko dimana tiap koin yang dibagikan akan membuat nilai stellar semakin turun.
  • Kompetitor Stellar cukup kuat
    Kita tahu bahwa sekarang sudah cukup banyak platform yang sama seperti Stellar Lumens, contohnya seperti Ripple yang sudah duluan terjun dan cukup terkenal di kalangan masyarakat.
  • Tidak terdesentralisasi
    Walaupun mempromosikan skema desentralisasi, nyatanya Stellar Foundation mempunyai lebih dari 80% XLM. Artinya, platform Stellar tidak benar-benar terdesentralisasi.
Spesifikasi Stellar Lumens
DiciptakanJed McCaleb
Tahun diciptakan2015
Web resmi stellar.org
1 StellarRp 894.49,- per September 2019
Lihat juga:  Pilih Mana: NEM atau Ethereum?

Ripple

Ripple diciptakan oleh perusahaan Ripple Labs pada tahun 2012, dengan mengadopsi teknologi Blockchain seperti Bitcoin dan mata uang kripto lain pada umumnya. Tetapi, Ripple diciptakan untuk tujuan yang sedikit berbeda dari Bitcoin. Selain dipakai sebagai tempat penyimpan kekayaan, Ripple juga memiliki tujuan lain sebagai pelengkap pemakaian mata uang kripto lainnya.

Tujuan utama penciptaan Ripple yaitu sebagai alat pembayaran global berbasis Internet Protocol, seperti HTTP dan TCP/IP yang dipakai dalam pengaturan website dan data. Tetapi, Ripple didesain khusus untuk melakukan pengiriman dan penerimaan pembayaran Cross-Chain Universal.

Artinya, Ripple dapat berperan sebagai exchanger terhadap mata uang Negara (Rupiah, Dollar, Poundsterling dan lain-lain), Cryptocurrencies (BTC, ETH, LTC dan lain-lain), sampai Komoditas (Emas dan Perak). Singkatnya, Ripple jadi solusi gampang atas pertukaran mata uang satu dengan lainnya.

Cara kerja Ripple

Untuk memahami bagaimana cara kerja jaringan Ripple dan bagaimana kamu bisa bertransaksi XRP antar bank, kamu perlu memahami konsep utama mentransfer uang dari bank satu negara ke bank negara lain.

Dalam jenis transaksi seperti itu, pihak ketiga sangat dibutuhkan untuk melindungi, baik orang yang mengirim pembayaran dan orang yang menerima pembayaran. Koin Ripple atau XRP bekerja sama dengan bank. Tujuan utama untuk meminimalkan atau menghapus keseluruhan resiko penipuan.

Alih-alih memperbolehkan bank atau jaringan untuk menjadi bagian dari Ripple, Ripple mempunyai kebijakan yang amat kuat dan memilih simpul mereka setelah banyak verifikasi. Di situs web Ripple, ada daftar node unik dan terverifikasi yang bisa kamu gunakan untuk mentransfer koin Ripple kamu dari satu akun ke akun lain.

Proses ini atau sistem XRP sudah dibuat dengan pikiran luar biasa buat meminimalkan persentase penipuan serta penipuan online di dunia online. Ripple telah menambahkan proses verifikasi 2 arah untuk melanjutkan dan memproses transaksi. Bila identitas belum dikonfirmasi, maka transaksi tidak akan diproses sama sekali.

Kelebihan Ripple

  • Aman
    Pemakaian Ripple (XRP) amat aman, sebab mempunyai perlindungan jaringan dari penyalahgunaan dengan sistem Shared Ledger dari akun ke akun. Jadi, hampir tidak mungkin penyerangan (hacking) terhadap jaringan XRP berhasil, sebab server Ledger (Buku Besar) catatan transaksi tidak cuma dipunyai satu komputer pada satu tempat saja, tetapi dipunyai seluruh pemakai XRP di seluruh dunia.
  • Pembayaran lebih murah
    Sebab Ripple juga merupakan mata uang kripto yang tidak bisa diatur nilainya oleh institusi (organisasi) manapun, pemerintah, bahkan penciptanya sendiri.
  • Keuangan yang mudah dijangkau
    Ripple merupakan mata uang kripto dan layanan berbasis internet sehingga berbeda dengan Bank Konvensional yang cuma dapat menjangkau nasabah dari kantor-kantor dan ATM, Ripple dapat menjangkau seluruh konsumen yang mempunyai akses internet.

Kekurangan Ripple

  • Adanya celah yang beresiko
    Celah tersebut disebabkan adanya keterbukaan jaringan. Node yang ada pada struktur jaringan dimungkinkan menerima serangan yang bisa berdampak pada kelumpuhan akses konsumen terhadap dana yang ditransfer.
  • Tidak ada rencana jangka panjang
    Tujuan utama Ripple yaitu untuk mempromosikan teknologi transfer uangnya dan koin XRP kelihatannya jadi bagian sekunder dari strategi keseluruhan mereka. Ini, oleh sebab itu, menunjukkan Ripple tidak bermain sesuai dengan aturan cryptos tradisional.
  • Otoritas pusat
    Pendekatan buku besar konsensus Ripple juga berbeda dari standar cryptocurrency biasa karena mewajibkan pengguna yang “divalidasi” untuk memberikan verifikasi transaksi. Ini berbeda pada jaringan Bitcoin di mana siapa pun dapat mengatur simpul dan memverifikasi transaksi.
Spesifikasi Ripple
DiciptakanChris Larsen
Tahun diciptakan2012
Web resmi ripple.com
1 StellarRp 3.682.41,- per September 2019

Pilih Mana: Stellar Lumens atau Ripple?

Stellar LumensRipple
Kelebihan- Mempunyai peran anti-spam sampai tingkat terkecil - Minimum saldo 20 Lumens - Bisa memfasilitasi transaksi multi mata uang - Aman - Pembayaran lebih murah - Keuangan yang mudah dijangkau
Kekurangan- Kerap membagikan koin gratis - Kompetitor Stellar cukup kuat - Tidak terdesentralisasi - Adanya celah yang beresiko - Tidak ada rencana jangka panjang - Otoritas pusat

Kesimpulan

Stellar Lumens dan Ripple merupakan kedua platform transaksi antar dunia yang terkenal dan sangat bermanfaat untuk sebagian orang. Umumnya kedua platform ini memiliki fungsi yang sama jadi kamu bisa memakai salah satu bahkan kedua platform ini. Bedanya adalah mata uang 1 Stellar dan 1 Ripple berbeda nilainya jika di rupiahkan. Semoga bermanfaat.

Kamu pilih yang mana? Vote sekarang dan lihat hasil survey yang jadi selera pembaca lainnya:

Stellar Lumens vs Ripple

VS