Elektronik

Pilih Mana: Subwoofer Aktif atau Pasif?

Speaker subwoofer adalah salah satu jenis speaker yang mampu menghasilkan frekuensi suara atau audio yang rendah. Di pasaran sendiri subwoofer terbagi menjadi dua jenis, yakni subwoofer aktif dan juga pasif. Lantas bagus mana subwoofer aktif atau pasif? Di bawah ini adalah kelebihan dan kekurangan dari kedua speaker subwoofer ini.

Dikutip dari Wikipedia.org, subwoofer pertama kali dikembangkan pada tahun 1960 untuk menambah tanggapan bass untuk sistem stereo rumah. Subwoofer menggunakan perangkat individu pengeras suara yang biasanya berukuran diameter 8 inci dan 21 inci. Dan model 10 inci, 12 inci, 15 inci dan 18 inci merupakan ukuran pengendali subwoofer yang paling umum digunakan untuk penguat suaranya.

Perlu diketahui, range frekuensi untuk subwoofer adalah antara 20 hingga 200 Hz. Sebenarnya, kedua jenis subwoofer ini memiliki manfaat dan fungsi yang sama yakni memproduksi suara dengan frekuensi rendah atau bernada bass.

Subwoofer Aktif

Subwoofer aktif merupakan perangkat elektronik audio yang mampu memproduksi frekuensi rendah di mana di dalamnya terdapat sebuah penguat suara amplifier. Baca juga Pilih Mana: Headset atau Earphone?

Kelebihan Subwoofer Aktif

1. Perangkat Lebih Simple
Perangkat yang terlihat lebih simple karena baik speaker dan powernya telah menjadi satu. Tentunya keduanya telah dicocokkan dengan sangat baik sehingga mampu menghasilkan suara yang tentunya juga lebih baik.

2. Menghemat Ruang
Dengan perangkat yang lebih simple yang sudah menyatu jadi satu sehingga subwoofer aktif sangat efisiensi dalam menghemat ruang penyimpanan dan peletakkannya.

Kekurangan Subwoofer Aktif

1. Amplifier yang Seadanya
Terkadang amplifier yang dimiliki subwoofer aktif hanya seadanya, sesuai dengan yang telah dibenamkan oleh subwoofer aktif.

2. Memilik Driver Kecil
Subwoofer aktif memilki driver kecil sehingga suara yang dihasilkan tidak akan cukup kuat seperti subwoofer pasif.

Subwoofer Pasif

Subwoofer pasif merupakan sebuah perangkat elekronik yang mampu memproduksi frekuensi rendah namun subwoofer tersebut harus dihubungkan dengan output amplifier khusus subwoofer karena di dalam perangkat ini tidak memiliki penguat amplifier layaknya subwoofer aktif. Contohnya subwoofer yang ada di audio mobil atau home theater.

Kelebihan Subwoofer Pasif

1. Prioritas Suara
Subwoofer pasif sangat cocok bagi orang yang memprioritaskan kualitas suara bass atau low frekuensi.

2. Pengguna Dapat Memilih Sendiri Penguat Suara
Menggunakan subwoofer pasif menambahkan fleksibelitas bagi penggunanya karena pengguna dapat memilih sendiri jenis penguat suaranya, frekuensi dan fitur yang mereka ingin gunakan.

Kekurangan Subwoofer Pasif

1. Sistem Kerja
Dikutip dari Kompas.com, karena tidak seperti subwoofer aktif, subwoofer pasif membutuhkan amplifier dan box agar subwoofer dapat berfungsi dengan baik.

2. Mengeluarkan Biaya Lebih Banyak
Ketika Anda memilih untuk memiliki subwoofer pasif, maka tidak hanya subwoofer aktif yang harus Anda beli karena Anda pun harus membeli amplifier dan segala komponen lain untuk menghidupkan subwoofer ini.

Pilih Mana: Subwoofer Aktif atau Pasif?

Subwoofer AktifSubwoofer Pasif
Harga– Biasanya harga tidak terlalu mahal– Cenderung lebih mahal karena banyak komponen lain yang harus dibeli
Penggunaan– Lebih praktis dan simple– Lebih rumit karena harus menggabungkan banyak komponen lain
Kualitas suara– Standar karena hanya bergantung pada amplifier yang dimiliki– Kualitas suara lebih baik karena pengguna dapat memilih sendiri kekuatan amplifier yang diinginkan

Kesimpulan

Jika Anda membutuhkan kepraktisan dalam penggunaannya, maka pilihan terbaik adalah subwoofer aktif. Namun jika Anda merupakan salah satu orang yang sangat memprioritas kualitas suara yang dihasilkan maka subwoofer pasif bisa menjadi pilihan meskipun Anda harus bersiap dengan menyediakan dana tambahan untuk membeli amplifier dan box tambahan.

Kamu pilih yang mana? Vote sekarang dan lihat hasil survey yang jadi selera pembaca lainnya:

Subwoofer Aktif vs Pasif

VS

Leave a Reply