Pilih Mana: Tabungan Pendidikan atau Asuransi Pendidikan?

Loading...

Setiap orang tua pastinya akan menyiapkan rencana keuangan untuk anaknya dalam hal pendidikan. Akan tetapi bagi orang tua yang masih awam akan menganggap tabungan pendidikan dan asuransi tabungan merupakan produk yang sama. Sebelum Anda membuat pilihan antara kedua produk keuangan tersebut, pilih mana: tabungan pendidikan atau asuransi pendidikan? Kami akan beberkan di bawah ini agar dapat memudahkan Anda dalam memilih mana yang sesuai untuk mencapai rencana pendidikan masa depan untuk anak Anda.

Dana pendidikan adalah sesuatu yang pasti dan dapat diprediksi nominal yang dibutuhkan nantinya serta dapat Anda tentukan dalam jangka waktunya. Maka dari itu yang paling bijak dalam mempersiapkan dana pendidikan adalah berinvestasi dengan instrumen investasi.

Memang tidak mudah menyiapkan dana pendidikan. Tetapi akan lebih baik jika Anda mempersiapkannya sedini mungkin. Pada saatnya, keberhasilan rencana Anda dalam menyiapkan dana pendidikan bergantung pada strategi dan rencana yang Anda lakukan sejak dini. Karena itu, jika perlu maka gunakan jasa perencana keuangan yang sangat dianjurkan.

Jika Anda menabung pada tabungan pendidikan maka tingkat keuntungan atau bunga yang Anda dapatkan akan disesuaikan dengan ketentuan bunga sesuai dengan kesepakatan. Jadi, dengan tabungan pendidikan, Anda akan mendapatkan bunga sebesar itu dan tabungan Anda tidak akan berkurang.

Sebaliknya, tingkat pengembalian yang Anda dapatkan dalam asuransi pendidikan tidak pasti atau tidak tetap. Hal ini dipengaruhi oleh kinerja investasi dan risiko investasi itu sendiri. Karena itu, pengembalian yang Anda dapatkan dari asuransi pendidikan bisa rendah, tetap, atau bahkan meningkat. Ada kelebihan lain yang ditawarkan oleh asuransi yaitu kesempatan untuk melipatgandakan simpanan. Baca juga Pilih Mana: Sekolah Internasional atau Nasional Plus?

Cara Menyiapkan Dana Pendidikan

1. Periksa tabungan atau investasi yang telah Anda siapkan. Jika dana tidak cukup atau bahkan belum ada, sekaranglah waktunya untuk Anda mempersiapkannya.

2. Tentukan sekolah mana yang akan ditargetkan, hitung kebutuhan biaya saat ini. Lakukan penelitian atau minta perencana keuangan mengenai hal ini. Kemudian, hitunglah persyaratan biaya kemudian dengan memasukkan inflasi sebesar 10 hingga 15 persen per tahun.

3. Beli proteksi asuransi jiwa murni, yang akan memberikan kepastian apabila kepala keluarga meninggal dunia dan tidak bisa melanjutkan investasinya.

4. Sesuaikan produk keuangan yang dipilih dengan jangka waktu kebutuhannya. Setiap produk keuangan memiliki karakter dan fungsi yang berbeda.

Fitur Tabungan Pendidikan

– Cocok untuk menabung dana pendidikan jangka pendek, yaitu umumnya 2 tahun sampai 5 tahun.

– Sebagai permulaan, pilih periode singkat untuk masa simpan, misalnya 3 tahun atau sampai anak masuk sekolah dasar. Gunanya untuk melihat apakah hasil penghematan sesuai dengan perkiraan biaya pendidikan.

– Pilih produk yang memberi Anda bunga terbesar dan biaya administrasi yang kecil.

– Tingkat bunga biasanya 3% sampai 6%.

– Sebanyak mungkin tingkatkan dana yang disimpan setiap tahun agar bisa mengimbangi laju inflasi.

Fitur Asuransi Pendidikan

– Digunakan sebagai tabungan jangka panjang, secara umum masa simpan berkisar antara 10 tahun.

– Dalam asuransi pendidikan Anda tidak hanya mendapatkan tunjangan asuransi jiwa saja, tetapi juga asuransi kesehatan, dimana jika terjadi risiko sakit dan harus dirawat di rumah sakit, maka biaya rumah sakit ditanggung oleh perusahaan asuransi.

Loading...

– Karena sebagian untuk investasi, bunga yang diberikan jauh lebih besar yaitu sekitar 15% – 23% per tahun.

– Salah satu fitur yang menarik adalah perlindungan terhadap risiko kematian karena menyebabkan premi asuransi berhenti sementara anak belum mendapat dana pendidikan yang utuh, maka perusahaan asuransi menjamin dana pendidikan akan tetap diberikan. Mengambil asuransi pendidikan berarti Anda simpan dan sekaligus mengambil asuransi jiwa.

– Pilih fitur pembebasan premi yang ada jika orang tua tidak dapat mencari nafkah secara permanen. Karena ada juga asuransi pendidikan yang tidak ada fitur itu.

– Pilihlah produk yang biaya perolehannya tidak terlalu tinggi, jadi jika jumlah dana yang disetor (top up) ingin di top up biayanya akan kecil, atau bahkan nol rupiah.

– Pastikan yang tertanggung dalam asuransi adalah pencari nafkah (orang tua).

– Semakin lama periode tabungan, semakin tinggi pula hasil investasinya.

– Hati-hati memilih tambahan asuransi karena ada biaya yang bisa menggerogoti return investasi nantinya.

Perbedaan Tabungan Pendidikan atau Asuransi Pendidikan

Tabungan pendidikan (tabungan rencana) termasuk dalam deposito berjangka yang merupakan produk keuangan yang dikeluarkan oleh bank. Dalam tabungan pendidikan nasabah akan dijamin oleh Lembaga Penjamin Simpanan (LPS), yang bila mana bank yang Anda pilih mengalami kebangkrutan, nilai tabungan Anda akan tetap aman. Sementara pada asuransi pendidikan bukan produk bank dan tidak dijamin LPS. Asuransi ini adalah salah satu produk dari perusahaan asuransi. Jika Anda menjumpai layanan ini di bank, bank hanya bertindak sebagai agen penjualan unit link.

Tabungan pendidikan merupakan produk tabungan berjangka yang biasanya berjangka waktu 2 tahun ke atas. Anda harus menyetorkan sejumlah dana setiap bulan secara reguler sampai jatuh tempo jika memilih untuk menabung. Berbeda dengan asuransi pendidikan yang dapat dikatakan sebagai alternatif. Produk ini merupakan kombinasi antara produk tabungan dan asuransi jiwa berjangka. Sistem ini bekerja dengan mengumpulkan dana dari nasabah dan memanfaatkan saldo tabungan sebagai jaminan pendidikan anak. Misalnya, saat memasuki sekolah dasar, sekolah menengah pertama, sekolah menengah atau perguruan tinggi, perusahaan asuransi akan mengeluarkan sejumlah uang dari saldo tabungan Anda sendiri untuk membiayai kebutuhan pendidikan. Dan jika orang tua itu meninggal, maka tabungannya otomatis tersimpan dan biaya pendidikan tetap bisa terjamin.

Kelemahan Tabungan Pendidikan

Masalah utama produk tabungan pendidikan anak adalah bahwa bunga yang ditawarkan tidak setinggi kenaikan biaya pendidikan anak. Tahukah Anda berapa biaya pendidikan meningkat setiap tahunnya? Paling tidak kenaikan biaya pendidikan anak mencapai lebih dari 10% per tahun. Sementara tabungan pendidikan anak hanya menawarkan bunga 5% hingga 6% per tahun (sebelum pajak).

Kelemahan Asuransi Pendidikan

Banyak orang tua yang tidak mengerti asuransi pendidikan anak, sehingga salah untuk menentukan nama tertanggung dan penanggung. Selain itu, hasil investasi pada asuransi pendidikan anak, tidak terjamin. Hasil investasi pada produk pendidikan anak mengikuti kinerja investasi (bisa naik, turun dan bisa tetap). Jadi bisa jadi, saatnya anak-anak masuk sekolah uang investasinya masih belum mencukupi.

Tabungan PendidikanAsuransi Pendidikan
- Produk keuangan yang dikeluarkan bank- Produk tabungan berjangka
- Investasi jangka pendek dengan bunga 3% sampai 6% per tahun- Investasi jangka panjang dengan bunga 15% - 23% per tahun
- Keuntungan atau bunga akan didapatkan dengan pasti sesuai dengan kesepakatan di awal sehingga tabungan tidak akan berkurang- Tingkat pengembalian tidak tetap bisa naik, tetap atau menurun

Kesimpulan

Apapun pilihannya, yang terpenting adalah Anda mendapatkan pendidikan yang diinginkan, baik untuk diri sendiri maupun untuk anak-anak Anda. Uang yang Anda keluarkan untuk tujuan pendidikan adalah hal yang paling berharga dan sangat bermanfaat. Pada prinsipnya, menabung adalah tempat yang ideal untuk menjaga modal tetap terjaga. Berbeda dengan asuransi pendidikan yang fokus pada dua aspek, yaitu sebagai pelindung sekaligus tabungan atau investasi. Karena itu, jika Anda adalah tipe agresif dalam berinvestasi, maka tidak ada salahnya Anda memilih asuransi pendidikan sebagai rencana pendidikan anak.

Kamu pilih yang mana? Vote sekarang dan lihat hasil survey yang jadi selera pembaca lainnya:

Tabungan Pendidikan vs Asuransi Pendidikan

VS
Loading...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *