HomeLainnya

Pilih Mana: Tangga atau Eskalator?

Banyak bangunan membutuhkan konstruksi atau alat untuk membantu menjangkau orang untuk ke setiap lantai dari bangunan tersebut. Salah satu caranya menggunakan tangga akan tetapi di zaman semakin canggih tangga juga sudah dimodifikasi sehingga bisa berjalan dengan bantuan arus listrik jadi kita tidak bersusah payah untuk menaiki tangga apa saja perbedaan dan keunggulan dari bahan konstruksi ini akan kita bahas lebih lanjut di bawah ini.

Tangga

Tangga menurut wikipedia adalah sebuah konstruksi yang dirancang untuk menghubungi dua tingkat vertikal yang memiliki jarak satu sama lain.Tangga dapat bersifat permanen maupun non permanen. Tangga dapat bersifat pasif maupun aktif bergerak dengan menggunakan sistem mekanis. Jenis tangga mekanis juga dikenal dengan nama eskalator dan umumnya digunakan pada bangunan-bangunan publik dengan tujuan mempercepat arus transportasi vertikal antar lantai bangunan.

Tangga dapat dibuat dari beberapa bahan. Penggunaan bahan ini dapat dikelompokan secara struktural dan non-struktural. Penggunaan bahan yang bersifat struktural umumnya meliputi kayu, baja, dan beton.Sedangkan penggunaan bahan pada tangga yang bersifat non-struktural dapat meliputi kaca, karet (sebagai pelapis anti licin pada injakan atau pegangan tangan) ataupun plastik (pada desain-desain khusus).

Jenis- Jenis Tangga

Tangga lurus
Tangga lurus atau tangga linear. Bentuknya memanjang sebagai penghubung lantai atas dan bawah yang bentuknya lurus tanpa belokan maupun cabang. Kelemahan tangga model lurus adalah tangga model ini cukup memakan tempat sepanjang tangga. Jika anda memilih model tangga ini pastikan ruangan yang akan anda gunakan sebagai tempat tangga harus cukup panjang.

Tangga berbelok arah
Tangga berbelok arah atau bisa disebut pula tangga bentuk L. Dipertengahan, tangga ini akan berbelok arah. Kelebihan dari tangga bentuk L ini adalah hanya sedikit memakan tempat karena bisa ditempatkan dipojok ruangan, mengikuti dinding rumah. Dari minimnya tempat yang diperlukan menjadikan tangga ini banyak peminatnya.

Tangga berlawanan arah
Tangga berlawanan arah disebut juga tangga berbentuk U. di pertengahan tangga akan berbelok dan arah tangga akan berbalik. Kelebihan dari tangga berlawanan arah ini juga seringkali ditempatkan di pojok ruangan sehingga lahan ruangan yang terpakai relative sedikit. Baca juga Pilih Mana: Besi atau Baja?

Tangga Melengkung
Tangga melengkung juga kerap kali disebut elips. Kelebihan dari tangga ini adalah bentuk tangga yang artistic sehingga memberi kesan mewah nan indah pada suatu ruangan/rumah.Kelemahan dari tangga ini adalah memerlukan lahan yang lumayan luas. Biasanya tangga melengkung seringkali diterapkan pada rumah yang mempunyai ruangan yang lumayan luas dengan langit-langit yang tinggi.

Tangga melingkar
Tangga melingkar seringkali disebut tangga spiral. Kelebihan paling menonjol bagi jenis tangga melingkar ini adalah minimnya ruang yang diperlukan dalam penempatan tangga. Satu tangga melingkar hanya membutuhkan area 1,5mx1,5m saja. Meski sebagian tangga juga membutuhkan ruang ukuran 2mx2m.

Eskalator

Eskalator merupakan tangga berjalan yang terdiri dari pijakan-pijakan yang pasang pada sabuk yang berputar secara terus menerus. Eskalator atau tangga jalan adalah salah satu transportasi vertikal berupa konveyor untuk mengangkut orang, yang terdiri dari tangga terpisah yang dapat bergerak ke atas dan ke bawah mengikuti jalur yang berupa rail atau rantai yang digerakkan oleh motor.

Karena digerakkan oleh motor listrik , tangga berjalan ini dirancang untuk mengangkut orang dari bawah ke atas atau sebaliknya. Untuk jarak yang pendek eskalator digunakan di seluruh dunia untuk mengangkut pejalan kaki yang mana menggunakan elevator tidak praktis. Pemakaiannya terutama di daerah pusat perbelanjaan, bandara, sistem transit, pusat konvensi, hotel dan fasilitas umum lainnya.

Penemuan eskalator ini adalah Charles D. Seeberger yang bekerja sebagai karyawan dari Perusahaan Otis Elevator, ia menghasilkan langkah pertama-jenis eskalator dibuat untuk digunakan oleh masyarakat umum. Ciptaan Charles dipasang di Pameran Paris 1900, di mana ia menjuarai pameran tersebut.

Seeberger juga menciptakan istilah eskalator dengan menggabung scala, yang merupakan bahasa Latin dari langkah-langkah (step), dengan bentuk kecil dari “lift” Pada tahun 1910. Lalu, Seeberger menjual hak paten asli untuk penemuan kepada Perusahaan Otis Elevator Meskipun banyak perbaikan yang telah dibuat, desain dasar Seeberger tetap digunakan saat ini. Ini terdiri dari bagian lantai atas dan bawah digabungkan dengan rangka logam. Yang menarik tangga dapat melalui lingkaran tak berujung.

Jenis – jenis eskalator

Eskalator Jenis Spiral
Sebenarnya ada sebuah eskalator spiral di Times Square, Hong Kong. Jesse Reno, sebagai praktisi eskalator yang pertama kali dikenal dan digunakan masyarakat. Di daerah stasiun tabung Holloway Road, London juga dibuat eskalator pertama yang dipasang di sistem kereta api bawah tanah dalam bentuk spiral eskalator pada tahun 1906. Perangkat eksperimen ini tidak pernah terlihat di depan umum, dan dilupakan selama beberapa dekade. Sisa-sisa eskalator spiral ini sekarang berada di depot London Transport Museum di Acton.

Eskalator Unik (Freeform escalator)
Levytator, adalah eskalator unik desainnya berasal dari City University di London. Eskalator ini bisa bergerak dalam garis lurus atau kurva dengan atau tanpa naik atau turun. Step-step yang bergerak hanya masuk di landing plate dan tidak menghilang. Jadi step yang sama langsung diputar untuk menggerakkan 2 eskalator secara aktif. Step yang digunakan juga tak biasa. Pemasangan mesin juga berbeda karena mesin bagaikan memutar sebuah karet penghubung di mesin diesel namun secara horizontal.

Pilih Mana: Tangga atau Eskalator?

TanggaEskalator
Kelebihan - Tidak perlu memakai arus listrik - Variasi warna dan bentuk beragam jadi lebih menarik - Menggunakan tangga dapat sekalian olahraga- Tidak capek - Lebih cepat - Memudahkan membawa barang ke lantai berikutnya
Kekurangan - Tidak efektif untuk beberapa orang berkebutuhan khusus - Capek jika membawa barang bawaan yang banyak- Pemeliharaan yang ribet - Resiko yang bahaya untuk anak-anak

Kesimpulan

Dari artikel di atas yang sudah kita bahas mengenai tangga dan eskalator, bahwa keduanya mempunyai fungsi yang sama yaitu untuk mempermudah orang untuk menjangkau bangunan yang lantainya lebih dari satu. Akan tetapi keduanya juga mempunyai kelemahan dan kekurangannya masing- masing. Oleh sebab itu, dapat anda gunakan sesuai kebutuhan dan kondisi kalian.

Kamu pilih yang mana? Vote sekarang dan lihat hasil survey yang jadi selera pembaca lainnya:

Tangga VS Eskalator

VS

Leave a Reply