Pilih Mana: Unit Link atau Reksadana?

Loading...

Jika Anda telah memiliki rencana untuk berinvestasi namun bingung pilih mana: unit link atau reksadana? Yang tepat dan sesuai dengan manfaat yang ingin Anda tuju. Secara garis besar, investasi unit link merupakan jenis investasi yang memiliki dua manfaat sekaligus. Sementara pada investasi reksadana merupakan investasi di pasar modal. Baik investasi unit link maupun reksadana semuanya merupakan jenis investasi jangka panjang. Sehingga semakin lama Anda berinvestasi maka akan semakin menguntungkan Anda.

Dalam perencanaan keuangan, pendapatan seseorang sebenarnya dialokasikan untuk tiga hal utama, yaitu konsumsi, tabungan, dan investasi plus perlindungan. Dalam hal konsumsi digunakan untuk membiayai kebutuhan pakaian, makanan, dan tempat berteduh. Fungsi menabung untuk berjaga-jaga, dan investasi adalah menumbuhkan asetnya. Dan yang terakhir, setiap orang biasanya membentengi risiko dengan asuransi. Permasalahannya, produk investasi dan asuransi terus berkembang, sejalan dengan keinginan pengguna produk. Termasuk adanya produk gabungan dari berbagai jenis investasi dan asuransi.

Unit link maupun reksadana merupakan produk keuangan yang memiliki dua kesamaan. Yang pertama pada unit link dan reksadana, keduanya dikelola oleh manajer investasi. Kesamaan kedua, baik unit link maupun reksadana memiliki tingkat risiko yang bisa dibilang sama besarnya. Unit link dipasarkan lebih agresif dibandingkan instrument investasi lain. Pemasarnya ialah para agen asuransi yang digancar komisi tinggi. Sementara, dalam penjualan reksadana lain relative lebih pasif. Baca juga Pilih Mana: Deposito atau Reksadana?

Unit Link

Unit link adalah produk asuransi yang paling populer dan menjadi backbone banyak perusahaan asuransi jiwa. Unit link memberikan manfaat tambahan seperti proteksi asuransi (asuransi jiwa) dan juga manfaat investasi. Akan tetapi dalam unit link Anda tidak dapat diharapkan dalam satu tahun karena prinsip dari unit link merupakan komitmen jangka panjang seperti halnya asuransi jiwa itu sendiri. Saat bicara hasil investasi instumen keuangan ini akan tumbuh berlipat ganda namun lebih optimal jika diambil dalam jangka panjang.

Reksadana

Instrumen investasi satu ini merupakan jenis investasi yang juga memiliki fungsi tabungan. Jika Anda memilih reksadana maka Anda akan mendapatkan pendapatan secara berkala sebagai hasil investasi. Hal inilah yang membuat banyak investor menjadikannya sebagai solusi investasi dalam surat berharga namun tidak memiliki kecakapan teknis dalam surat-surat berharga. Dengan demikian, dana yang diinvestasikan akan dikelola oleh manajer investasi sehingga investor tidak perlu dipusingkan dengan urusan teknis dalam mengelola investasi surat berharga (misalnya saham).

Pendapatan dari investasi ini setelah terkumpul dari periode ke periode akhirnya membentuk hasil investasi yang dapat digunakan sebagai rencana keuangan masa depan. Akan tetapi sama halnya dengan tabungan, reksadana pun memiliki risiko yang mungkin dapat terjadi. Hasil investasi yang terkumpul dapat habis jika Anda sebagai investor mengalami sakit yang harus mengeluarkan biaya berobat yang mahal. Baca lebih lengkap mengenai reksadana disini.

Perbedaan antara unit link dan reksadana :

1. Proses
Peserta unit link akan membayar uang (premi) ke perusahaan asuransi yang kemudian menempatkan sebagian dari premi kepada manajer investasi untuk dikelola ke berbagai instrument investasi. Sementara proses peserta reksadana langsung menanamkan dananya ke manajer investasi untuk dikelola dan tidak ada perantara perusahaan asuransi.

Loading...

2. Jumlah dan Waktu Investasi
Pada dasarnya unit link merupakan produk asuransi sehingga perusahaan akan menentukan jumlah deposit setiap bulan dengan jumlah yang disepakati atau yang telah ditentukan (premium). Keterlambatan dalam pembayaran akan mendapatkan konsekuensi seperti denda. Dalam reksadana, investor bebas menentukan berapa besar investasi. Tidak ada kewajiban untuk berinvestasi secara teratur, misalnya setiap bulan dalam jumlah tertentu.

3. Manajer Investasi
Hal ini terletak pada ketersediaan atau kesempatan untuk memilih dan mengganti Manajer Investasi. Rata-rata unit link investor tidak dapat saling memilih Manajer Investasi lain karena hanya memiliki satu Manajer Investasi sehingga pengguna tidak dapat berganti-ganti. Jika Anda ingin mengubah manajer investasi, pengguna unit link harus berhenti terlebih dahulu kemudian mengganti yang lain atau membeli asuransi unit link lainnya. Ini berbeda dengan reksadana, investor bisa leluasa memilih atau menganti Manajer Investasi sewaktu-waktu jika dianggap perlu. Dan tidak ada batasan.

4. Biaya Jual dan Beli Investasi
Pada unit link, Anda akan dikenai biaya 5% bila ingin menjual atau membeli (top up) investasi. Sedangkan dalam reksadana tidak ada biaya sama sekali untuk menjual atau membeli investasi.

5. Pencairan
Pada prinsipnya, dana yang diinvestasikan dalam unit link atau reksadana bisa dicairkan setiap saat. Namun, pencairan harus diperhitungkan dalam hal untung ruginya berdasarkan jumlah pengembalian yang Anda dapatkan. Pada unit link investasi Anda masih terkait dengan asuransi, Anda perlu memperhatikan ketika ingin mengambil semua investasi, jangan sampai kehilangan unsur proteksi. Anda bisa menyisakan dana saat penutupan polis unit link untuk memastikan manfaat perlindungan yang masih bisa diterima dan terbebas dari polis lapse atau pemberhentian asuransi. Sedangkan pada reksadana, Anda bisa langsung menarik dana investasi tempat Anda membeli unit tersebut dengan mudah.

6. Hasil Investasi (return)
Anda hanya bisa melihat hasil investasi setelah tahun kedua karena pada unit link terkait adanya sejumlah biaya dan potongan. Untuk reksadana Anda dapat melihat perkembangan investasi melalui laporan bulan pertama dan hasil investasi bisa dipantau sejak hari pertama Anda melakukan top up.

7. Minimum Investasi
Jika di unit link umumnya menetapkan minimum pembayaran premi mulai dari Rp 350 ribu hingga Rp 500 ribu dan deposit premi harus rutin dilakukan sesuai waktu yang disepakati. Lain halnya dengan nilai minimum dana investasi reksadana yang terbilang kecil, yakni Rp 100ribu.

8. Tidak Ada Perlindungan
Karena unit link merupakan asuransi, maka setiap nasabah akan mendapatkan unsur proteksi. Jika nasabah menderita kematian, cacat tubuh, sakit, unit link memberikan perlindungan berupa uang. Lain halnya dengan reksadana, perlindungan ini tidak ada karena tujuannya adalah hanya untuk berinvestasi. Jika ingin perlindungan, investor harus membeli produk asuransi tersendiri.

9. Transparansi
Reksadana biasanya jauh lebih transparan daripada produk investasi yang ada di unit link. Biasanya, nasabah unit link, seringkali sulit untuk mendapatkan informasi yang berkaitan dengan manajer investasi beserta biaya dan kinerjanya. Sebagian besar agen asuransi biasanya lebih fokus pada ilustrasi abstrak tanpa memberi tahu parameter ilustrator secara jelas. Terlebih lagi, calon nasabah awam tidak memiliki cukup untuk menilai kualitas yang diberikan oleh ilustrasi tersebut. Sedangkan nasabah reksadana dapat dengan mudah mengetahui informasi seperti perkembangan investasi historis, risiko, alokasi aset, biaya pengelolaan layanan dan sebagainya.

Unit LinkReksadana
- Peserta harus membayar uang (premi) ke perusahaan asuransi terlebih dahulu sebelum dikelola ke berbagai instrument investasi- Peserta langsung menanamkan dananya ke manajer investasi untuk dikelola
- Jumlah deposit peserta harus sesuai dengan premi yang telah disepakati (minimal Rp 350 ribu hingga Rp 500 ribu)- Investor bebas menentukan berapa besar investasi (minimal Rp 100 ribu)
- Tidak dapat memilih dan mengganti manager investasi- Dapat memilih dan mengganti manager investasi jika dianggap perlu
- Dalam menjual dan membeli investasi akan dikenakan biaya sebesar 5%- Bebas menjual dan membail investasi tanpa biaya tambahan
- Hasil dan perkembangan dapat dilihat setelah tahun kedua- Hasil dan perkembangan dapat dipantau seteah Anda melakukan top up pertama

Kesimpulan

Dengan penjelasan yang kami rangkumkan di atas, Anda dapat membedakannya dengan jelas antara kedua instrumen investasi ini. Pilih menurut manfaat yang ingin Anda terima, bila memilih unit link Anda tidak hanya sekedar berinvestasi namun juga mendapatkan manfaat tambahan (misalnya proteksi asuransi). Namun jika Anda hanya ingin melakukan investasi secara murni, reksadana menjadi pilihan yang tepat untuk Anda.

Kamu pilih yang mana? Vote sekarang dan lihat hasil survey yang jadi selera pembaca lainnya:

Unit Link vs Reksadana

VS
Loading...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *