Otomotif

Pilih Mana: Viar Vintech 200 vs Kawasaki W175

Motor dengan konsep retro tentunya menjadi dambaan untuk sebagian orang yang mencintai desain motor pada era 70an. Berbeda dengan desain modern yang ada pada setiap motor saat ini, motor dengan konsep retro umumnya hanya memiliki satu lampu di bagian depan khas desain motor pada era 70an, seperti halnya Viar Vintech 200 dan Kawasaki W175.

Viar Vintech 200 dan Kawasaki W175 sendiri memiliki bodi yang unik dan enak dipandang. Warna yang diusung pun juga cukup memikat sebagian orang yang melihatnya. Harga yang ditawarkan juga tentunya cukup kompetitif dibandingkan dengan para kompetitornya.

Untuk itu simak terus artikel kali ini yang membahas seputar Viar Vintech 200 dan Kawasaki W175 sehingga bisa kamu jadikan referensi dalam memilih motor retro andalan kamu sehari-hari. Disini aja ya!

Viar Vintech 200 vs Kawasaki W175

Viar Vintech 200

Ramaikan ajang pameran otomotif Gaikindo International Indonesia Automotif Show (GIIAS) 2018, Viar memperkenalkan produk line-up baru dengan konsep retro, yaitu Viar Vintech 200.

Motor yang juga diklaim akan jadi kompetitor berat untuk Kawasaki W175 itu hadir dengan beberapa keunggulan dan fitur yang tidak kalah canggih. Sehingga, tidak menutup kemungkinan bila Viar Vintech 200 produksi pabrik lokal ini dapat menandingi W175 milik Kawasaki. Baca juga Pilih Mana: Motor Injeksi atau Karburator?

Desain Viar Vintech 200

Terlihat jelas dari bagian headlamp Bulb yang dibawanya dengan bentuk bulat beserta lampu sein yang disematkan di samping kanan-kirinya sehingga kesan klasiknya juga nampak begitu jelas.

Bahkan, pada bagian bawah tangkinya pula disematkan blok mesin yang tersusun begitu manis. Sementara itu, untuk joknya sendiri dibuat memanjang dengan bentuk yang cukup ideal dengan warna hitam plus aksen jahitan membuat vertikal yang di ujungnya dibuat menukik.

Kemudian, pada bagian belakangnya, daya tarik dari moge produksi Viar ini mulai terlihat pada stoplamp yang tidak dibuat membulat sebagaimana motor klasik pada umumnya.

Mesin Viar Vintech 200

Viar Vintech 200 ini akan dipersenjatai mesin SOHC 4 langkah dengan kapasitas kubikasi mencapai 198.8 cc berpendingin udara. Mesin itu juga nantinya akan diselaraskan dengan transmisi 5 percepatan Multi Wet Clutch.

Dimana, dengan kombinasi tersebut, jantung pacu pada Viar Vintech 200 ini sanggup menyemburkan tenaga sampai 13.5 kW per 9000 rpm dan torsi maksimum puncak di titik 15 Nm per 8000 rpm.

Sementara itu di satu sisi, sayangnya sistem pembakarannya belum injeksi, dengan kata lain masih mempercayakan suplai karburator.

Viar Vintech 200 vs Kawasaki W175

Fitur Viar Vintech 200

1. Speedometer panel full digital
Fitur modern berupa speedometer dengan panel full digital yang disematkan pada Viar Vintech 200 ini dapat menampilkan informasi terkait kondisi moge ini dikala dikendarai.

2. Rem Disc Brake
Selain Rem Disc Brake, ada juga Drum dengan suspensi Telescopic untuk menunjang kenyamanan maupun keselamatan dalam berkendara.

Kelebihan Viar Vintech 200

  • Desain retro unik
    Mengusung gaya cafe racer, konsep Viar Vintech 200 memang cukup membuat mata melirik, terlebih untuk pecinta motor klasik retro. Bodinya yang cukup ramping, posisi duduk yang nanggung dan memang diperuntukkan satu orang, sampai pemakaian pelek jari-jari dan lampu bulat, menjadi ciri khasnya.
  • Mesin cukup gahar
    Sesuai namanya, Vintech 200 dibekali mesin dengan kapasitas 200 cc yang dapat memuntahkan torsi sampai 15 Nm pada 8.000 rpm dan tenaga maksimal 18,3 PS pada 9.000 rpm.
  • Jok empuk dan nyaman
    Desain jok Viar Vintech 200 dibuat standar dengan model jok rata yang empuk serta nyaman diduduki. Hal ini juga menjadi daya tarik tersendiri dari motor retro produksi anak bangsa ini.

Kekurangan Viar Vintech 200

  • Riding position kurang nyaman
    Karena motor ini bergaya cafe racer pengendara sedikit membungkuk menggenggam stang sementara posisi footstep-nya kurang mendukung. Posisinya seperti motor-motor konvensional pada umumnya. Sehingga pengemudi akan merasa amat pegal jika memakai motor ini untuk perjalanan jauh.
  • Ban motor belum tubeless
    Vintech 200 dibekali ban lebar yang tebal dengan ukuran 90/90-17″, dan ban belakang 120/80″ berpelek jari-jari. Walaupun tampilan retronya semakin menonjol namun pemakaian ban ini belum tubeless. Cukup disayangkan ya guys?
  • Suara mesin yang kasar
    Dari segi suara mesin, Vintech 200 memang sedikit kasar dibandingkan beberapa kompetitornya. Hal inilah yang menjadi pertimbangan tersendiri bagi para peminatnya sehingga menjadi nilai min untuk motor ini.

Kawasaki W175

Menyasar segmen baru, PT Kawasaki Motor Indonesia kembali memperkenalkan moge buatannya yang bertajuk Kawasaki W175. Sepeda motor unik bergaya retro-modern ini memang dihadirkan dengan membawa konsep yang terinspirasi dari tipe sebelumnya, yaitu Estrella 250 dan W800.

Di sisi lain, kedatangan motor ini juga diharapkan bakal membawa angin segar bagi PT KMI dalam bersaing di pasar otomotif Tanah Air sehingga tidak heran bila Kawasaki W175 ini menjadi salah satu produk andalan PT KMI.

Desain Kawasaki W175

Secara lebih detail, dari sisi depan juga terlihat dengan jelas bagaimana Kawasaki W175 ini mengusung headlamp bulat ala motor retro berteknologi Multi Reflector dengan lampu sein di sampingnya.

Lihat juga:  8 Helm Half Face Terbaik 2020

Sementara itu, menginjak pada bagian samping, gaya motor retro pada Kawasaki W175 ini juga semakin kental dengan bentuk tangki bahan bakar memanjang dan susunan mesin di bagian bawah tangki itu sehingga mampu mencerminkan kesan motor gagah yang siap bersaing dengan para kompetitornya.

Viar Vintech 200 vs Kawasaki W175

Sedangkan pada bagian belakang dari Kawasaki W175 ini, terdapat stop lamp didesain dengan konsep bergaya klasik dan lampu sein dari samping kanan-kirinya sehingga membuatnya kian mencirikan jati dirinya sebagai motor retro modern yang begitu mempesona.

Mesin Kawasaki W175

Motor ini akan hadir dengan bekalan mesin SOHC silinder tunggal berpendingin cair dan mempunyai kapasitas silinder sampai 177 cc. Uniknya, mesin yang dibawa Kawasaki W175 ini diklaim mampu memberikan tenaga yang cukup besar, yaitu sampai 9.6 kW per 7500 rpm, sedangkan titik puncak torsi yang dapat dicapai sampai 13.2 Nm per 6000 rpm.

Melihat besaran power maupun torsi dari sistem permesinan yang diusung oleh motor itu, pasti tidak lepas dari sistem pengapian DC-CDI yang mana dikolaborasikan dengan transmisi 5 percepatan Wet Multi Disc.

Terlebih, sektor ruang pacu pada Kawasaki W175 ini pula telah dilengkapi sistem bahan bakar Carburettor Mikuni VM24 yang dipastikan mampu menekan konsumsi bahan bakar secara lebih maksimal supaya membuat performanya kian lebih efektif dan efisien.

Fitur Kawasaki W175

1. Panel indikator
Panel indikator pada moge ini tetap menjadi salah satu fitur yang unik dan penting sebagai media informasi pada pengendara Kawasaki W175 tersebut, terutama kaitannya dengan kondisi motor saat dikendarai.

2. Carburettor Mikuni VM24
Teknologi injeksi berupa Carburettor Mikuni VM24 pun menjadi salah satu fitur pada mesin pacu pada detail Kawasaki W175 yang membuatnya menjadi moge gahar yang ramah lingkungan.

3. Rem cakram tunggal
Pengereman motor ini telah mengandalkan rem cakram tunggal berukuran 220 mm dan rem Drum 110 mm.

Kelebihan Kawasaki W175

  • Performa mesin gahar
    Mesin sebesar 177 cc membuat motor ini jadi salah satu motor kelas menengah dengan mesin di atas 150 cc dan di bawah 250 cc. Memakai mesin seukuran itu, wajar bila W175 memiliki performa mesin yang jauh lebih unggul bila dibanding dengan motor kelas menengah lainnya.
  • Desain elegan
    Dari segi desain, Kawasaki W175 ini memang tak terbantahkan. Mempunyai gaya yang klasik era 70an, pasti akan membuat konsumennya semakin gaya. Ada baiknya memilih varian special edition karena cuma terpaut sedikit selisih harga.
  • Varian warna yang menarik
    Untuk varian W175 special edition, terdiri dari 3 opsi warna diantaranya Metallic Matte Covert Green, Metallic Spark Black, dan New Silver. Sedangkan untuk W175 standard cuma ada warna pearl crystal white saja.

Kekurangan Kawasaki W175

  • Belum dilengkapi lampu LED
    Kekurangan pertama dari motor ini yaitu motor retro Kawasaki ini belum dilengkapi teknologi lampu LED baik pada sisi depan ataupun belakangnya
  • Tanpa indikator bahan bakar
    Kawasaki melupakan indikator utama, penunjuk bahan bakar. Apabila kamu mau tahu jumlah bahan bakar yang ada di tangki, mesti membuka tutupnya dahulu, kemudian goyang-goyangkan. Tentunya cukup merepotkan ya guys?
  • Tanpa kick starter
    Motor retro umumnya selalu memiliki kick starter untuk mengaktifkan mesin. Sayangnya W175 tidak memiliki itu. Padahal penting, khususnya bila aki soak atau kekurangan daya. Kuda besi ini cuma mengandalkan tombol electric starter di sisi kanan stang.
SpesifikasiViar Vintech 200Kawasaki W175
Tipe mesin 4 langkah, SOHC 2 Katup 4-stroke, SOHC, 1 cyl, air-cooled
Kapasitas198,8 cc 177 cc
Tenaga maksimal 13,5 Kw/ 9000 Rpm 9.6 kW {13 PS} / 7,500 rpm
Torsi maksimal 15 Nm/ 8000 Rpm 13.2 Nm {1.3 kgm} / 6,000 rpm
Sistem bahan bakar KarburatorCarburettor Mikuni VM24
Harga per Januari 2020Rp 22.000.000,-Rp 29.800.000,-

Pilih Mana: Viar Vintech 200 vs Kawasaki W175

Viar Vintech 200Kawasaki W175
Kelebihan- Desain retro unik - Mesin cukup gahar - Jok empuk dan nyaman - Performa mesin gahar - Desain elegan - Varian warna yang menarik
Kekurangan- Riding position kurang nyaman - Ban motor belum tubeless - Suara mesin yang kasar - Belum dilengkapi lampu LED - Tanpa indikator bahan bakar - Tanpa kick starter

Kesimpulan

Setelah membahas Viar Vintech 200 dan Kawasaki W175 tadi diatas, maka dapat disimpulkan bahwa kedua motor ini menjadi dambaan untuk setiap orang yang mencintai konsep retro. Lalu yang mana pilihan kamu? Pilih motor andalan kamu sesuai selera dan kebutuhan ya guys. Semoga bermanfaat.

Kamu pilih yang mana? Vote sekarang dan lihat hasil survey yang jadi selera pembaca lainnya:

Viar Vintech 200 vs Kawasaki W175

VS

Leave a Reply